PUBLIKAINFONESIA.COM, BANJARBARU β Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru mulai menjadi perhatian serius karena dampaknya tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga dapat memicu gangguan pernapasan.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Kesehatan menyiapkan Rumah Oksigen sebagai fasilitas pertolongan awal bagi masyarakat yang mengalami sesak napas maupun keluhan pernapasan setelah terpapar kabut asap.

Fasilitas ini menyediakan oksigen secara gratis. Kehadirannya diharapkan bisa menjadi langkah cepat bagi warga yang membutuhkan bantuan pernapasan sebelum mendapat penanganan medis lebih lanjut.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Ani Rusmila, mengatakan Rumah Oksigen disiapkan untuk mempercepat pertolongan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.
βRumah Oksigen ini diharapkan dapat memberikan pertolongan pertama secara lebih cepat sebelum masyarakat menuju fasilitas kesehatan tingkat lanjut apabila memang diperlukan,β ujar Ani, Kamis (3/9/2026).
Seluruh Puskesmas Diminta Siapkan Rumah Oksigen
Tak hanya di satu lokasi, Pemkot Banjarbaru berupaya memperluas akses layanan tersebut.
Ani menginstruksikan seluruh Puskesmas di Kota Banjarbaru untuk menyediakan Rumah Oksigen sesuai kemampuan dan jenis pelayanan masing-masing.
Saat ini, Rumah Oksigen yang berada di PSC Kota Banjarbaru dan Puskesmas Cempaka melayani masyarakat selama 24 jam.
Sementara itu, Rumah Oksigen di puskesmas lainnya beroperasi mengikuti jam pelayanan masing-masing.
Langkah ini diharapkan membuat warga tidak perlu menunggu terlalu lama ketika mulai mengalami keluhan pernapasan akibat paparan asap.
Warga Diminta Jangan Tunggu Kondisi Memburuk
Di tengah ancaman kabut asap, masyarakat juga diminta aktif melindungi diri. Pemerintah mengingatkan agar warga mengurangi paparan asap, terutama ketika kualitas udara sedang memburuk.
Ani mengimbau masyarakat menggunakan masker, membatasi aktivitas di luar ruangan pada waktu-waktu rawan, menjaga asupan makanan bergizi, serta mencukupi kebutuhan air putih.
βKepada seluruh masyarakat Kota Banjarbaru, mari cegah paparan asap dengan menggunakan masker, membatasi aktivitas di luar rumah pada jam-jam rawan, mengonsumsi makanan yang bergizi dan minum air yang cukup,β imbaunya.
Imbauan tersebut terutama penting bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki kondisi yang membuat mereka lebih mudah mengalami gangguan pernapasan.
Rumah Oksigen Bukan Pengganti Rumah Sakit
Pemkot Banjarbaru menegaskan bahwa Rumah Oksigen bukan pengganti pelayanan kesehatan lanjutan.
Fasilitas tersebut lebih difungsikan sebagai garda pertolongan awal bagi warga yang mengalami sesak atau gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap.
Karena itu, masyarakat yang mengalami keluhan berat atau kondisi yang tidak membaik tetap perlu mendapatkan pemeriksaan dan penanganan di fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan.
Dengan adanya Rumah Oksigen, pemerintah berharap warga yang mulai mengalami kesulitan bernapas dapat segera memperoleh bantuan sehingga kondisi tidak berkembang menjadi lebih serius.
Di tengah karhutla yang masih berlangsung, pesan pemerintah cukup jelas: jangan menunggu sesak makin parah baru mencari pertolongan.
#KabutAsapBanjarbaru #KarhutlaBanjarbaru #RumahOksigen #Banjarbaru #KarhutlaKalsel #KabutAsap #KesehatanBanjarbaru #DinkesBanjarbaru #PuskesmasBanjarbaru #KalimantanSelatan #Kalsel #KesehatanMasyarakat #Karhutla2026 #AsapKarhutla #InfoBanjarbaru #BeritaBanjarbaru #BeritaKalsel #KesehatanIndonesia #BPBDKalsel #BeritaTerkini

