PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Perjuangan relawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru ternyata tidak berhenti ketika kobaran api berhasil dipadamkan. Di tengah ancaman kekeringan, mereka juga turun tangan membantu masyarakat mendapatkan pasokan air bersih.
Dedikasi tersebut mendapat perhatian khusus dari Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, saat menghadiri kegiatan Silaturahmi Relawan Karhutla se-Kota Banjarbaru Tahun 2026 di Lapangan Bola dr. Murdjani, Jumat (6/11/2026).

Pertemuan tersebut bukan sekadar ajang berkumpul. Momentum ini menjadi bentuk penghargaan sekaligus upaya memperkuat kebersamaan antara pemerintah daerah dan para relawan yang selama ini berada di garis depan penanganan bencana.
Di balik tugas yang kerap mempertaruhkan tenaga, waktu, bahkan keselamatan, para relawan memiliki peran penting dalam membantu masyarakat menghadapi situasi darurat.
Mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan hingga membantu pendistribusian air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan.
Dalam sambutannya, Lisa Halaby menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh relawan pemadam kebakaran serta masyarakat peduli bencana yang telah menunjukkan kepedulian terhadap sesama.
Ia mengapresiasi pengabdian para relawan yang secara sukarela mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran demi membantu masyarakat.
Secara khusus, Wali Kota juga memberikan penghargaan atas keterlibatan relawan dalam mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.
Menurutnya, kepedulian tersebut merupakan gambaran nyata semangat kemanusiaan dan gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat.
Peran relawan dinilai sangat berarti karena menjadi salah satu kekuatan pendukung pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
Tak hanya menyampaikan apresiasi, Lisa juga mengingatkan agar seluruh relawan tetap menjaga kekompakan, memperkuat koordinasi, serta saling mendukung ketika menjalankan tugas di lapangan.
Satu hal yang tak kalah penting adalah keselamatan personel.
Sebab, tugas kemanusiaan bukan hanya tentang seberapa cepat api dapat dipadamkan atau bantuan disalurkan, tetapi juga memastikan setiap relawan dapat menjalankan tugas dengan tetap memperhatikan keselamatan diri.
Pemerintah Kota Banjarbaru, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan seluruh unsur relawan dalam penanggulangan bencana, sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku.
Melalui semangat *Gawi Sabarataan*, Pemko Banjarbaru berharap kesiapsiagaan menghadapi bencana semakin kuat.
Kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem perlindungan yang lebih optimal, terutama ketika menghadapi ancaman karhutla maupun bencana lainnya.
Silaturahmi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa penanganan bencana tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak.
Dibutuhkan kerja sama, kepedulian, dan gerakan bersama agar masyarakat mendapatkan perlindungan serta bantuan yang dibutuhkan.
Di balik seragam dan kendaraan pemadam, ada orang-orang yang rela meninggalkan kesibukan demi membantu sesama.
Mereka bukan hanya hadir ketika api berkobar, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Bersama relawan, Banjarbaru bergerak untuk keselamatan dan kepentingan masyarakat.
#LisaHalaby #WaliKotaBanjarbaru #RelawanKarhutla #KarhutlaBanjarbaru #Karhutla2026 #Banjarbaru #PemkoBanjarbaru #RelawanPemadamKebakaran #BantuanAirBersih #KekeringanBanjarbaru #PenanggulanganBencana #KesiapsiagaanBencana #GawiSabarataan #BeritaBanjarbaru #BeritaKalsel #PUBLIKAINDONESIA

