PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Kemarau panjang mulai membuat kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) semakin sulit. Persoalan yang paling terasa adalah krisis air bersih, bahkan di sejumlah kawasan warga terpaksa merogoh kocek lebih dalam hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi ini salah satunya dialami masyarakat di kawasan Batu Ampar, Kelurahan Cempaka, Kota Banjarbaru. Sumur-sumur warga dilaporkan mengering sehingga sumber air yang selama ini diandalkan tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Untuk mendapatkan air bersih, warga terpaksa membeli satu tandon dengan harga sekitar Rp100 ribu. Ironisnya, air sebanyak itu hanya mampu mencukupi kebutuhan selama kurang lebih tiga hari.


Bantuan air dari pemerintah yang didistribusikan setiap pekan juga dinilai belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan masyarakat. Akibatnya, masih ada warga yang belum kebagian pasokan air bersih.
Di tengah situasi tersebut, Ketua DPD Partai Hanura Kalimantan Selatan, Habib Sayed Jafar Alaydrus, mengambil langkah dengan mengerahkan armada truk tangki air untuk membantu masyarakat yang terdampak kemarau panjang.
Melalui Relawan Karhutla Hanura, bantuan air tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan warga, tetapi juga mendukung upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik di Kalsel.
Sedikitnya tiga unit truk tangki air disiagakan untuk mendukung Tim Gabungan Penanganan Karhutla Kalsel, salah satunya di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi.

Armada tersebut memiliki kapasitas beragam, mulai dari 5.000 liter hingga 16.000 liter. Keberadaannya diharapkan dapat membantu memperkuat suplai air bagi petugas yang berjibaku memadamkan kebakaran sekaligus menjangkau masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih.
Koordinator Lapangan Relawan Karhutla Hanura, H. Reyhan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Habib Sayed Jafar Alaydrus terhadap masyarakat dan petugas yang menghadapi dampak kemarau panjang.
“Untuk relawan Hanura sendiri, kegiatan bakti sosial ini meliputi bantuan air bersih bagi warga dan suplai air untuk penanganan karhutla. Ketua DPD, Habib Sayed Jafar Alaydrus, memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini,” ujar Reyhan.

Aksi sosial tersebut tidak hanya menyasar satu kawasan. Relawan Hanura secara berkala menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah daerah yang membutuhkan pasokan tambahan.
Hingga saat ini, distribusi bantuan telah menjangkau tiga wilayah, yakni Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, serta sebagian wilayah Kabupaten Banjar.
Menurut Reyhan, masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih menjadi salah satu prioritas dalam penyaluran bantuan tersebut.
“Selama kemarau panjang ini, kami juga menyuplai air bersih bagi masyarakat. Warga yang terdampak kekurangan air bersih akan dibantu,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan Relawan Hanura, Rahmat Santoso, menjelaskan bahwa pengerahan armada dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Kami menerjunkan armada tangki secara berkala untuk menyuplai daerah-daerah yang paling membutuhkan dan belum terjangkau maksimal,” terang Rahmat.
Salah satu wilayah yang menerima manfaat bantuan tersebut adalah Sungai Abit, Kelurahan Cempaka, Banjarbaru.

Di kawasan ini, distribusi air bersih tidak hanya diperuntukkan bagi rumah tangga, tetapi juga menjangkau fasilitas pendidikan keagamaan dan tempat ibadah, termasuk madrasah dan masjid.
Ketua RT 27, Sahiri, mengaku bersyukur atas bantuan yang disalurkan Habib Sayed Jafar Alaydrus kepada masyarakat di lingkungannya.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga yang sedang menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih akibat sumur yang mengering.
“Bantuan ini sangat membantu mengurangi beban masyarakat. Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Habib Sayed Jafar Alaydrus yang telah menyalurkan air bersih untuk warga, madrasah, dan masjid di wilayah kami,” ujarnya.

Di tengah persoalan krisis air bersih, ancaman karhutla juga menjadi perhatian serius selama musim kemarau.
Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung upaya pemadaman. Karena itu, dukungan armada tangki diharapkan dapat membantu memperlancar kebutuhan suplai air bagi tim gabungan yang bekerja di lapangan.
Meski hujan dengan intensitas cukup deras sempat mengguyur beberapa wilayah Kalsel dalam beberapa hari terakhir, kondisi tersebut belum sepenuhnya memulihkan ketersediaan air tanah.

Masyarakat pun berharap hujan segera turun secara merata agar sumur-sumur yang mengering kembali terisi dan kebutuhan air bersih tidak lagi menjadi persoalan sehari-hari.
Melalui pengerahan armada tangki dan kegiatan bakti sosial tersebut, Relawan Karhutla Hanura berupaya mengambil bagian dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau sekaligus mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Selatan.
Sebab, di tengah kemarau panjang, setiap tetes air bukan sekadar kebutuhan, tetapi juga menjadi harapan bagi warga yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
#HabibSayedJafarAlaydrus #HanuraKalsel #PartaiHanura #BantuanAirBersih #KrisisAirBersih #KemarauPanjangKalsel #KarhutlaKalsel #KarhutlaBanjarbaru #BeritaBanjarbaru #BeritaKalimantanSelatan #WargaCempaka #SungaiAbit #RelawanKarhutla #Banjarmasin #KabupatenBanjar #PUBLIKAINDONESIA

