PUBLIKAINDONESIA.COM, MARTAPURA – Pemerataan pendidikan di Kabupaten Banjar bukan perkara sederhana. Wilayah yang luas dengan jarak antardaerah yang cukup berjauhan membuat persoalan akses pendidikan tak bisa diselesaikan hanya dengan membangun sekolah atau menerapkan sistem zonasi.
Persoalan tersebut menjadi salah satu topik yang dibawa Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar saat beraudiensi dengan Bupati Banjar H Saidi Mansyur di Mahligai Sultan Adam, Martapura, Senin (31/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi Dewan Pendidikan untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya terkait kualitas dan pemerataan pendidikan.
Bupati Banjar didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Rakhmat Dany serta Kepala Dinas Pendidikan Liana Penny. Sementara audiensi dipimpin Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar Ahmad Sarwani bersama jajaran pengurus.
Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah sistem zonasi dan penempatan tenaga pendidik.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar Ahmad Sarwani mengatakan, kondisi geografis Kabupaten Banjar yang cukup luas menjadi pertimbangan penting dalam penerapan zonasi maupun penempatan guru.
“Dari beberapa persoalan yang kami sampaikan, di antaranya terkait zonasi. Apalagi penempatan guru-guru sekolah yang secara geografis wilayah Kabupaten Banjar cukup luas dan berjauhan, sehingga perlu disesuaikan dengan zonasi wilayah masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan pendidikan perlu mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Sebab, aturan yang sama belum tentu memberikan dampak yang sama ketika diterapkan di wilayah dengan karakter geografis berbeda.
Pembahasan tidak berhenti pada persoalan zonasi.
Dewan Pendidikan juga membawa aspirasi dari kelembagaan madrasah, khususnya mengenai harapan penambahan insentif bagi tenaga pendidik di madrasah swasta.
Persoalan kesejahteraan guru dinilai menjadi salah satu elemen penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat.
“Ini menjadi harapan dari madrasah swasta agar juga mendapatkan perhatian, sebagaimana yang telah diberikan kepada lembaga pendidikan keagamaan lainnya,” ungkap Ahmad.
Aspirasi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa hanya melihat sisi peserta didik. Di balik proses belajar mengajar, terdapat tenaga pendidik yang menjadi salah satu kunci keberhasilan pendidikan.
Guru yang mendapatkan dukungan dan perhatian yang memadai diharapkan dapat menjalankan tugas secara lebih optimal.
Dalam audiensi tersebut, Dewan Pendidikan juga meminta arahan Bupati terkait langkah dan kebijakan yang dapat ditempuh bersama untuk menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang.
Bupati Banjar H Saidi Mansyur menyambut baik pertemuan tersebut. Ia mengapresiasi masukan dan aspirasi yang disampaikan Dewan Pendidikan sebagai bagian dari upaya bersama memperbaiki sektor pendidikan di Kabupaten Banjar.
Menurut Saidi, pembangunan pendidikan tidak bisa dikerjakan pemerintah sendirian.
Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, Dewan Pendidikan, tenaga pendidik, lembaga pendidikan hingga masyarakat.
“Pendidikan adalah salah satu fondasi utama dalam membangun masa depan Kabupaten Banjar. Karena itu, berbagai masukan dan aspirasi yang disampaikan hari ini tentu menjadi perhatian kita bersama,” ujar Saidi.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Banjar terus berkomitmen mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperluas pemerataan akses pendidikan.
Tidak kalah penting, lingkungan belajar juga harus mampu mengikuti perubahan dan kebutuhan zaman.
Audiensi tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa tantangan pendidikan di Kabupaten Banjar memiliki banyak lapisan.
Ada persoalan akses dan zonasi, distribusi tenaga pendidik, kesejahteraan guru hingga kebutuhan untuk menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan zaman.
Karena itu, kebijakan pendidikan membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berangkat dari aturan, tetapi juga memahami kondisi masyarakat dan karakter wilayah.
Bagi Kabupaten Banjar, pemerataan pendidikan pada akhirnya bukan sekadar memastikan anak-anak bisa bersekolah.
Lebih jauh, pemerataan berarti memastikan anak di wilayah mana pun memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan yang berkualitas, sementara guru yang berada di garis depan pendidikan juga mendapatkan dukungan yang layak.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, berbagai persoalan tersebut diharapkan dapat dicarikan solusi yang lebih tepat dan berkelanjutan.
#KabupatenBanjar #Martapura #PendidikanBanjar #DewanPendidikanBanjar #SaidiMansyur #LianaPenny #ZonasiSekolah #GuruBanjar #Madrasah #GuruMadrasah #PendidikanKalsel #BeritaBanjar #PemkabBanjar #PendidikanIndonesia

