PUBLIKAINDONESIA.COM, PARINGIN β Tantangan dunia kesehatan terus berkembang. Karena itu, bidan dituntut tidak berhenti belajar dan meningkatkan kemampuan agar pelayanan kepada perempuan dan anak semakin berkualitas.
Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Balangan yang digelar di Mahligai Mayang Maurai, Paringin, Sabtu (5/9/2026).

Peringatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni ulang tahun organisasi profesi. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen para bidan dalam meningkatkan kompetensi, menjaga etika profesi, serta membangun kolaborasi demi pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Ketua IBI Kabupaten Balangan, Arymurti Kurnia Hakimah, mengajak seluruh anggota IBI untuk terus mengembangkan kemampuan dan menjaga kekompakan dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, perjuangan para bidan senior dan mereka yang telah memasuki masa purna tugas menjadi bagian penting dari perjalanan profesi yang harus diteruskan oleh generasi berikutnya.
βJejak pengabdian dan perjuangan para bunda yang telah memasuki purna tugas maupun bidan senior akan kami lanjutkan,β ujar Arymurti.
Ketua IBI Provinsi Kalimantan Selatan, Rusmiati Agustina, menegaskan perubahan dan tantangan pelayanan kesehatan ke depan membuat bidan harus terus memperbarui pengetahuan.
Ia meminta para bidan tidak merasa cukup dengan kemampuan yang sudah dimiliki saat ini.
βJangan pernah berhenti belajar karena kita akan berhadapan dengan berbagai tantangan di masa yang akan datang,β pesannya.
Rusmiati juga mendorong agar kolaborasi antarprofesi semakin diperkuat. Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak dapat berjalan maksimal jika dilakukan sendiri-sendiri.
Karena itu, para bidan diharapkan saling mendukung, bekerja sama, dan tetap memegang teguh tanggung jawab profesi saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Apresiasi terhadap kiprah para bidan disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Ainun Farida.
Ia menilai pengabdian bidan ikut memberikan kontribusi terhadap upaya menekan angka kematian ibu dan bayi di Balangan selama dua tahun terakhir.
Menurut Ainun, kontribusi tersebut tidak hanya terlihat dari pelayanan medis, tetapi juga dari kesabaran dan ketulusan bidan saat mendampingi perempuan, ibu hamil, hingga bayi.
βTerima kasih atas pengabdian, kesabaran dan ketulusan pian barataan. Setiap ibu dan bayi yang terselamatkan merupakan bagian dari pengabdian yang sangat berarti,β ungkapnya.
Ia berharap momentum HUT ke-75 IBI menjadi pemacu bagi para bidan untuk semakin solid sekaligus aktif melahirkan inovasi dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Penguatan kompetensi dan kolaborasi para bidan dinilai menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kualitas generasi masa depan.
Pelayanan kesehatan ibu dan anak yang semakin baik diharapkan dapat mendukung upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Artinya, peran bidan bukan hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan layanan kesehatan, tetapi juga menjadi salah satu garda penting dalam memastikan ibu dan anak mendapatkan pendampingan dan pelayanan yang berkualitas sejak awal.
Peringatan HUT ke-75 IBI Kabupaten Balangan juga berlangsung semarak dengan sejumlah kegiatan, di antaranya pemberian penghargaan, fashion show, penyampaian materi, hingga pembagian doorprize.
Di balik kemeriahan tersebut, pesan utamanya tetap sama: profesi bidan harus terus bergerak, belajar, dan beradaptasi agar pelayanan untuk perempuan dan anak semakin kuat.
#IBIBalangan #HUTIBI75 #IkatanBidanIndonesia #BidanBalangan #BidanKalsel #Balangan #Paringin #KalimantanSelatan #KesehatanIbuAnak #KesehatanBalangan #PelayananKesehatan #BidanIndonesia #KesehatanMasyarakat #AngkaKematianIbu #AngkaKematianBayi #GenerasiEmas2045 #BeritaBalangan #BeritaKalsel #InfoKesehatan #BeritaTerkini

