PUBLIKAINDONESIA.COM, KOTABARU – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, menunjukkan tren peningkatan. Sepanjang September 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotabaru mencatat sebanyak 3.087 kasus baru penyakit yang menyerang saluran pernapasan tersebut.
Peningkatan kasus yang mulai terlihat sejak Agustus 2026 ini menjadi perhatian, terutama di tengah musim kemarau dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat memperburuk kualitas udara.

Berdasarkan data Dinkes Kotabaru, kelompok usia dewasa menjadi penyumbang kasus terbanyak, yakni 1.325 kasus. Posisi berikutnya ditempati kelompok balita dengan 693 kasus dan anak-anak sebanyak 454 kasus.
Sementara itu, kelompok remaja tercatat sebanyak 398 kasus, disusul lanjut usia (lansia) sebanyak 217 kasus.
Data tersebut menunjukkan bahwa ISPA tidak hanya menyerang anak-anak dan kelompok rentan, tetapi juga menjadi persoalan kesehatan yang perlu diwaspadai masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Meski demikian, Dinkes Kotabaru menyebut peningkatan kasus tersebut belum tergolong signifikan. Hingga saat ini, belum tercatat adanya angka kematian akibat ISPA di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan Ardiansyah dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kotabaru saat ditemui di kantor Dinkes, Desa Stagen, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kamis (22/10/2026).
Menurut Ardiansyah, pemantauan terhadap perkembangan kasus ISPA terus dilakukan secara berkala. Data kasus diperbarui setiap hari untuk mengetahui perkembangan situasi sekaligus mendukung langkah pengendalian penyakit.
Warga Diminta Waspadai Paparan Asap
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau tidak mengabaikan risiko gangguan pernapasan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk akibat asap.

Dinkes Kotabaru menyarankan masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak. Penggunaan masker juga dianjurkan ketika harus beraktivitas di luar, khususnya di wilayah yang terpapar asap.
Masyarakat yang mulai mengalami gejala gangguan pernapasan pun diminta segera mencari pertolongan medis agar dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
“Jika mengalami gejala sakit, segera periksakan diri ke puskesmas atau klinik terdekat,” imbau Ardiansyah.
Pemantauan kasus oleh pemerintah perlu diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk mengurangi paparan asap, menjaga kesehatan, dan segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan pernapasan.
#ISPAKotabaru #ISPA #DinkesKotabaru #KesehatanKotabaru #BeritaKotabaru #KotabaruKalsel #KarhutlaKalsel #KabutAsap #KesehatanMasyarakat #BeritaKalimantanSelatan #Publikaindonesia.com

