Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    Adaro Kembangkan Ecological Green Belt, Ubah Lahan Pascatambang Jadi Koridor Ekosistem Baru

    22/05/2026

    Petugas Bea Cukai:Ibu jujur saja nanti saya bantu, Bawa Kartu Pokémon dari China, Wanita Ini Sampai Nangis Diperiksa

    22/05/2026

    Meski Nihil Kasus, Dinkes Kotabaru Tetap Siaga Antisipasi Hantavirus

    22/05/2026

    Ketua FKUB HSS Ingatkan Warga Tak Mudah Terprovokasi, Jaga Kerukunan Jelang Iduladha

    22/05/2026

    Ketua Tim Pembina Posyandu Kotabaru Buka Rakor Posyandu Era Baru 2026

    21/05/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Dispar Kalsel Gandeng 50 Influencer Promosikan Wisata

      28/04/2026

      Seru dan Menantang, Event Lari Pantai-Gunung Biome Trail Run Mapala Piranha Siap Jadi Ikon Baru Kalsel

      28/04/2026

      Pantai Pagatan Pecah! Slank & Siti Badriah Buka Mappanre Ritasi’e

      17/04/2026

      Senyum Ceria Anak Panti Jadi Bukti Kepedulian RSGM Gusti Hasan Aman

      30/04/2026

      Belum Maksimal? Ini Strategi RSGM Gusti Hasan Aman Tingkatkan Pelayanan

      07/04/2026

      Es Krim Paracetamol Bikin Geger, Ternyata Cuma Hoaks

      02/04/2026

      Kabar Baik! Klinik Vaksin Internasional Pertama Hadir di Puruk Cahu

      20/02/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Harga Minyak Goreng Naik Lagi! Ternyata Bukan Karena Langka

      23/04/2026

      Melawan Dominasi Matic! Supra X 125 Cross, Tangguh dan Bandel

      15/04/2026

      Ngeri! RKAB Ditolak Dua Kali, Tambang Langsung Disuruh Stop, Aturan Baru Bikin Perusahaan Ketar-Ketir

      15/04/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Adaro Kembangkan Ecological Green Belt, Ubah Lahan Pascatambang Jadi Koridor Ekosistem Baru

    Adaro Kembangkan Ecological Green Belt, Ubah Lahan Pascatambang Jadi Koridor Ekosistem Baru

    DibaDiba22/05/2026
    Health Safety Environment Division Head Rusdi Husin menjelaskan konsep Ecological Green Belt di kawasan pascatambang PT PT Adaro Indonesia, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.

    PUBLIKA INDONESIA, BALANGAN – PT Adaro Indonesia mulai mengubah paradigma reklamasi pascatambang melalui pengembangan Ecological Green Belt (EGB) atau Sabuk Hijau Ekologis di kawasan operasional tambang Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.

    Program tersebut menjadi langkah strategis perusahaan dalam memulihkan fungsi lingkungan secara berkelanjutan di area bekas tambang, sekaligus memastikan kawasan tersebut tetap memiliki nilai ekologis dan manfaat jangka panjang setelah aktivitas pertambangan berakhir.

    Health Safety Environment Division Head PT Adaro Indonesia, Rusdi Husin mengatakan, pendekatan reklamasi yang dijalankan perusahaan kini tidak lagi hanya berorientasi pada penghijauan semata, tetapi lebih menitikberatkan pada pemulihan fungsi ekologis kawasan secara menyeluruh.

    “Reklamasi saat ini bukan sekadar menanam pohon agar lahan kembali hijau, tetapi bagaimana kawasan bekas tambang mampu kembali menjalankan fungsi ekologisnya secara alami dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Berbeda dengan reklamasi konvensional yang hanya fokus pada penghijauan, konsep Ecological Green Belt dikembangkan melalui penataan kontur lahan, pemulihan kualitas tanah, revegetasi menggunakan tanaman lokal, hingga penguatan habitat flora dan fauna.

    Mine Closure Program Management Section Head PT Adaro Indonesia, Riza Novian menjelaskan, vegetasi yang digunakan dalam kawasan reklamasi dipilih berdasarkan nilai ekologis dan manfaat jangka panjang terhadap lingkungan.

    “Kami mempertimbangkan kemampuan tanaman dalam memperbaiki struktur tanah, menjaga cadangan air, mengurangi erosi, menyerap karbon, hingga mendukung keberlangsungan habitat satwa liar,” jelasnya.

    Selain sebagai ruang penghijauan, kawasan Sabuk Hijau Ekologis juga difungsikan sebagai ecological buffer atau zona penyangga lingkungan guna menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar area tambang.

    Sejumlah area reklamasi pascatambang di Balangan saat ini mulai menunjukkan perkembangan positif. Vegetasi tumbuh lebih stabil, sementara kemunculan burung, serangga penyerbuk, dan tanaman alami menjadi indikator awal pulihnya ekosistem kawasan.

    Untuk memastikan efektivitas program berjalan optimal, perusahaan juga melakukan pemantauan flora dan fauna secara berkala, patroli kawasan, pengawasan lingkungan, hingga evaluasi kualitas lahan reklamasi.

    Land and Community Management Department Head PT Adaro Indonesia, Djoko Soesilo menegaskan, keberhasilan reklamasi tidak hanya diukur dari tampilan kawasan yang kembali hijau, tetapi juga dari manfaat berkelanjutan yang dihasilkan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

    “Kami berharap kawasan bekas tambang dapat berkembang menjadi ruang hidup baru yang produktif, stabil, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat maupun ekosistem di sekitarnya,” katanya.

    Pendekatan restorasi ekosistem tersebut juga diterapkan melalui konversi lubang bekas tambang (void) menjadi danau multifungsi yang mendukung pemulihan ekosistem, budidaya perikanan, penyediaan air, hingga pengembangan kawasan wisata terpadu.

    “Adaro melakukan reklamasi dan revegetasi lahan dengan penataan lahan, penebaran topsoil, serta penanaman jutaan pohon untuk pemulihan tutupan lahan guna menyerap karbon dan memperbaiki siklus hidrologi,” tambah Rusdi.

    Selain itu, perusahaan juga mengembangkan kawasan perlindungan flora dan fauna serta program CSR berbasis lingkungan, seperti budidaya madu kelulut dan ikan air tawar di wilayah pascatambang.

    Program reklamasi tersebut diperlihatkan langsung kepada sejumlah jurnalis dari Banjarmasin dalam kegiatan “Jurnalis Banjarmasin Goes to Adaro” di Kecamatan Paringin Tengah, Kabupaten Balangan, Kamis (21/5/2026).

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    Meski Nihil Kasus, Dinkes Kotabaru Tetap Siaga Antisipasi Hantavirus

    22/05/2026

    Ketua FKUB HSS Ingatkan Warga Tak Mudah Terprovokasi, Jaga Kerukunan Jelang Iduladha

    22/05/2026

    Ketua Tim Pembina Posyandu Kotabaru Buka Rakor Posyandu Era Baru 2026

    21/05/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Adaro Kembangkan Ecological Green Belt, Ubah Lahan Pascatambang Jadi Koridor Ekosistem Baru

    22/05/2026

    Petugas Bea Cukai:Ibu jujur saja nanti saya bantu, Bawa Kartu Pokémon dari China, Wanita Ini Sampai Nangis Diperiksa

    22/05/2026

    Meski Nihil Kasus, Dinkes Kotabaru Tetap Siaga Antisipasi Hantavirus

    22/05/2026

    Ketua FKUB HSS Ingatkan Warga Tak Mudah Terprovokasi, Jaga Kerukunan Jelang Iduladha

    22/05/2026
    Berita Pilihan
    Balangan

    Adaro Kembangkan Ecological Green Belt, Ubah Lahan Pascatambang Jadi Koridor Ekosistem Baru

    22/05/2026 Balangan

    PUBLIKA INDONESIA, BALANGAN – PT Adaro Indonesia mulai mengubah paradigma reklamasi pascatambang melalui pengembangan Ecological…

    Petugas Bea Cukai:Ibu jujur saja nanti saya bantu, Bawa Kartu Pokémon dari China, Wanita Ini Sampai Nangis Diperiksa

    22/05/2026

    Meski Nihil Kasus, Dinkes Kotabaru Tetap Siaga Antisipasi Hantavirus

    22/05/2026

    Ketua FKUB HSS Ingatkan Warga Tak Mudah Terprovokasi, Jaga Kerukunan Jelang Iduladha

    22/05/2026

    Recent Posts

    • Adaro Kembangkan Ecological Green Belt, Ubah Lahan Pascatambang Jadi Koridor Ekosistem Baru
    • Petugas Bea Cukai:Ibu jujur saja nanti saya bantu, Bawa Kartu Pokémon dari China, Wanita Ini Sampai Nangis Diperiksa
    • Meski Nihil Kasus, Dinkes Kotabaru Tetap Siaga Antisipasi Hantavirus
    • Ketua FKUB HSS Ingatkan Warga Tak Mudah Terprovokasi, Jaga Kerukunan Jelang Iduladha
    • Ketua Tim Pembina Posyandu Kotabaru Buka Rakor Posyandu Era Baru 2026

    Recent Comments

    1. Stephengrent mengenai 73 Peserta Ikuti Audisi Nanang Galuh Banjar Bernuansa Islami 2025
    2. Sheilaspody mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    3. EarnestHeS mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    4. Maf mengenai Waspada Ular di Sekitar Lingkungan Saat Musim Hujan
    5. RandomNameAgers mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    Mei 2026
    SSRKJSM
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
    « Apr    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.