PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali mencatatkan lonjakan dalam pemeringkatan akademik internasional.
Pada SCImago Institutions Rankings (SIR) 2026, posisi ULM di tingkat nasional naik cukup signifikan. Perguruan tinggi negeri di Kalimantan Selatan itu kini berada di peringkat ke-38 nasional, naik dari posisi ke-48 pada edisi SIR 2025.

Kenaikan 10 peringkat tersebut menjadi salah satu catatan terbaru dalam perjalanan ULM memperkuat kualitas riset dan reputasi akademiknya.
Berdasarkan data SIR 2026 yang dikutip dari scimagoir.com, ULM juga tercatat berada di posisi teratas di antara perguruan tinggi di Kalimantan yang masuk dalam pemeringkatan sektor *Higher Education*.
Di bawah ULM, terdapat Universitas Tanjungpura di peringkat ke-60 dan Universitas Mulawarman di peringkat ke-66.
SCImago Institutions Rankings merupakan pemeringkatan institusi akademik dan riset yang menggunakan data publikasi ilmiah terindeks Scopus serta sejumlah indikator lainnya.
Penilaiannya tidak hanya melihat produktivitas penelitian. SIR menggunakan tiga kelompok indikator utama, yakni Research dengan bobot 50 persen, Innovation 30 persen, dan Societal 20 persen.
Karena itu, posisi ULM di peringkat 38 nasional menjadi gambaran dari kinerja institusi berdasarkan indikator yang digunakan dalam pemeringkatan tersebut.
Rektor ULM Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, SE., M.Si., mengatakan capaian tersebut tidak diraih secara instan.
Menurutnya, peningkatan posisi ULM merupakan hasil dari proses yang dilakukan secara konsisten oleh sivitas akademika dalam menghasilkan riset berkualitas.
“Capaian ini bukanlah sesuatu yang instan, namun merupakan hasil dari usaha yang konsisten dari sivitas akademika ULM untuk menghasilkan riset yang berkualitas,” ungkap Ahmad Alim Bachri.
Untuk menjaga sekaligus meningkatkan performa riset, ULM terus mendorong sivitas akademika menghasilkan publikasi di jurnal internasional bereputasi.
Berbagai upaya dilakukan, mulai dari pelatihan penulisan karya ilmiah untuk jurnal bereputasi hingga pemberian insentif bagi dosen yang berhasil mempublikasikan hasil riset pada jurnal terindeks Scopus.
Strategi tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya ULM memperkuat budaya riset sekaligus meningkatkan visibilitas karya ilmiah para penelitinya di tingkat internasional.
Publikasi dalam jurnal yang terindeks Scopus juga dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun reputasi perguruan tinggi di tingkat global.
Kenaikan peringkat SIR 2026 menjadi bagian dari perjalanan ULM menuju visi sebagai World Class University, dengan keunggulan pada bidang pengelolaan lahan basah.
Penguatan riset dan publikasi internasional menjadi salah satu fondasi yang terus didorong.
Bagi ULM, peningkatan kualitas dan visibilitas riset tidak hanya berkaitan dengan posisi dalam pemeringkatan. Dampaknya juga dapat membuka ruang yang lebih luas untuk kolaborasi penelitian internasional, penguatan akreditasi program studi, kerja sama akademik, serta peluang pendanaan riset kompetitif.
Semakin kuat rekam jejak penelitian dan publikasi, semakin terbuka pula peluang ULM memperluas jejaring dengan perguruan tinggi maupun lembaga riset di berbagai negara.
Dengan posisi peringkat ke-38 nasional pada SIR 2026, ULM kini memiliki pijakan baru untuk melanjutkan agenda penguatan riset, inovasi dan dampak sosial.
Dari Kalimantan Selatan, ULM terus mendorong agar karya akademik dan riset yang lahir di kampus tersebut semakin dikenal di level nasional hingga internasional.
#ULM #UniversitasLambungMangkurat #ULMBanjarmasin #SIR2026 #SCImago #SCImagoInstitutionsRankings #KampusKalsel #KampusKalimantan #KalimantanSelatan #Kalsel #Banjarmasin #RisetULM #PenelitianULM #PublikasiScopus #Scopus #WorldClassUniversity #PerguruanTinggiIndonesia #PendidikanIndonesia #BeritaKalsel #BeritaBanjarmasin

