PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Para pencinta olahraga panjat tebing, khususnya kategori bouldering, bersiap. Dinding Boulder Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat (FISIP ULM) kembali bakal menjadi arena adu kekuatan, strategi, keberanian dan mental pada Oktober 2026.
Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Fisipioneer FISIP ULM kembali menggelar Fisipioneer Bouldering Competition (FBC) VI 2026 pada 9–11 Oktober 2026.

Kompetisi tersebut akan berlangsung selama tiga hari di Dinding Panjat Boulder FISIP ULM, Banjarmasin.
Bukan hanya ajang mencari siapa yang paling kuat, kompetisi ini akan menguji kemampuan peserta dalam membaca jalur, menentukan strategi, menjaga keseimbangan, mengatur ritme hingga mengambil keputusan di tengah tekanan.
Sebab di dunia bouldering, tenaga saja tidak cukup.
Satu gerakan yang keliru bisa membuat pemanjat kehilangan momentum dan harus kembali mengulang perjuangan dari bawah.
FBC Kini Masuk Edisi Keenam
Tahun ini menjadi tonggak penting bagi MPA Fisipioneer.
Fisipioneer Bouldering Competition telah memasuki edisi ke-6.
Ketua Umum MPA Fisipioneer, Salman Al Farizi, mengatakan perjalanan enam edisi tersebut menjadi bukti konsistensi organisasi dalam mengembangkan olahraga panjat tebing, khususnya di kalangan pemuda dan mahasiswa.
Menurutnya, FBC VI 2026 tidak boleh dipandang hanya sebagai agenda rutin tahunan.
“Tahun ini, kita kembali menapaki tonggak sejarah penting. FISIPIONEER Bouldering Competition (FBC) kini telah menginjak edisi ke-6,” ujar Salman.
Ia menjelaskan, keberadaan FBC diharapkan terus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus mengembangkan olahraga panjat tebing di kalangan generasi muda.
“Ajang kompetisi panjat tebing kategori bouldering ini bukan sekadar perlombaan rutin tahunan, melainkan wujud konsistensi kita dalam mengembangkan dunia panjat tebing, khususnya di kalangan pemuda dan mahasiswa, serta menjadi wadah pembinaan atlet-atlet muda berbakat,”katanya.
Bukan Cuma Adu Kuat, Tapi Adu Strategi
Bouldering memiliki karakter yang membuat kompetisinya menarik untuk disaksikan.
Pemanjat tidak hanya dituntut memiliki kekuatan fisik. Mereka harus mampu membaca karakter jalur, memperhitungkan posisi tubuh, memilih pegangan dan pijakan, sekaligus menentukan kapan harus mengeluarkan tenaga maksimal.
Di sinilah kemampuan problem solving menjadi salah satu kunci.
Salman mengatakan, tantangan tersebut juga menjadi bagian penting dari konsep FBC VI 2026.
“Kompetisi ini tidak hanya menguji kekuatan fisik, ketahanan mental, dan kemampuan pemecahan masalah climber di jalur bouldering, tetapi juga dirancang untuk mempererat tali silaturahmi antar-komunitas pencinta alam, atlet, dan penggiat alam bebas,” tuturnya.
Dengan konsep tersebut, FBC diharapkan tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bertemunya para pemanjat dan komunitas untuk saling berbagi pengalaman serta membangun jejaring.

Fisipioneer Punya Pengalaman Gelar Kompetisi
Fisipioneer bukan pemain baru dalam penyelenggaraan kompetisi bouldering.
Organisasi mahasiswa pecinta alam di lingkungan FISIP ULM tersebut sebelumnya telah memiliki pengalaman menggelar berbagai kompetisi panjat, termasuk kegiatan dengan cakupan regional hingga nasional.
Pengalaman itu menjadi modal penting untuk kembali menghadirkan FBC VI dengan konsep yang semakin matang.
Bagi penyelenggara, keberhasilan sebuah kompetisi bukan hanya diukur dari jumlah peserta atau kemeriahan acara.
Ada misi yang lebih panjang, yakni menciptakan ruang pembinaan bagi pemanjat muda sekaligus memperkuat ekosistem olahraga panjat tebing di Kalimantan Selatan.
Targetnya Tak Hanya Sukses Seremonial
Salman berharap FBC VI 2026 dapat memberikan dampak lebih luas, baik bagi peserta, komunitas maupun masyarakat.
Ia ingin kompetisi tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan olahraga luar ruang sekaligus membawa nama Fisipioneer semakin dikenal.
“Saya berharap FBC VI 2026 tidak hanya sukses secara seremonial dan teknis, tetapi juga mampu menginspirasi masyarakat luas tentang pentingnya menjaga jiwa sportif, mencintai olahraga luar ruang, serta memperkenalkan nama besar FISIPIONEER secara lebih luas,” ungkapnya.
Harapan tersebut sejalan dengan semangat penyelenggaraan kompetisi yang tidak hanya mengejar podium, tetapi juga membangun karakter.
Sebab di atas dinding boulder, peserta belajar bahwa untuk mencapai titik tertinggi, diperlukan keberanian, perhitungan, ketekunan dan kemampuan bangkit ketika gagal.
Catat Tanggalnya!
Bagi para pemanjat dan pencinta olahraga panjat tebing, agenda FBC VI 2026 sudah waktunya masuk kalender.
📅 9–11 Oktober 2026
📍 Dinding Panjat Boulder FISIP ULM, Banjarmasin
🏆 Fisipioneer Bouldering Competition VI 2026
🎓 Penyelenggara: MPA Fisipioneer FISIP ULM
Setelah perjalanan panjang hingga memasuki edisi keenam, FBC kembali membuka panggung bagi para pemanjat untuk menguji kemampuan terbaiknya.
Pertanyaannya kini:
Siapa yang mampu membaca jalur, menaklukkan setiap problem, menjaga mental, dan bertahan sampai menjadi yang terbaik?
Jawabannya akan ditentukan di dinding boulder Fisipioneer FISIP ULM, Oktober mendatang.
Save the date. Siapkan fisik, strategi dan mental. Saatnya taklukkan boulder! 🧗🔥
#FBCVI2026 #FisipioneerBoulderingCompetition #BoulderingBanjarmasin #PanjatTebing #FISIPULM #ULM #BoulderingKalsel #OlahragaKalsel #KomunitasPanjat #MahasiswaULM #Banjarmasin #KalimantanSelatan #PublikaIndonesia

