PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Kota Banjarbaru masih belum sepenuhnya lepas dari kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Meski intensitas titik api mulai menurun, asap masih menjadi persoalan yang dirasakan warga. Bahkan, pada pagi hari, kabut asap kembali menyelimuti sejumlah kawasan hingga membuat jarak pandang terbatas dan aktivitas masyarakat ikut terganggu.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, luasan lahan terdampak karhutla dalam dua bulan terakhir telah mencapai 1.263,2 hektare.
Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan karhutla belum bisa dianggap selesai. Sebab, di tengah berkurangnya sejumlah titik api, hotspot baru masih bermunculan di beberapa wilayah.
Bagi warga Banjarbaru, persoalan karhutla bukan hanya soal lahan yang terbakar.
Kabut asap yang datang silih berganti juga mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Seorang warga Banjarbaru Dika mengaku kondisi paling terasa terjadi pada pagi hari. Kabut asap cenderung lebih pekat dan membuat jarak pandang di jalan menjadi terbatas.
Aktivitas yang seharusnya sudah dimulai sejak pagi pun ikut terganggu. Kondisi baru terasa sedikit lebih normal ketika memasuki sekitar pukul 10.00 WITA hingga malam hari.
Namun, menjelang subuh hingga pagi kembali menjadi waktu yang paling mengkhawatirkan.
Bukan hanya di luar rumah, aroma asap juga disebut masih tercium hingga ke dalam rumah.
“Kalau pagi asapnya sangat terasa. Di dalam rumah saja bau asap cukup menyengat. Aktivitas juga terganggu, terutama ketika harus keluar pagi,” keluh Dika.
Kondisi tersebut juga membuat pengguna jalan harus ekstra waspada.
Jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melintas pada pagi hari ketika kepulan asap cukup pekat.
Warga berharap penanganan karhutla dapat terus dilakukan hingga sumber api benar-benar terkendali dan kualitas udara kembali membaik.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie, mengatakan jumlah titik api memang mulai mengalami penurunan.
Namun, kondisi tersebut belum berarti karhutla telah sepenuhnya aman.
Sebab, hotspot baru masih ditemukan, salah satunya di wilayah Kecamatan Cempaka.
“Yang jelas untuk titik api ada pengurangan akan tetapu tetapi ada lagi hotspot (titik panas) baru yang timbul di daerah Kecamatan Cempaka,” ujar Zaini.
BPBD mencatat saat ini terdapat dua hotspot kategori tinggi di Kecamatan Cempaka.
Sementara itu, hotspot kategori sedang masih terpantau di wilayah Kecamatan Landasan Ulin dan Kecamatan Liang Anggang.
Artinya, meski jumlah titik api menurun, potensi munculnya kebakaran baru masih menjadi ancaman.
Untuk memperkuat penanganan, BPBD Kota Banjarbaru telah membentuk tiga posko karhutla di sejumlah lokasi strategis.
Satu posko berada di Jalan Tambak Buluh.
Sementara dua posko lainnya berada di kawasan Jalan A Yani Kilometer 21, Kecamatan Liang Anggang.
“Dua (posko) di Pal 21 yang dikelola oleh kawan-kawan komunitas Liang Anggang. Nah, di sana dia bekerja sesuai dengan wilayahnya masing-masing,” ungkap Zaini.
Keberadaan posko tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pemantauan sekaligus penanganan apabila kembali ditemukan titik api di wilayah rawan.
Di tengah upaya pemadaman dan pencegahan, persoalan kabut asap masih menjadi pekerjaan rumah.
Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Banjarbaru pada Rabu dan Kamis pagi.
BPBD pun mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika beraktivitas pada pagi hari.
Warga juga diminta menggunakan masker pada waktu-waktu tertentu, terutama saat kondisi asap mulai pekat.
“Kami sudah menyosialisasikan pada warga untuk menggunakan masker di waktu-waktu atau jam-jam tertentu, seperti kegiatan aktivitas pagi,” kata Zaini.
Dengan luasan lahan terdampak yang sudah mencapai 1.263,2 hektare dan masih munculnya hotspot baru, karhutla Banjarbaru belum benar-benar berada di garis akhir.
Bagi masyarakat, harapannya sederhana: bukan hanya titik api yang berkurang, tetapi juga asap yang selama ini mengganggu aktivitas dan membuat perjalanan pagi menjadi lebih berisiko bisa segera hilang dari langit Banjarbaru.
#KarhutlaBanjarbaru #KarhutlaKalsel #KabutAsapBanjarbaru #Banjarbaru #BPBDBanjarbaru #KebakaranHutanDanLahan #HotspotBanjarbaru #Cempaka #LandasanUlin #LiangAnggang #KabutAsapKalsel #KebakaranLahan #InfoBanjarbaru #BeritaBanjarbaru #KalimantanSelatan

