PUBLIKAINDONESIA.COM, BATULICIN – Persoalan aliran air yang selama ini mengganggu aktivitas warga di Desa Kersik Putih, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, perlahan menemukan solusi.
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu membangun saluran air sepanjang 100 meter di lingkungan RT 05 dan RT 13 pada pertengahan 2025. Infrastruktur sederhana ini ternyata punya arti besar bagi warga yang selama ini harus berhadapan dengan aliran air di jalan lingkungan.

Kondisi permukiman yang berada lebih rendah dari jalan raya membuat air dari kawasan atas mengalir mengikuti kontur menuju rumah-rumah warga.
Saat hujan turun, debit air yang mengalir cukup deras. Air bahkan kerap melintasi jalan di dalam lingkungan permukiman.
Masalahnya tak berhenti di air hujan.
Sebelum saluran dibangun, air limbah rumah tangga dari kawasan yang lebih tinggi juga ikut mengalir menuju permukiman warga di area rendah.
Jalan lingkungan yang seharusnya menjadi ruang warga untuk beraktivitas pun tak jarang berubah menjadi jalur aliran pembuangan.
Safrudin, warga Desa Kersik Putih, mengaku kondisi tersebut cukup membuat warga merasa tidak nyaman.
Menurutnya, persoalan tersebut sudah menjadi bagian dari keseharian warga sebelum adanya saluran air.
“Memang rasanya tidak nyaman, karena yang lewat bukan cuma air hujan, ada juga pembuangan dari rumah,” ujar Safrudin.
Kondisi tersebut membuat keberadaan saluran air menjadi kebutuhan yang cukup penting bagi lingkungan permukiman.
Kini, air yang sebelumnya mengalir melewati jalan dapat diarahkan melalui jalur saluran yang telah dibangun.
Bagi warga, kehadiran saluran memberikan jalur aliran air yang lebih terarah sekaligus membantu menata lingkungan permukiman.
Air tidak lagi dibiarkan mencari jalurnya sendiri melewati jalan warga.
Penataan seperti ini juga menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di kawasan permukiman yang memiliki persoalan kontur dan sistem pembuangan air.
Langkah tersebut sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu di bawah kepemimpinan Bupati Andi Rudi Latif.
Dalam visi-misi pembangunan daerah periode 2025–2029, Pemkab Tanah Bumbu menempatkan pembangunan yang berkualitas dan merata sebagai salah satu misi daerah.
Bagi masyarakat, pembangunan tidak selalu harus berupa proyek besar yang terlihat megah.
Kadang, sebuah saluran air sepanjang 100 meter justru menjadi infrastruktur yang paling terasa manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab ketika hujan turun, warga kini memiliki jalur air yang lebih jelas bukan lagi menjadikan jalan lingkungan sebagai tempat air hujan dan limbah rumah tangga mengalir.
#TanahBumbu #Batulicin #KersikPutih #AndiRudiLatif #PemkabTanahBumbu #PembangunanTanahBumbu #InfrastrukturTanahBumbu #SaluranAir #PembangunanDesa #BeritaTanahBumbu #TanahBumbuTerkini #KalselTerkini

