PUBLIKAINDONESIA.COM, PEKANBARU – Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau mencatat 1.170 orang dinyatakan positif Human Immunodeficiency Virus (HIV) sepanjang Januari hingga Desember 2025. Angka tersebut diperoleh dari 195.298 orang yang menjalani pemeriksaan HIV selama periode tersebut.
Data itu menunjukkan pentingnya deteksi dini sekaligus memperkuat upaya pencegahan agar penyebaran HIV dapat ditekan di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan kelompok dengan jumlah kasus terbanyak yang teridentifikasi dalam data pemeriksaan berasal dari kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL), yakni 462 orang atau sekitar 39,48 persen dari total kasus positif yang ditemukan.
Menurutnya, temuan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperluas edukasi dan layanan kesehatan kepada masyarakat tanpa mengesampingkan prinsip pencegahan, pendampingan, dan menghindari stigma terhadap siapa pun.
Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Provinsi Riau terus memperluas sosialisasi mengenai HIV ke berbagai kalangan.
Salah satunya melalui kerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, dengan membekali para penghulu, penyuluh agama lintas agama, pengawas madrasah, hingga pengawas pondok pesantren agar dapat menyampaikan edukasi mengenai bahaya HIV serta pentingnya menerapkan perilaku hidup sehat dan bertanggung jawab.
> “Di antaranya dengan melakukan sosialisasi pencegahan HIV ke sektor Kementerian Agama Provinsi Riau dengan membekali penghulu, penyuluh agama dari berbagai agama, serta pengawas madrasah, termasuk pengawas pesantren, untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat terkait bahaya HIV serta pentingnya memperkuat iman dan takwa di tengah arus globalisasi saat ini,” ujar Zulkifli dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (23/7/2026).
Upaya edukasi juga dilakukan melalui kolaborasi dengan Persatuan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Cabang Pekanbaru.
Hasilnya, sebanyak 5.609 peserta mengikuti sosialisasi pencegahan HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) secara serentak pada Januari 2026.
Kegiatan tersebut bahkan berhasil meraih Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai sosialisasi pencegahan HIV dan IMS serentak dengan jumlah peserta terbanyak.
Tak berhenti di situ, Diskes Provinsi Riau bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Riau juga menggandeng sejumlah perguruan tinggi di Pekanbaru untuk memperkuat edukasi di lingkungan mahasiswa.
Perguruan tinggi yang terlibat antara lain Universitas Riau, Universitas Islam Riau, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Universitas Muhammadiyah Riau, Politeknik Caltex Riau, Universitas Lancang Kuning, Universitas Abdurrab, dan Universitas Hang Tuah Pekanbaru.
Menurut Zulkifli, kolaborasi tersebut bertujuan membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya pencegahan HIV melalui edukasi yang tepat.
> “Dinas Kesehatan Provinsi bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Riau juga telah melakukan audiensi ke beberapa kampus besar di Kota Pekanbaru untuk bekerja sama serta memperoleh dukungan dalam upaya pencegahan penularan HIV di lingkungan kampus,” jelasnya.
Selain menyasar institusi pendidikan, pemerintah juga menggandeng Tim Penggerak PKK Provinsi Riau dan PKK Kota Pekanbaru untuk meningkatkan peran keluarga dalam memberikan edukasi serta mencegah perilaku yang berisiko terhadap penularan HIV.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Riau juga terus memperluas akses layanan kesehatan bagi orang dengan HIV.
Saat ini, layanan pemeriksaan, pengobatan, perawatan, hingga pendampingan telah tersedia di 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau.
> “Kami juga melakukan upaya perluasan layanan pengobatan dan layanan perawatan serta dukungan pengobatan yang saat ini telah tersebar di 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau,” pungkas Zulkifli.
Pemerintah berharap langkah edukasi yang masif, deteksi dini, serta kemudahan akses layanan kesehatan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menekan penularan HIV di Provinsi Riau.
#HIV #AIDS #Riau #Pekanbaru #DinasKesehatanRiau #Kesehatan #PencegahanHIV #TesHIV #EdukasiKesehatan #KesehatanMasyarakat #InfoKesehatan #BeritaRiau #IndonesiaSehat #HIVAwareness #NewsIndonesia

