PUBLIKAINDONESIA.COM, MARTAPURA – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Selatan membuat persoalan kesehatan pernapasan kembali menjadi perhatian. Kondisi tersebut mendorong 12 mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Angkatan 26 Kelompok A dan B turun langsung ke tengah masyarakat.
Bukan sekadar membawa buku dan teori dari kampus, para mahasiswa datang membawa misi sederhana: mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) ketika kualitas udara memburuk.

Melalui program BINA (Bebas ISPA, Nafas Aman), mereka memberikan edukasi kesehatan kepada warga Desa Dalam Pagar, Kecamatan Martapura Timur, pada 18, 20, 21 dan 29 Agustus 2026.
Sasarannya pun cukup luas. Mulai dari ibu hamil, orang dewasa, lansia, remaja hingga anak-anak mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan sistem pernapasan di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan apa itu ISPA, faktor yang dapat meningkatkan risikonya serta langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat untuk menjaga kesehatan pernapasan.
Salah satu pesan yang terus ditekankan adalah penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi kabut asap semakin pekat.
Masyarakat juga diajak membiasakan pola hidup sehat, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta tidak mengabaikan kondisi tubuh ketika mulai muncul keluhan yang mengarah pada gangguan pernapasan.
Pesan tersebut menjadi penting karena kelompok tertentu, seperti anak-anak, lansia dan ibu hamil, perlu mendapatkan perhatian lebih ketika kualitas udara mengalami penurunan.
Melalui pendekatan edukasi langsung, mahasiswa berharap masyarakat tidak hanya mengetahui risiko ISPA, tetapi juga memahami tindakan pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini.
Ahza Anaqi Zulkarnaen, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut, mengatakan program BINA diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan warga terhadap dampak kabut asap.
“Kami berharap melalui penyuluhan kesehatan ini, masyarakat Desa Dalam Pagar dapat lebih waspada dan mampu menjaga kondisi kesehatannya di tengah kabut asap yang terjadi saat ini. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah serta menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah sederhana untuk mencegah ISPA,” ujarnya.
Menurutnya, edukasi kesehatan tidak cukup hanya berhenti pada penyampaian informasi.
Yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan tersebut kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, program BINA dirancang untuk mendorong masyarakat membangun kebiasaan yang lebih peduli terhadap kesehatan pernapasan, khususnya selama kondisi kualitas udara kurang baik.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan dan supervisi Ns. Yulia Yunara selaku Dosen Pembimbing Akademik dan Ns. Hermawan Junaidi sebagai Pembimbing Lahan dari Puskesmas Martapura Timur.
Program ini merupakan hasil kolaborasi Kelompok A dan B Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners ULM Angkatan 26 yang beranggotakan 12 mahasiswa.
Mereka adalah Muhammad Akbar, Adelia Nur Azizah, Ahza Anaqi Zulkarnaen, Anna Jami’atul Jannah, Aqila Lutfia Afifah, Citra Hafiz Mahardika, Indah Yulianti, Linda Oktavia Hartanti, Nabillah Nur Hafizah, Rismayanti, Rita dan Toni Wenda.
Kehadiran mereka di Desa Dalam Pagar menjadi gambaran bahwa proses pendidikan tenaga kesehatan tidak hanya berlangsung di ruang kelas atau lingkungan rumah sakit.
Mahasiswa juga dituntut mampu berinteraksi langsung dengan masyarakat, memahami persoalan kesehatan di lapangan dan menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami.
Di tengah kabut asap, pesan yang dibawa para mahasiswa sebenarnya sederhana: jangan menunggu sakit untuk mulai peduli pada kesehatan pernapasan.
Penggunaan masker, menjaga kebersihan, menerapkan pola hidup sehat dan memperhatikan kondisi tubuh merupakan langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat.
Melalui program BINA, mahasiswa Profesi Ners ULM berharap kesadaran masyarakat Desa Dalam Pagar dan wilayah sekitarnya terhadap kesehatan pernapasan semakin kuat.
Sebab ketika kualitas udara sedang tidak bersahabat, menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga medis.
Kewaspadaan dan pencegahan juga dimulai dari kebiasaan sederhana setiap orang.
#ULM #UniversitasLambungMangkurat #MahasiswaULM #ProfesiNers #NersULM #ProgramBINA #BebasISPA #NafasAman #ISPA #KabutAsapKalsel #KabutAsap #MartapuraTimur #DesaDalamPagar #KabupatenBanjar #KesehatanMasyarakat #KesehatanPernapasan #BeritaBanjar #Kalsel

