PUBLIKAINDONESIA.COM, KOTABARU – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru tetap meningkatkan pengawasan dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penularan hantavirus, meski hingga saat ini belum ditemukan kasus tersebut di Kabupaten Kotabaru.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Dinas Kesehatan Kotabaru, Roy melalui Ardiansyah mengatakan hantavirus sebenarnya bukan penyakit baru. Namun dalam beberapa bulan terakhir, virus tersebut kembali menjadi perhatian setelah muncul laporan kasus di luar negeri, termasuk di kapal pesiar.
“Hantavirus ini sebenarnya penyakit lama, hanya saja satu hingga dua bulan terakhir kembali ramai diperbincangkan. Untuk di wilayah Kotabaru sendiri belum ada laporan kasus,” ucapnya, Jumat (22/05/2025).
Meski belum ada temuan kasus, Dinkes memastikan pengawasan dan surveilans tetap berjalan aktif di seluruh fasilitas kesehatan, terutama puskesmas. Petugas diminta segera melakukan pemeriksaan dan pelaporan maksimal 1×24 jam apabila menemukan pasien dengan gejala yang mengarah pada hantavirus.
Selain pengawasan, Dinkes juga meningkatkan sosialisasi dan kewaspadaan di wilayah yang banyak terdapat pekerja dari luar daerah maupun luar negeri.
“Kami mengarahkan teman-teman di puskesmas agar lebih aktif melakukan pemantauan dan sosialisasi, khususnya di wilayah dengan mobilitas pekerja dari luar daerah maupun luar negeri yang cukup tinggi,” jelasnya.

Wilayah seperti Sungai Durian dan sekitarnya menjadi perhatian karena terdapat aktivitas pekerja dari luar daerah. Dinkes juga berkoordinasi dengan perusahaan dan klinik setempat agar segera melapor jika ada pekerja yang mengalami gejala tertentu.
“Kami minta perusahaan dan klinik terbuka memberikan informasi kepada puskesmas apabila ada pekerja yang sakit supaya bisa cepat ditangani,”tambahnya.
Ardiansyah menegaskan penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tetap menjadi langkah penting dalam pencegahan penyakit menular.
“PHBS itu harga mati. Selain itu, masyarakat maupun perusahaan diminta segera melaporkan pekerja atau warga yang mengalami gejala sakit agar cepat mendapat penanganan medis,” tegasnya.
Hingga saat ini, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan belum mengeluarkan surat edaran khusus terkait hantavirus. Meski demikian, Dinkes Kotabaru tetap mengacu pada pedoman dan edaran Kementerian Kesehatan dalam pelaksanaan surveilans di lapangan.

