PUBLIKAINDONESIA.COM, SURABAYA – Upaya menjaga sungai agar tetap bersih dan terbebas dari pencemaran membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Tak hanya pemerintah dan masyarakat bantaran sungai, komunitas olahraga air juga dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan perairan.
Langkah inilah yang didorong Tim Patroli Air Jawa Timur dengan mengajak komunitas arung jeram terlibat aktif dalam upaya pencegahan pencemaran dan pemeliharaan sungai.

Ajakan tersebut disampaikan Koordinator Tim Patroli Air Jatim, Imam Rochani, saat kegiatan Sosialisasi dan Rembuk Lingkungan Kali Surabaya yang berlangsung di kantor Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Budi Utama, Kamis lalu (22/10/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi sekaligus sarana membangun kesadaran komunitas mengenai pentingnya menjaga kualitas air dan mencegah kerusakan lingkungan sungai.
Komunitas Arung Jeram Diajak Turun Tangan
Imam Rochani menilai komunitas arung jeram memiliki kedekatan tersendiri dengan sungai. Sebagai kelompok yang memanfaatkan perairan untuk kegiatan olahraga, mereka diharapkan tidak hanya menikmati sungai, tetapi juga ikut bertanggung jawab menjaga kelestariannya.
Melalui rembuk lingkungan tersebut, komunitas diharapkan semakin memahami persoalan pencemaran sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan pemeliharaan dan patroli air.
“Kami mengajak komunitas untuk ikut menjaga sungai, memahami persoalan pencemaran, dan terlibat dalam kegiatan pemeliharaan. Harapannya, mereka bisa berperan aktif, mulai dari menjaga kebersihan hingga mendukung kegiatan patroli air,” ujar Imam.
Menurutnya, menjaga Kali Surabaya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan berbagai instansi terkait agar persoalan pencemaran dapat ditangani secara lebih menyeluruh.
Sebelum menyasar komunitas arung jeram, Tim Patroli Air Jatim telah menggelar rembuk lingkungan bersama masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, pelaku usaha tambangan, serta kalangan industri.
Ke depan, keterlibatan tersebut akan diperluas kepada komunitas olahraga lainnya, organisasi kepemudaan, dan kelompok masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan semakin banyaknya pihak yang terlibat, pemetaan persoalan sungai dari wilayah hulu, tengah, hingga hilir diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Kali Surabaya Jadi Perhatian, Sumber Air Baku Harus Dijaga
Imam menegaskan, Kali Surabaya memiliki peran penting bagi masyarakat karena menjadi salah satu sumber air baku untuk kebutuhan air minum.
Karena itu, potensi pencemaran akibat sampah maupun pembuangan limbah yang tidak sesuai ketentuan perlu mendapat perhatian serius.
Menjaga kualitas air sungai bukan sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan juga berkaitan dengan keberlangsungan sumber daya air yang dibutuhkan masyarakat.
Melalui keterlibatan komunitas, Tim Patroli Air Jatim berharap pengawasan terhadap kondisi sungai semakin kuat. Masyarakat juga diharapkan memiliki kesadaran untuk mencegah pencemaran sejak dini, bukan hanya bereaksi ketika kerusakan lingkungan sudah terjadi.
FAJI Surabaya Siap Terlibat dalam Patroli Air
Ajakan tersebut mendapat sambutan positif dari Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Surabaya, Afif Zuchri.
Menurut Afif, rembuk lingkungan memberikan pemahaman tambahan kepada pengurus dan atlet arung jeram mengenai pentingnya menjaga sungai, tidak hanya untuk kepentingan olahraga, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Ia menegaskan, FAJI Surabaya siap berkolaborasi dengan Tim Patroli Air Jatim dalam kegiatan patroli maupun pemeliharaan sungai.
“Kami berharap ada kerja sama yang baik dan FAJI dilibatkan dalam setiap kegiatan. Pengurus maupun atlet siap berpartisipasi dalam patroli air dan pemeliharaan sungai di Surabaya,” kata Afif.
Keterlibatan komunitas arung jeram dinilai dapat menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian sungai. Selain memiliki kepentingan terhadap kondisi perairan, komunitas olahraga air juga dapat membantu menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui kegiatan bersama.
Persiapan Porprov Jatim 2027 Jadi Momentum Menjaga Sungai
Di sisi lain, Afif mengungkapkan bahwa Surabaya direncanakan menjadi tuan rumah cabang olahraga arung jeram pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Lokasi pertandingan direncanakan berada di kawasan Kalimas, sekitar Hotel Novotel Surabaya.
Rencana tersebut membuat koordinasi dengan instansi terkait menjadi penting, baik untuk mendukung penyelenggaraan pertandingan maupun meminimalkan potensi dampak terhadap lingkungan sungai.
Menurut Afif, persiapan kegiatan olahraga dan upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan melalui perencanaan yang baik serta kerja sama berbagai pihak.
Dengan begitu, sungai tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan olahraga, tetapi juga tetap terjaga sebagai bagian penting dari lingkungan perkotaan.
Patroli Air Jatim Dorong Gerakan Bersama
Sementara itu, Pejabat Fungsional dan Analis Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, Dedy Trinur Afrianto, menjelaskan bahwa rembuk lingkungan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Patroli Air Jatim.
Kegiatan tersebut dirancang untuk membangun komunikasi dua arah antara penyelenggara program dan para pemangku kepentingan, sehingga persoalan lingkungan sungai dapat dibahas bersama dan ditindaklanjuti melalui kolaborasi.
Dedy menyebut terdapat tiga fokus utama dalam kegiatan tersebut, yakni pelestarian fungsi lingkungan, pencegahan pencemaran, serta pencegahan kerusakan lingkungan sungai.
Melalui pendekatan tersebut, Patroli Air Jatim ingin mendorong keterlibatan masyarakat agar upaya menjaga sungai tidak hanya bertumpu pada pemerintah.
Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu membangun kepedulian yang lebih luas, sekaligus memperkuat langkah pencegahan pencemaran dan menjaga keberlanjutan fungsi sungai.
Pada akhirnya, sungai yang bersih dan terjaga bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi atau komunitas tertentu, melainkan kepentingan bersama yang membutuhkan aksi nyata dan berkelanjutan.

