Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    Ketua Tim Pembina Posyandu Kotabaru Buka Rakor Posyandu Era Baru 2026

    21/05/2026

    Kalimantan Dikepung 9.853 Titik Panas, WALHI : Konsesi Jadi Episentrum Karhutla di Kalimantan

    21/05/2026

    Temukan Pasangan Tak Sah dan Puluhan Botol Miras, Satpol PP Tanbu Gerebek Hotel dan Warung Remang-Remang

    21/05/2026

    Tokoh Buruh HSS Ajak Pekerja Dukung Stabilitas Daerah

    19/05/2026

    Prabowo Serahkan Jet Rafale, Airbus, Rudal Meteor dan Sistem Pertahanan Modern, Kekuatan Udara RI Makin Gahar

    18/05/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Dispar Kalsel Gandeng 50 Influencer Promosikan Wisata

      28/04/2026

      Seru dan Menantang, Event Lari Pantai-Gunung Biome Trail Run Mapala Piranha Siap Jadi Ikon Baru Kalsel

      28/04/2026

      Pantai Pagatan Pecah! Slank & Siti Badriah Buka Mappanre Ritasi’e

      17/04/2026

      Senyum Ceria Anak Panti Jadi Bukti Kepedulian RSGM Gusti Hasan Aman

      30/04/2026

      Belum Maksimal? Ini Strategi RSGM Gusti Hasan Aman Tingkatkan Pelayanan

      07/04/2026

      Es Krim Paracetamol Bikin Geger, Ternyata Cuma Hoaks

      02/04/2026

      Kabar Baik! Klinik Vaksin Internasional Pertama Hadir di Puruk Cahu

      20/02/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Harga Minyak Goreng Naik Lagi! Ternyata Bukan Karena Langka

      23/04/2026

      Melawan Dominasi Matic! Supra X 125 Cross, Tangguh dan Bandel

      15/04/2026

      Ngeri! RKAB Ditolak Dua Kali, Tambang Langsung Disuruh Stop, Aturan Baru Bikin Perusahaan Ketar-Ketir

      15/04/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Kasus Daycare Jogja, KPAI Sebut Ini Baru ‘Gunung Es’

    Kasus Daycare Jogja, KPAI Sebut Ini Baru ‘Gunung Es’

    Tim PublikaTim Publika28/04/2026

    PUBLIKAINDONESIA.COM, YOGYAKARTA – Fakta mencengangkan terkuak dari kasus dugaan kekerasan di daycare Little Aresha di Yogyakarta. Kesaksian orang tua korban membuka tabir praktik tak manusiawi: anak-anak disebut diikat tangan dan kaki, tidak berpakaian, dan hanya mengenakan popok.

    Kasus ini kini menjadi sorotan nasional, setelah aparat kepolisian menetapkan 13 tersangka** yang terdiri dari kepala yayasan, kepala sekolah, hingga 11 pengasuh. Mereka dijerat pasal berlapis terkait perlindungan anak.

    Kasus ini bermula dari laporan seorang mantan karyawan yang tak tahan melihat perlakuan terhadap anak-anak di tempat penitipan tersebut. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian dengan penggerebekan di kawasan Sorosutan, Umbulharjo, Jumat (24/4/2026).

    Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Rizki Adrian, mengungkapkan pihaknya menemukan bukti kuat adanya perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak.

    “Anak-anak ditempatkan di ruangan sempit, dan ditemukan indikasi kekerasan fisik,” ujarnya.

    Dari hasil pemeriksaan, diketahui terdapat 103 anak yang terdaftar di daycare tersebut. Tragisnya, setidaknya 53 anak diduga menjadi korban kekerasan fisik, mayoritas berusia di bawah dua tahun—bahkan ada bayi berusia 0 hingga 3 bulan.

    Salah satu orang tua korban, Noorman Windarto, mengaku telah mempercayakan kedua anaknya ke daycare tersebut selama hampir empat tahun.

    Kini, ia bersama keluarganya menuntut agar kasus ini diusut tuntas.

    “Kami berharap pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai perbuatannya,” tegasnya.

    Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut kasus ini sebagai fenomena “gunung es”. Komisioner Diyah Puspitarini mengungkapkan, dari sekitar 3.000 daycare di Indonesia, banyak yang belum memiliki izin resmi dan tidak terpantau pemerintah daerah.

    “Potensi terjadinya kekerasan sangat besar jika tidak diawasi secara ketat,” ujarnya.

    KPAI pun mendorong pemerintah daerah untuk lebih proaktif, tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga melakukan pendataan dan pengawasan langsung terhadap daycare yang beroperasi.

    Kasus ini menjadi alarm keras bagi sistem pengawasan layanan penitipan anak di Indonesia. Di balik kepercayaan orang tua, ternyata masih ada celah besar yang bisa membahayakan keselamatan anak-anak—terutama yang masih sangat rentan.

    Kini publik menunggu langkah tegas aparat dan pemerintah, agar kejadian serupa tidak terulang di tempat lain.

     

    #DaycareJogja #KekerasanAnak #KPAI #PerlindunganAnak #BeritaNasional #Yogyakarta #StopKekerasan #AnakIndonesia #BreakingNews #ViralIndonesia

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    Kalimantan Dikepung 9.853 Titik Panas, WALHI : Konsesi Jadi Episentrum Karhutla di Kalimantan

    21/05/2026

    Temukan Pasangan Tak Sah dan Puluhan Botol Miras, Satpol PP Tanbu Gerebek Hotel dan Warung Remang-Remang

    21/05/2026

    Prabowo Serahkan Jet Rafale, Airbus, Rudal Meteor dan Sistem Pertahanan Modern, Kekuatan Udara RI Makin Gahar

    18/05/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Ketua Tim Pembina Posyandu Kotabaru Buka Rakor Posyandu Era Baru 2026

    21/05/2026

    Kalimantan Dikepung 9.853 Titik Panas, WALHI : Konsesi Jadi Episentrum Karhutla di Kalimantan

    21/05/2026

    Temukan Pasangan Tak Sah dan Puluhan Botol Miras, Satpol PP Tanbu Gerebek Hotel dan Warung Remang-Remang

    21/05/2026

    Tokoh Buruh HSS Ajak Pekerja Dukung Stabilitas Daerah

    19/05/2026
    Berita Pilihan
    Kotabaru

    Ketua Tim Pembina Posyandu Kotabaru Buka Rakor Posyandu Era Baru 2026

    21/05/2026 Kotabaru

    PUBLIKAINDONESIA.COM, KOTABARU – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Kotabaru, Suci Anisa Rusli, membuka secara resmi…

    Kalimantan Dikepung 9.853 Titik Panas, WALHI : Konsesi Jadi Episentrum Karhutla di Kalimantan

    21/05/2026

    Temukan Pasangan Tak Sah dan Puluhan Botol Miras, Satpol PP Tanbu Gerebek Hotel dan Warung Remang-Remang

    21/05/2026

    Tokoh Buruh HSS Ajak Pekerja Dukung Stabilitas Daerah

    19/05/2026

    Recent Posts

    • Ketua Tim Pembina Posyandu Kotabaru Buka Rakor Posyandu Era Baru 2026
    • Kalimantan Dikepung 9.853 Titik Panas, WALHI : Konsesi Jadi Episentrum Karhutla di Kalimantan
    • Temukan Pasangan Tak Sah dan Puluhan Botol Miras, Satpol PP Tanbu Gerebek Hotel dan Warung Remang-Remang
    • Tokoh Buruh HSS Ajak Pekerja Dukung Stabilitas Daerah
    • Prabowo Serahkan Jet Rafale, Airbus, Rudal Meteor dan Sistem Pertahanan Modern, Kekuatan Udara RI Makin Gahar

    Recent Comments

    1. Stephengrent mengenai 73 Peserta Ikuti Audisi Nanang Galuh Banjar Bernuansa Islami 2025
    2. Sheilaspody mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    3. EarnestHeS mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    4. Maf mengenai Waspada Ular di Sekitar Lingkungan Saat Musim Hujan
    5. RandomNameAgers mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    Mei 2026
    SSRKJSM
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
    « Apr    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.