PUBLIKAINDONESIA.COM, HULU SUNGAI SELATAN – Dari lahan sederhana di Desa Taniran Kubah, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), usaha pembibitan tanaman perlahan berkembang menjadi sumber penghasilan masyarakat.
Bibit sayuran dan buah yang diproduksi warga bahkan mulai merambah pasar di luar Kalimantan Selatan. Melihat potensi tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan H. Kartoyo mendorong agar usaha pembibitan masyarakat Taniran Kubah naik kelas melalui inovasi pemasaran berbasis digital.

Dorongan tersebut disampaikan Kartoyo saat melaksanakan kegiatan penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di Desa Taniran Kubah, Minggu (9/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kartoyo melihat langsung aktivitas pembibitan yang dilakukan masyarakat. Beragam tanaman dibudidayakan, mulai dari sayuran, tomat, lombok, terong hingga kates.
Menurut Kartoyo, usaha tersebut memiliki potensi ekonomi yang cukup besar jika dikelola secara konsisten dan didukung pemasaran yang lebih luas.
Karena itu, ia mendorong agar masyarakat tidak hanya mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut atau pembeli yang datang langsung.
Marketplace dan media sosial dinilai bisa menjadi pintu baru untuk memperkenalkan produk pembibitan Taniran Kubah ke konsumen yang lebih luas.
“Kami sudah meminta agar dilakukan inventarisasi bersama Pembakal dan Pak RT. Mudah-mudahan kita dari provinsi bersama teman-teman anggota dewan serta Dinas Perdagangan, baik kabupaten maupun provinsi, bisa mendorong dan mendayagunakan mereka supaya memiliki jaminan pasar yang jelas,” ujar Kartoyo.
Menurutnya, dukungan pemerintah tidak hanya diperlukan dalam bentuk pembinaan, tetapi juga membuka akses pasar agar produk masyarakat memiliki kepastian pemasaran.
Kartoyo juga melihat peluang besar dari aktivitas para pembudidaya untuk dikemas menjadi konten media sosial.
Menurutnya, gaya masyarakat yang apa adanya justru bisa menjadi kekuatan dalam membuat konten yang menarik sekaligus menjual produk.
Platform seperti TikTok, misalnya, dapat dimanfaatkan untuk memperlihatkan proses penyemaian, perawatan hingga bibit siap dikirim kepada pembeli.
“Tadi kita ingin mendorong setiap pembudidaya membuat konten dan itu akan kita fasilitasi, misalnya melalui TikTok. Gaya ibu-ibu tadi sangat luar biasa, lucu dan apa adanya, tetapi bisa memasarkan produk,” kata Kartoyo.
Ia menyebut produk pembibitan dari Taniran Kubah bahkan sudah dikirim ke sejumlah daerah di luar Kalsel.
“Pengiriman hari ini sudah bisa ke Kaltim dan Kalteng. Ini sangat luar biasa dan perlu kita dukung dengan sebaik-baiknya,” lanjutnya.
Pembakal Desa Taniran Kubah, Supiani, mengatakan berkembangnya usaha pembibitan tidak terlepas dari ketekunan masyarakat dalam mengelola potensi yang ada.
Proses produksi dilakukan secara sederhana, tetapi mampu menghasilkan jumlah bibit yang cukup besar.
Menurut Supiani, satu bungkus bibit seberat sekitar 10 gram untuk jenis tanaman seperti lombok, tomat, terong, dan kates dapat menghasilkan sekitar 1.500 hingga 2.000 bibit tanaman muda.
Bibit tersebut kemudian dirawat secara intensif dengan penyiraman setiap hari selama kurang lebih satu bulan sebelum siap dipasarkan.

Hasil pembibitan masyarakat Taniran Kubah pun telah mampu memenuhi kebutuhan pasar di sejumlah wilayah Banua Enam.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa usaha pembibitan yang awalnya dikelola masyarakat secara sederhana mulai memiliki peluang untuk berkembang menjadi sektor ekonomi desa yang lebih kuat.
Supiani mengapresiasi perhatian dan dukungan yang diberikan H. Kartoyo terhadap usaha masyarakat di desanya.
Ia berharap perhatian tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pembudidaya untuk terus mengembangkan usaha pembibitan, termasuk memperluas pemasaran.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan Bapak H. Kartoyo selaku Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel yang telah hadir di desa kami dan mendorong pemberdayaan masyarakat melalui usaha pembibitan tanaman,” ungkap Supiani.
Dengan potensi produksi yang sudah berjalan dan pasar yang mulai menembus luar daerah, usaha pembibitan Taniran Kubah kini memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh.
Dari bibit kecil, peluang ekonominya ternyata bisa besar. Tinggal bagaimana produksi, pemasaran, dan kreativitas digital warga terus didorong agar usaha desa ini benar-benar naik kelas.
#TaniranKubah #HuluSungaiSelatan #HSS #BibitTanaman #UMKMKalsel #EkonomiDesa #PemberdayaanMasyarakat #Kartoyo #DPRDKalsel #PetaniMilenial #TikTokUMKM #Marketplace #KalimantanSelatan #BanuaEnam #BeritaKalsel

