PUBLIKAINDONESIA.COM, AMUNTAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terus memperkuat langkah dalam menekan angka kemiskinan. Tak hanya mengandalkan program bantuan, Pemkab HSU kini meluncurkan aplikasi E-Kompak, sebuah sistem terpadu berbasis data yang dirancang untuk mempercepat koordinasi, perencanaan, pengendalian, hingga evaluasi program penanggulangan kemiskinan.
Peluncuran aplikasi tersebut dilakukan bersamaan dengan Rapat Koordinasi Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (OPPKPKE) Semester I Tahun 2026, Rabu (15/7/2026).
Wakil Bupati Hulu Sungai Utara, Hero Setiawan, menegaskan bahwa keberhasilan program pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya diukur dari turunnya angka statistik.
Menurutnya, ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Apa pun yang kita kerjakan untuk pengentasan kemiskinan, yang terpenting adalah hasil akhirnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Hero.
Hero menjelaskan, dirinya bersama Bupati HSU H. Sahrujani berkomitmen mendukung seluruh program penanggulangan kemiskinan agar berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Komitmen tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Menurutnya, keberhasilan program hanya dapat dicapai apabila seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan mampu membangun sinergi yang kuat.
Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk mencegah tumpang tindih bantuan, mempercepat proses verifikasi data penerima manfaat, serta meningkatkan transparansi dalam penggunaan anggaran.
Hero berharap seluruh anggota tim OPPKPKE semakin aktif bergerak agar target penurunan angka kemiskinan di Kabupaten HSU dapat tercapai lebih cepat.
Sementara itu, Kepala Bappedalitbang HSU, Jumadi, menjelaskan bahwa penanggulangan kemiskinan menjadi salah satu program strategis pemerintah daerah dalam periode 2025–2029.
Ia menyebut peluncuran E-Kompak menjadi langkah penting untuk memperkuat koordinasi antarinstansi melalui sistem yang terintegrasi dan berbasis data.
Aplikasi tersebut akan berfungsi sebagai pusat data dan informasi yang memudahkan pemerintah memantau penerima manfaat, menyinkronkan program antarperangkat daerah, hingga menyusun laporan perkembangan penanganan kemiskinan secara lebih akurat.
“Saat ini isu kemiskinan menjadi salah satu rapor kinerja kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan,” ujar Jumadi.
Menurutnya, penggunaan data yang akurat akan membantu pemerintah mengambil kebijakan yang lebih tepat sasaran sehingga program bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Melalui penerapan E-Kompak, Pemkab HSU berharap seluruh program pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan terukur.
Dengan dukungan seluruh perangkat daerah, pemerintah optimistis target percepatan penurunan angka kemiskinan serta penghapusan kemiskinan ekstrem dapat tercapai sesuai arah kebijakan nasional.
Peluncuran sistem digital ini sekaligus menandai transformasi tata kelola penanggulangan kemiskinan di HSU yang kini semakin mengedepankan kolaborasi, integrasi data, dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
#HSU #HuluSungaiUtara #Amuntai #PengentasanKemiskinan #EKompak #KemiskinanEkstrem #PemkabHSU #KalimantanSelatan #BeritaKalsel #PembangunanDaerah

