PUBLIKAINDONESIA.COM, MARTAPURA – Tawa riang anak-anak mewarnai hari pertama masuk sekolah di TK Negeri Jawa, Kelurahan Jawa, Martapura, Senin (6/7/2026). Di tengah suasana penuh semangat itu, Bunda PAUD Kabupaten Banjar, Hj. Nurgita Tiyas, turun langsung memantau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah PAUD Tahun Ajaran 2026/2027.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses pengenalan lingkungan sekolah berjalan sesuai prinsip pendidikan anak usia dini, yakni menghadirkan suasana yang aman, nyaman, ramah, dan menyenangkan bagi setiap peserta didik baru.
Didampingi jajaran perangkat daerah terkait, Nurgita menyapa satu per satu anak-anak yang baru memulai perjalanan pendidikan mereka. Ia juga berdialog dengan guru dan para orang tua yang setia mendampingi buah hati di hari pertama sekolah.
Tak hanya itu, Bunda PAUD turut meninjau fasilitas belajar, kebersihan lingkungan sekolah, hingga berbagai aktivitas yang dirancang untuk membantu anak mengenal lingkungan baru melalui permainan edukatif dan interaksi yang menyenangkan.
“MPLS harus menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi anak. Mereka dikenalkan dengan lingkungan sekolah, guru, teman-teman baru, serta berbagai kegiatan bermain sambil belajar agar tumbuh rasa aman, nyaman, dan percaya diri sejak hari pertama,” ujar Nurgita.
Dalam kesempatan tersebut, Nurgita juga memberikan pesan khusus kepada para orang tua agar terus mendampingi anak dengan penuh kasih sayang selama masa adaptasi di sekolah.
Menurutnya, proses belajar tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga agar anak mampu berkembang secara optimal.
Ia mengingatkan agar orang tua tidak memberikan tekanan ataupun tuntutan yang berlebihan kepada anak, terutama pada masa-masa awal mereka mengenal dunia sekolah.
“Jadilah teladan bagi anak. Bangun komunikasi yang baik dengan guru karena kerja sama antara sekolah dan orang tua menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia,” pesannya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Tisno Hadimurti, menegaskan bahwa konsep MPLS Ramah PAUD mengedepankan lingkungan belajar yang inklusif dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun tekanan psikologis.
Ia memastikan seluruh sekolah menerapkan proses pengenalan yang positif sehingga anak-anak merasa nyaman saat memulai aktivitas belajar.
“Melalui MPLS, peserta didik dikenalkan dengan lingkungan sekolah secara positif dan menyenangkan. Mereka belajar mengenal guru, tenaga kependidikan, hingga teman-teman baru tanpa adanya perpeloncoan ataupun tekanan. Ini menjadi langkah awal membangun semangat belajar sejak hari pertama,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Banjar berharap pelaksanaan MPLS Ramah PAUD tidak hanya menjadi kegiatan seremonial di awal tahun ajaran, tetapi benar-benar menjadi pondasi penting dalam membangun karakter anak sejak usia dini.
Dengan lingkungan sekolah yang aman, guru yang ramah, serta dukungan penuh dari orang tua, diharapkan setiap anak dapat menjalani masa transisi menuju dunia pendidikan dengan bahagia dan penuh percaya diri.
Hari pertama sekolah pun bukan lagi menjadi momen yang menegangkan, melainkan langkah awal yang menyenangkan menuju masa depan yang lebih cerah.
#MPLS2026 #PAUDBanjar #BundaPAUDBanjar #KabupatenBanjar #Martapura #PendidikanAnakUsiaDini #SekolahRamahAnak #HariPertamaSekolah #BanjarHebat #KalimantanSelatan

