Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    PTAM Intan Banjar Buka Suara soal Tarif Air: Disebut Punya Dasar Regulasi dan Tak Ditentukan Sembarangan

    14/08/2026

    LPKSM Minta Struktur Biaya dan Kualitas Pelayanan PTAM Intan Banjar Dibuka ke Publik

    14/08/2026

    Kai Nini Healing ke Pantai Kasuari, PPRSLU Budi Sejahtera Rayakan HUT RI dan HUT Kalsel

    14/08/2026

    Pakai Teori Ulrich Beck, Mahasiswa UNY Sabet Juara 1 Kompetisi Nasional

    14/08/2026

    Tahan Imbang Putra Plaosan Martapura , Persebaru Banjarbaru Amankan Tiket 8 Besar

    14/08/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Sport Tourism di Banjarbaru Makin Hidup, Aeris Boxing Buka Arena untuk Lahirkan Petinju Hebat

      05/06/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Dispar Kalsel Gandeng 50 Influencer Promosikan Wisata

      28/04/2026

      Seru dan Menantang, Event Lari Pantai-Gunung Biome Trail Run Mapala Piranha Siap Jadi Ikon Baru Kalsel

      28/04/2026

      Rayakan HUT ke-76 Kalsel, RSGM Gusti Hasan Aman Perkuat Edukasi Kesehatan Gigi Lewat Baksos hingga Lomba Kreatif

      20/07/2026

      Kalteng Tancap Gas Kembangkan Industri Obat Herbal, Bajakah hingga Pasak Bumi Disiapkan Tembus Pasar Nasional

      16/07/2026

      Donor Darah Berbonus Beras, Pakar Perlindungan Konsumen Ingatkan Potensi Celah Tata Kelola

      27/06/2026

      Senyum Ceria Anak Panti Jadi Bukti Kepedulian RSGM Gusti Hasan Aman

      30/04/2026

      Bibit Tanaman dari Taniran Kubah HSS Tembus Kaltim dan Kalteng, Dewan Dorong Pemasaran Lewat Digital

      14/08/2026

      WhatsApp Rilis 3 Fitur Baru untuk Grup, Ada @All hingga Polling Bisa Disembunyikan

      09/08/2026

      Berani Lawan Perusahaan Prancis, Burkina Faso Jatuhkan Denda Rp5 Miliar ke Canal+

      08/08/2026

      Harga Ayam dan Telur Tak Kondusif, Peternak Ayam Kalsel Mengadu ke DPRD

      06/08/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Perjuangan Tim Medis di Aceh, Relawan Medis : Layanan Kesehatan Tak Boleh Lumpuh

    Perjuangan Tim Medis di Aceh, Relawan Medis : Layanan Kesehatan Tak Boleh Lumpuh

    Tim PublikaTim Publika08/01/2026

    PUBLIKAINDONESIA.COM, ACEH – Di tengah sisa lumpur banjir bandang dan longsor yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Aceh, satu hal dipastikan tak boleh ikut terhenti: layanan kesehatan.

    Di balik medan berat dan akses terbatas, ribuan relawan serta tenaga medis bergerak tanpa banyak sorotan, memastikan negara tetap hadir hingga ke wilayah paling terisolasi.

    Di Kabupaten Pidie Jaya, pelayanan kesehatan sempat terkendala akibat akses jalan desa yang masih tertutup lumpur tebal. Bahkan, ambulans yang membawa dokter relawan dari Kementerian Kesehatan sempat mogok saat melintasi jalur Kecamatan Meurah Dua.

    Namun keterbatasan itu tak menyurutkan langkah tim medis. Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Pidie Jaya, Edy Azwar, mengatakan pelayanan tetap dilanjutkan dengan memanfaatkan kendaraan milik warga setempat.

    > “Meski demikian, pelayanan tetap dilanjutkan dengan memanfaatkan kendaraan warga agar tenaga medis dapat segera bertugas di lapangan,” ujar Edy, Rabu (7/1/2026).

    Sejak hari pertama bencana, penanganan medis di Pidie Jaya melibatkan 77 relawan kesehatan dari berbagai organisasi serta 646 tenaga kesehatan daerah.

    Mereka berjibaku membersihkan fasilitas kesehatan, menyelamatkan alat medis dan obat-obatan, menyalakan listrik, hingga memastikan ketersediaan air bersih.

    Edy memastikan, stok obat-obatan hingga kini masih dalam kondisi aman berkat dukungan pemerintah pusat dan para donatur.

    > “Ketersediaan obat-obatan hingga saat ini dalam kondisi aman,” katanya.

    Menembus Pedalaman dengan Tali Sling

    Dedikasi serupa terlihat di wilayah pedalaman Kabupaten Aceh Tengah. Di Kampung Burlah, Kecamatan Ketol, akses jalan terputus total akibat banjir bandang dan longsor. Untuk menjangkau warga, tim Emergency Medical Team (EMT) Dinas Kesehatan Aceh harus menggunakan tali sling melintasi medan ekstrem.

    Ketua Tim 1 EMT Terpadu HEOC Aceh Tengah, Muhammad Jamil, menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan dipusatkan di Polindes Burlah. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan dan pengobatan umum, penyuluhan kesehatan, trauma healing bagi anak-anak dan ibu-ibu pengungsi, hingga kunjungan rumah untuk pasien dengan kondisi khusus.

    > “Satu pasien dengan kondisi Hernia Nucleus Pulposus (HNP) telah dirujuk ke RSUD Datu Beru untuk penanganan lanjutan,” ungkap Jamil.

    Puluhan Ribu Warga Terlayani

    Gerak cepat tim kesehatan pemerintah Aceh membuahkan hasil signifikan. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh sekaligus Ketua HEOC Aceh, Ferdiyus, menyebutkan hingga 6 Januari 2026, sebanyak 23.293 warga terdampak telah mendapatkan layanan kesehatan.

    Penyakit yang paling banyak ditangani masih didominasi ISPA, penyakit kulit, hipertensi, serta gangguan pencernaan. Untuk mendukung pelayanan tersebut, Dinas Kesehatan Aceh mengerahkan 3.916 personel gabungan relawan dan EMT yang tersebar di 12 kabupaten/kota terdampak.

    Personel ini terdiri dari dokter spesialis, dokter umum dan gigi, perawat, bidan, tenaga gizi, tenaga kesehatan lingkungan, hingga tenaga pendukung nonkesehatan.

    Selain pelayanan kuratif, Dinkes Aceh juga memperkuat surveilans penyakit berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB), seperti diare dan influenza-like illness (ILI), melalui langkah pencegahan dan edukasi kesehatan.

    Ribuan Relawan Bergerak Terkoordinasi

    Berdasarkan data HEOC, sejak 27 November 2025 hingga 13 Januari 2026, tercatat 4.061 relawan mendaftar membantu layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana di Sumatra. Relawan berasal dari berbagai institusi, mulai dari Médecins Sans Frontières (MSF), rumah sakit, organisasi profesi, fakultas kedokteran, hingga politeknik kesehatan.

    Melalui HEOC, Kementerian Kesehatan mengatur penempatan dan rotasi relawan agar layanan kesehatan tetap merata. Setiap gelombang pengiriman juga menyertakan 30–35 psikolog klinis untuk mendukung kesehatan jiwa masyarakat terdampak.

    > “Tidak semuanya masalah fisik. Ada juga yang trauma, kehilangan keluarga, dan itu harus kita tangani dengan sebaik-baiknya,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin.

    HEOC sendiri dibentuk sejak hari pertama bencana sebagai pusat kendali distribusi tenaga kesehatan. Saat ini, layanan kesehatan di Aceh didukung oleh 309 puskesmas, 23 rumah sakit pemerintah, serta 377 pos kesehatan yang menjangkau 1.008 pos pengungsian.

    Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, menegaskan koordinasi menjadi kunci agar layanan tidak terputus.

    > “Kami mengerahkan seluruh potensi tenaga medis dan terus memantau distribusi relawan agar bantuan menjangkau setiap daerah sesuai kebutuhannya,” tegasnya.

     

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    Pakai Teori Ulrich Beck, Mahasiswa UNY Sabet Juara 1 Kompetisi Nasional

    14/08/2026

    NIB dan NOP Bakal Terintegrasi, Nusron Wahid Klaim PAD PBB Bisa Naik 100% Tanpa Naikkan Tarif

    10/08/2026

    Butuh Uang Tambahan, Dua Penjual Es Nekat Curi Gawang Lapangan Wisma Persebaya

    06/08/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    PTAM Intan Banjar Buka Suara soal Tarif Air: Disebut Punya Dasar Regulasi dan Tak Ditentukan Sembarangan

    14/08/2026

    LPKSM Minta Struktur Biaya dan Kualitas Pelayanan PTAM Intan Banjar Dibuka ke Publik

    14/08/2026

    Kai Nini Healing ke Pantai Kasuari, PPRSLU Budi Sejahtera Rayakan HUT RI dan HUT Kalsel

    14/08/2026

    Pakai Teori Ulrich Beck, Mahasiswa UNY Sabet Juara 1 Kompetisi Nasional

    14/08/2026
    Berita Pilihan
    Kabupaten Banjar

    PTAM Intan Banjar Buka Suara soal Tarif Air: Disebut Punya Dasar Regulasi dan Tak Ditentukan Sembarangan

    14/08/2026 Kabupaten Banjar

    PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Polemik mengenai tarif air PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar mendapat tanggapan…

    LPKSM Minta Struktur Biaya dan Kualitas Pelayanan PTAM Intan Banjar Dibuka ke Publik

    14/08/2026

    Kai Nini Healing ke Pantai Kasuari, PPRSLU Budi Sejahtera Rayakan HUT RI dan HUT Kalsel

    14/08/2026

    Pakai Teori Ulrich Beck, Mahasiswa UNY Sabet Juara 1 Kompetisi Nasional

    14/08/2026

    Recent Posts

    • PTAM Intan Banjar Buka Suara soal Tarif Air: Disebut Punya Dasar Regulasi dan Tak Ditentukan Sembarangan
    • LPKSM Minta Struktur Biaya dan Kualitas Pelayanan PTAM Intan Banjar Dibuka ke Publik
    • Kai Nini Healing ke Pantai Kasuari, PPRSLU Budi Sejahtera Rayakan HUT RI dan HUT Kalsel
    • Pakai Teori Ulrich Beck, Mahasiswa UNY Sabet Juara 1 Kompetisi Nasional
    • Tahan Imbang Putra Plaosan Martapura , Persebaru Banjarbaru Amankan Tiket 8 Besar

    Recent Comments

    1. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    2. auto glass replacement Greensboro mengenai MTQ Nasional ULM 2025, Rektor ULM: Dari MTQ Ini Akan Lahir Pemimpin Qur’ani untuk Indonesia
    3. Williamtes mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    4. zidane mengenai Geopark Meratus Run di Kawasan Wisata Tahura
    5. Williamtes mengenai Satgas Pangan Polda Kalsel Pastikan Harga dan Keaslian Minyakita di Pasar Banjarmasin
    Agustus 2026
    SSRKJSM
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31 
    « Jul    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.