Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    Dugaan Tambang Emas Ilegal , Siapa di Balik Excavator di Hutan Pa’au?, Warga Sebut Sudah Beroperasi Sejak Akhir Agustus

    09/09/2026

    Perlindungan konsumen membutuhkan ekosistem, bukan ego kelembagaan

    09/09/2026

    Silaturahmi dan Sinergi Perlindungan Konsumen di Era Digital

    09/09/2026

    Mapala Piranha ULM Tantang 120 Tim di Super Adventure 2026, Siap Taklukkan 44,5 Km Medan Ekstrem

    08/09/2026

    Garuda Muda Bungkam Juara Bertahan Australia 2-0, Indonesia Juara Grup dan Terbang ke Piala Asia U-20 2027!

    06/09/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Sport Tourism di Banjarbaru Makin Hidup, Aeris Boxing Buka Arena untuk Lahirkan Petinju Hebat

      05/06/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Dispar Kalsel Gandeng 50 Influencer Promosikan Wisata

      28/04/2026

      Seru dan Menantang, Event Lari Pantai-Gunung Biome Trail Run Mapala Piranha Siap Jadi Ikon Baru Kalsel

      28/04/2026

      Rayakan HUT ke-76 Kalsel, RSGM Gusti Hasan Aman Perkuat Edukasi Kesehatan Gigi Lewat Baksos hingga Lomba Kreatif

      20/07/2026

      Kalteng Tancap Gas Kembangkan Industri Obat Herbal, Bajakah hingga Pasak Bumi Disiapkan Tembus Pasar Nasional

      16/07/2026

      Donor Darah Berbonus Beras, Pakar Perlindungan Konsumen Ingatkan Potensi Celah Tata Kelola

      27/06/2026

      Senyum Ceria Anak Panti Jadi Bukti Kepedulian RSGM Gusti Hasan Aman

      30/04/2026

      Teknologi Hidrogen Mulai Diuji di Indonesia, ESDM : Emisi Bus Bakalan Turun Drastis

      16/08/2026

      Bibit Tanaman dari Taniran Kubah HSS Tembus Kaltim dan Kalteng, Dewan Dorong Pemasaran Lewat Digital

      14/08/2026

      WhatsApp Rilis 3 Fitur Baru untuk Grup, Ada @All hingga Polling Bisa Disembunyikan

      09/08/2026

      Berani Lawan Perusahaan Prancis, Burkina Faso Jatuhkan Denda Rp5 Miliar ke Canal+

      08/08/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Sepanjang 2025, Indonesia Diguncang 43 Ribu Gempa

    Sepanjang 2025, Indonesia Diguncang 43 Ribu Gempa

    Tim PublikaTim Publika01/01/2026

    PUBLIKAINDONESIA.COM– Sepanjang tahun 2025, Indonesia benar-benar berada dalam “mode siaga”. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 43.439 kejadian gempabumi terjadi di berbagai wilayah Tanah Air.

    Dari puluhan ribu gempa tersebut, 973 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat, dan 25 kejadian dilaporkan menimbulkan kerusakan. Fakta ini disampaikan langsung Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Sidang Kabinet bersama Presiden Prabowo Subiantondi Istana Negara, Jakarta.

    “Sepanjang 2025, mayoritas gempa berkekuatan kecil, namun tetap perlu diwaspadai karena sebagian di antaranya berdampak langsung ke masyarakat,” ungkap Faisal.

    BMKG merinci, dari total 43.439 gempa:

    -43.286 gempa berkekuatan di bawah Magnitudo 5 (M<5)

    -153 gempa berkekuatan Magnitudo 5 ke atas (M≥5)

    Meski sebagian besar tergolong gempa kecil, dampaknya tidak bisa dianggap remeh. Data BMKG menunjukkan bahwa gempa yang dirasakan dan merusak tetap terjadi akibat faktor kedalaman dan kedekatan dengan permukiman.

    🔍 10 Ribu Lebih Alat Pantau Aktif 24 Jam

    Faisal menjelaskan, akurasi pemantauan ini ditopang oleh lebih dari 10.000 alat deteksi yang tersebar di seluruh Indonesia. Perangkat tersebut beroperasi di 191 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG, memantau gempa bumi, cuaca ekstrem, hingga potensi tsunami secara real-time.

    “Semua terpantau di UPT BMKG dan stasiun-stasiun yang tersebar di 191 daerah dengan lebih dari 10 ribu alat pemantau,” jelasnya.

    Tak hanya itu, BMKG juga memasang lightning detector atau alat pendeteksi petir di 38 UPT, guna memetakan lokasi dan intensitas sambaran petir secara akurat.

    ⚠️ Prakiraan Cuaca Tak Sekadar Hujan dan Panas

    Menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang makin kompleks, BMKG kini mengembangkan Sistem Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak atau Impact-Based Forecast (IBF).

    Berbeda dengan prakiraan cuaca konvensional, sistem IBF tidak hanya menyampaikan kondisi cuaca, tetapi juga potensi dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat dan sektor strategis.

    “Dengan sistem ini, kita bisa memprediksi di mana dan kapan petir terjadi berdasarkan kondisi cuaca di sekitarnya,” kata Faisal.

    BMKG menjelaskan, inti dari sistem IBF adalah konsep risiko, yakni irisan antara:

    -Bahaya (hazard)

    -Keterpaparan (exposure)

    -Kerentanan (vulnerability)

    Melalui sistem ini, BMKG akan memberikan rekomendasi langkah cepat yang bisa diambil pemerintah daerah, sektor terkait, hingga masyarakat untuk meminimalkan dampak bencana.

    🌍 Sejalan Standar Global

    Pengembangan IBF merupakan implementasi dari panduan World Meteorological Organization (WMO) serta komitmen Indonesia terhadap UN Hyogo Framework for Action dan UN Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015–2030.

    BMKG berharap, sistem prakiraan berbasis dampak ini mampu menekan risiko bencana hidrometeorologi secara signifikan, sekaligus menjadi dasar perencanaan kegiatan di berbagai sektor, dari transportasi hingga energi.

    #gempaindonesia #kaleidoskopgempa #gempa #BMKG #MitigasiBencana

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    Dugaan Tambang Emas Ilegal , Siapa di Balik Excavator di Hutan Pa’au?, Warga Sebut Sudah Beroperasi Sejak Akhir Agustus

    09/09/2026

    Garuda Muda Bungkam Juara Bertahan Australia 2-0, Indonesia Juara Grup dan Terbang ke Piala Asia U-20 2027!

    06/09/2026

    Baru Bantu Pemadam, Izin PT Mayawana Persada Dibekukan, Diduga Bakar Lahan di Ketapang

    06/09/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Dugaan Tambang Emas Ilegal , Siapa di Balik Excavator di Hutan Pa’au?, Warga Sebut Sudah Beroperasi Sejak Akhir Agustus

    09/09/2026

    Perlindungan konsumen membutuhkan ekosistem, bukan ego kelembagaan

    09/09/2026

    Silaturahmi dan Sinergi Perlindungan Konsumen di Era Digital

    09/09/2026

    Mapala Piranha ULM Tantang 120 Tim di Super Adventure 2026, Siap Taklukkan 44,5 Km Medan Ekstrem

    08/09/2026
    Berita Pilihan
    Kabupaten Banjar

    Dugaan Tambang Emas Ilegal , Siapa di Balik Excavator di Hutan Pa’au?, Warga Sebut Sudah Beroperasi Sejak Akhir Agustus

    09/09/2026 Kabupaten Banjar

    PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJAR – Kawasan hutan di Desa Pa’au, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, tengah…

    Perlindungan konsumen membutuhkan ekosistem, bukan ego kelembagaan

    09/09/2026

    Silaturahmi dan Sinergi Perlindungan Konsumen di Era Digital

    09/09/2026

    Mapala Piranha ULM Tantang 120 Tim di Super Adventure 2026, Siap Taklukkan 44,5 Km Medan Ekstrem

    08/09/2026

    Recent Posts

    • Dugaan Tambang Emas Ilegal , Siapa di Balik Excavator di Hutan Pa’au?, Warga Sebut Sudah Beroperasi Sejak Akhir Agustus
    • Perlindungan konsumen membutuhkan ekosistem, bukan ego kelembagaan
    • Silaturahmi dan Sinergi Perlindungan Konsumen di Era Digital
    • Mapala Piranha ULM Tantang 120 Tim di Super Adventure 2026, Siap Taklukkan 44,5 Km Medan Ekstrem
    • Garuda Muda Bungkam Juara Bertahan Australia 2-0, Indonesia Juara Grup dan Terbang ke Piala Asia U-20 2027!

    Recent Comments

    1. lanacurvaf mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    2. lanacurvaf mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    3. lanacurvaf mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    4. lanacurvaf mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    5. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    September 2026
    SSRKJSM
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930 
    « Agu    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.