PUBLIKAINDONESIA.COM, BATULICIN – Suasana Pantai Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, berubah jadi lautan manusia saat Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif resmi membuka Pesona Budaya Mappanre Ritasi’e, Minggu (12/4/2026).


Pembukaan festival budaya khas pesisir ini berlangsung meriah. Ribuan pengunjung tumpah ruah menyaksikan penampilan dari Slank dan Siti Badriah yang sukses menghidupkan suasana malam di tepi pantai.
Dalam sambutannya, Andi Rudi Latif menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya fokus pada infrastruktur semata. Menurutnya, penguatan sumber daya manusia, pelestarian budaya, serta penggerak ekonomi masyarakat juga menjadi kunci utama.
“Budaya adalah identitas kita. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya melestarikan tradisi, tapi juga mendorong ekonomi dan pariwisata daerah,” ujarnya.
Tradisi Penuh Makna dari Pesisir
Mappanre Ritasi’e bukan sekadar festival biasa. Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat pesisir atas hasil laut yang melimpah.
Lebih dari itu, Mappanre Ritasi’e juga menjadi simbol kuat kebersamaan serta harmoni antara manusia dan alam. Nilai-nilai inilah yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Tak heran, setiap tahunnya tradisi ini selalu dinanti dan menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Dorong Wisata dan Ekonomi Kreatif
Selain sebagai ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi momentum strategis untuk mengangkat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Bumbu.
Deretan pelaku UMKM, pedagang lokal, hingga komunitas seni turut merasakan dampak langsung dari ramainya pengunjung yang datang.
Dengan kemasan yang semakin modern tanpa meninggalkan nilai tradisi, Pesona Budaya Mappanre Ritasi’e diharapkan mampu menjadi event unggulan yang mendongkrak citra wisata Tanah Bumbu di tingkat nasional.
#TanahBumbu #MappanreRitasie #PantaiPagatan #Slank #SitiBadriah #WisataKalsel #BudayaIndonesia #EventDaerah #EkonomiKreatif #BeritaKalsel

