Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    Iming-Iming Pekerjaan Berujung Eksploitasi, Korban Diduga Dipaksa Layani 300 Pelanggan Sebulan

    17/10/2026

    Dana Bencana BNPB untuk Banjir, Gempa hingga Karhutla, Diduga untuk Beli Saham

    17/10/2026

    Babak Baru Peradilan Militer? MK Tegaskan Pidana Umum Prajurit TNI Seharusnya Ditangani Peradilan Umum

    16/10/2026

    Pemerintah Siapkan HP Gratis dan Rekening Digital untuk Warga, Siapa yang Bakal Jadi Penerima?

    16/10/2026

    Resmi Gantikan Zainuddin, Ahmad Shaufi : Tinggalkan Perbedaan, Saatnya Bersatu dan Bangun Desa Lok Paikat Bersama!

    16/10/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Sport Tourism di Banjarbaru Makin Hidup, Aeris Boxing Buka Arena untuk Lahirkan Petinju Hebat

      05/06/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Dispar Kalsel Gandeng 50 Influencer Promosikan Wisata

      28/04/2026

      Seru dan Menantang, Event Lari Pantai-Gunung Biome Trail Run Mapala Piranha Siap Jadi Ikon Baru Kalsel

      28/04/2026

      Rayakan HUT ke-76 Kalsel, RSGM Gusti Hasan Aman Perkuat Edukasi Kesehatan Gigi Lewat Baksos hingga Lomba Kreatif

      20/07/2026

      Kalteng Tancap Gas Kembangkan Industri Obat Herbal, Bajakah hingga Pasak Bumi Disiapkan Tembus Pasar Nasional

      16/07/2026

      Donor Darah Berbonus Beras, Pakar Perlindungan Konsumen Ingatkan Potensi Celah Tata Kelola

      27/06/2026

      Senyum Ceria Anak Panti Jadi Bukti Kepedulian RSGM Gusti Hasan Aman

      30/04/2026

      Teknologi Hidrogen Mulai Diuji di Indonesia, ESDM : Emisi Bus Bakalan Turun Drastis

      16/08/2026

      Bibit Tanaman dari Taniran Kubah HSS Tembus Kaltim dan Kalteng, Dewan Dorong Pemasaran Lewat Digital

      14/08/2026

      WhatsApp Rilis 3 Fitur Baru untuk Grup, Ada @All hingga Polling Bisa Disembunyikan

      09/08/2026

      Berani Lawan Perusahaan Prancis, Burkina Faso Jatuhkan Denda Rp5 Miliar ke Canal+

      08/08/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Dana Bencana BNPB untuk Banjir, Gempa hingga Karhutla, Diduga untuk Beli Saham

    Dana Bencana BNPB untuk Banjir, Gempa hingga Karhutla, Diduga untuk Beli Saham

    Tim PublikaTim Publika17/10/2026

    PUBLIKAINDONESIA.COM, JAKARTA – Dana yang semestinya digunakan untuk membantu masyarakat menghadapi bencana kini menjadi sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Penyidik menduga sebagian dana siap pakai (DSP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengalir ke perusahaan yang terafiliasi dengan Bima Setiawan, adik mantan Kepala BNPB Suharyanto, dan digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk pembelian saham.

    Dugaan tersebut diungkap Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, dalam keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

    Menurut KPK, perusahaan-perusahaan yang diduga terafiliasi dengan Bima memperoleh proyek pengadaan BNPB melalui mekanisme penunjukan langsung selama periode 2024 hingga 2026. Total nilai pengadaan yang disorot penyidik mencapai sekitar Rp148 miliar.

    KPK merinci nilai pengadaan yang diduga melibatkan perusahaan terafiliasi Bima dalam tiga tahun anggaran.

    Pada 2024, nilainya mencapai Rp45,76 miliar. Angka tersebut meningkat menjadi Rp52,27 miliar pada 2025, kemudian mencapai Rp50 miliar pada 2026.

    Jika dijumlahkan, totalnya mencapai Rp148,03 miliar atau sekitar Rp148 miliar.

    Penyidik menduga dana yang mengalir ke perusahaan-perusahaan tersebut tidak seluruhnya digunakan sesuai peruntukannya. Sebagian uang diduga dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, termasuk investasi saham.

    “Dalam proses penggunaan dana siap pakai BNPB pada pengadaan tersebut, dana yang mengalir ke perusahaan yang terafiliasi dengan BMS dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi,” ungkap Taufik.

    Dugaan ini menjadi bagian dari penyidikan KPK terhadap penggunaan anggaran kebencanaan di lingkungan BNPB.

    Salah satu temuan yang diungkap KPK berkaitan dengan pembelian saham PT Medela Potentia Tbk (MDLA) melalui PT Alfa Veritas Energizer (AVE).

    Berdasarkan keterangan penyidik, PT AVE tercatat memiliki 150,4 juta lembar saham MDLA atau sekitar 1,07 persen kepemilikan. Dengan harga saham Rp206 per lembar pada 13 Oktober 2026, nilai kepemilikan tersebut diperkirakan mencapai Rp30,98 miliar.

    KPK menduga pembelian saham itu berkaitan dengan aliran dana dari pengadaan yang menggunakan dana siap pakai BNPB. Namun, dugaan tersebut masih menjadi bagian dari proses hukum yang harus dibuktikan melalui penyidikan dan persidangan.

    Dana siap pakai BNPB merupakan anggaran yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak dalam penanganan bencana. Penggunaannya dapat mencakup berbagai kebutuhan darurat, mulai dari penanganan dampak bencana hingga dukungan logistik dan operasional.

    Dalam kasus ini, KPK menyebut dana yang dipersoalkan berkaitan dengan pengadaan untuk penanganan sejumlah bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Papua, gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), serta banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

    Peruntukan tersebut membuat perkara ini menjadi perhatian karena menyangkut anggaran yang disiapkan untuk mendukung penanganan situasi darurat dan kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

    Dalam perkara dugaan korupsi dana siap pakai BNPB ini, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka adalah Bima Setiawan, Gabriel Purwaka Sigit, Richard Erlangga, Gery Prasetiawan, dan Syifa Nrika Ghifarian.

    Gabriel merupakan pejabat BNPB yang menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Kedaruratan sekaligus pejabat pembuat komitmen. Bima dan Richard disebut sebagai tenaga ahli, sedangkan Gery dan Syifa berasal dari pihak swasta.

    KPK mengungkap perkara tersebut setelah melakukan operasi tangkap tangan di lingkungan BNPB pada 13 Oktober 2026. Penyidikan selanjutnya diarahkan untuk mendalami dugaan penyimpangan dalam pengadaan, aliran dana, serta peran masing-masing tersangka.

    Kasus ini kini menjadi ujian bagi pengawasan anggaran kebencanaan. Publik menunggu bagaimana KPK mengungkap aliran dana tersebut secara menyeluruh, sekaligus memastikan pertanggungjawaban hukum atas dugaan penyalahgunaan anggaran yang seharusnya mendukung penanganan bencana.

    #KPK #BNPB #DanaBencana #KorupsiDanaBencana #BimaSetiawan #Suharyanto #KasusBNPB #DanaSiapPakai #SahamMDLA #PenangananBencana #BeritaNasional #BeritaHukum #PublikaIndonesia.com

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    Iming-Iming Pekerjaan Berujung Eksploitasi, Korban Diduga Dipaksa Layani 300 Pelanggan Sebulan

    17/10/2026

    Babak Baru Peradilan Militer? MK Tegaskan Pidana Umum Prajurit TNI Seharusnya Ditangani Peradilan Umum

    16/10/2026

    Pemerintah Siapkan HP Gratis dan Rekening Digital untuk Warga, Siapa yang Bakal Jadi Penerima?

    16/10/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Iming-Iming Pekerjaan Berujung Eksploitasi, Korban Diduga Dipaksa Layani 300 Pelanggan Sebulan

    17/10/2026

    Dana Bencana BNPB untuk Banjir, Gempa hingga Karhutla, Diduga untuk Beli Saham

    17/10/2026

    Babak Baru Peradilan Militer? MK Tegaskan Pidana Umum Prajurit TNI Seharusnya Ditangani Peradilan Umum

    16/10/2026

    Pemerintah Siapkan HP Gratis dan Rekening Digital untuk Warga, Siapa yang Bakal Jadi Penerima?

    16/10/2026
    Berita Pilihan
    Hukum

    Iming-Iming Pekerjaan Berujung Eksploitasi, Korban Diduga Dipaksa Layani 300 Pelanggan Sebulan

    17/10/2026 Hukum

    PUBLIKAINDONESIA.COM, SURABAYA – Praktik dugaan perdagangan orang dengan modus eksploitasi seksual kembali terungkap di Jawa…

    Dana Bencana BNPB untuk Banjir, Gempa hingga Karhutla, Diduga untuk Beli Saham

    17/10/2026

    Babak Baru Peradilan Militer? MK Tegaskan Pidana Umum Prajurit TNI Seharusnya Ditangani Peradilan Umum

    16/10/2026

    Pemerintah Siapkan HP Gratis dan Rekening Digital untuk Warga, Siapa yang Bakal Jadi Penerima?

    16/10/2026

    Recent Posts

    • Iming-Iming Pekerjaan Berujung Eksploitasi, Korban Diduga Dipaksa Layani 300 Pelanggan Sebulan
    • Dana Bencana BNPB untuk Banjir, Gempa hingga Karhutla, Diduga untuk Beli Saham
    • Babak Baru Peradilan Militer? MK Tegaskan Pidana Umum Prajurit TNI Seharusnya Ditangani Peradilan Umum
    • Pemerintah Siapkan HP Gratis dan Rekening Digital untuk Warga, Siapa yang Bakal Jadi Penerima?
    • Resmi Gantikan Zainuddin, Ahmad Shaufi : Tinggalkan Perbedaan, Saatnya Bersatu dan Bangun Desa Lok Paikat Bersama!

    Recent Comments

    1. lanacurvaf mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    2. lanacurvaf mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    3. lanacurvaf mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    4. lanacurvaf mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    5. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    Oktober 2026
    SSRKJSM
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031 
    « Sep    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.