PUBLIKAINDONESIA.COM, TANGERANG – Perjalanan pulang seorang perempuan berinisial JS (28) dari Guangzhou, China, mendadak berubah jadi pengalaman menegangkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (13/5/2026).
JS mengaku sampai menangis saat menjalani pemeriksaan intensif oleh petugas Bea Cukai gara-gara membawa sejumlah mainan, kartu, dan stiker Pokémon di dalam koper miliknya.
Perempuan tersebut mengaku panik karena harus menjalani pemeriksaan berjam-jam sejak tiba di area pengambilan bagasi.
“Saya sampai nangis karena panik dan lama banget ditahan di sana,” ujar JS, Kamis (14/5/2026).
Menurut pengakuannya, koper miliknya sudah ditandai sejak proses pengambilan bagasi dan langsung diarahkan ke jalur pemeriksaan red line oleh petugas.
Saat koper besar dibuka, petugas menemukan berbagai koleksi Pokémon berupa mainan dan stiker. Meski JS sudah menunjukkan invoice pembelian, petugas disebut tidak langsung percaya dengan harga yang tercantum dalam nota tersebut.
“Awalnya koper besar saya dibuka, isinya mainan Pokémon dan stiker. Saya kasih invoice pembelian, tapi mereka tidak percaya dengan harga yang tertera,” katanya.
Pemeriksaan pun berlanjut. Seluruh isi koper dibongkar satu per satu, termasuk koper kabin yang sebagian besar juga berisi koleksi Pokémon.
JS mengaku sempat menjelaskan bahwa barang-barang tersebut merupakan oleh-oleh untuk anak-anaknya. Namun, petugas tetap melontarkan banyak pertanyaan, mulai dari tujuan keberangkatan hingga alasan dirinya pergi ke Guangzhou.
Yang membuatnya semakin gugup, beberapa petugas disebut ikut memeriksa harga koleksi Pokémon tersebut melalui internet karena menduga ada barang yang bernilai mahal.
“Petugas lain datang ikut cek harga Pokémon karena katanya ada yang nilainya mahal,” ungkapnya.
Tak berhenti di situ, JS kemudian diarahkan ke kantor Bea Cukai bersama seluruh barang bawaannya. Di ruangan tersebut, ia mengaku kembali menjalani pemeriksaan selama beberapa jam.
Barang-barang miliknya difoto dan dibandingkan dengan harga pasar oleh sejumlah petugas. Bahkan, meski sudah menunjukkan nota pembelian hingga foto saat membeli barang di pasar mainan Guangzhou, petugas disebut masih meragukan keterangannya.
JS juga mengaku sempat merasa tertekan ketika salah satu petugas meminta dirinya berkata jujur terkait harga asli barang-barang yang dibawa.
“Petugas sempat bilang, ‘Ibu jujur saja belinya berapa, nanti saya bantu’. Tapi saya tetap bilang saya belinya di pasar dan sesuai nota,” tuturnya.
Peristiwa ini pun memicu perhatian publik di media sosial, terutama di kalangan kolektor dan pemburu merchandise Pokémon yang menilai pemeriksaan terhadap barang koleksi kini semakin ketat, terutama untuk barang impor dari luar negeri.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Bea Cukai terkait pemeriksaan yang dialami JS tersebut.
#BeaCukai #BandaraSoetta #Pokemon #Guangzhou #PokemonCard #BandaraSoekarnoHatta #BeritaViral #MainanPokemon #KolektorPokemon #Indonesia #Tangerang #ViralHariIni #Customs #PokemonIndonesia #BeritaTerkini

