PUBLIKAINDONESIA.COM, MARTAPURA – Dari Martapura, tiga ASN Kabupaten Banjar melangkah ke panggung nasional dengan membawa misi yang lebih besar dari sekadar mengikuti perlombaan. Mereka dipercaya menjadi bagian dari Kafilah Kalimantan Selatan dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026 yang berlangsung di Sulawesi Selatan.
Ketiga nama tersebut yakni Pahriannor, peserta cabang Dakwah Al-Qur’an, Syahruddin yang berlaga pada Khat Digital Klasik, serta Zainuddin Zuhri pada cabang Tartil Al-Qur’an.

Keberadaan mereka menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Banjar. Pasalnya, ketiga ASN ini mendapat kepercayaan untuk berhadapan dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia sekaligus membawa identitas daerah di tengah kompetisi nasional.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan kedatangan para kafilah pada 23 Agustus 2026. Setelah pembukaan pada 24 Agustus, para peserta menjalani babak penyisihan selama tiga hari, yakni 25–27 Agustus. Kompetisi kemudian berlanjut ke babak final pada 28 Agustus dan ditutup sehari setelahnya, 29 Agustus 2026.
Pertandingan tersebar di sejumlah lokasi di Sulawesi Selatan. Peserta Dakwah Al-Qur’an berkompetisi di Lapangan Karebosi, Makassar. Cabang Tartil Al-Qur’an berlangsung di Aula Mina Asrama Haji Sudiang, Makassar, sedangkan cabang Khath Al-Qur’an digelar di Auditorium PT Semen Tonasa, Pangkep.
Dari perjuangan tiga utusan Kabupaten Banjar tersebut, Syahruddin berhasil mencatatkan hasil membanggakan. Ia meraih Harapan III pada cabang Khat Digital Klasik.
Prestasi tersebut turut menjadi bagian dari raihan Kafilah Kalsel yang secara keseluruhan mengumpulkan 34 poin dan menempati peringkat ke-9 nasional.
Kalsel juga mencatatkan 11 finalis atau peraih prestasi dalam berbagai kategori, mulai Terbaik II dan Terbaik III hingga Harapan I, Harapan II dan Harapan III.
Bagi Kabupaten Banjar, capaian tersebut tidak semata-mata dilihat dari hasil akhir perlombaan. Keikutsertaan tiga ASN ini juga menjadi gambaran bahwa pengembangan kapasitas aparatur dapat berjalan beriringan dengan penguatan nilai spiritual dan karakter.
MTQ KORPRI menjadi ruang bagi ASN untuk memperkuat integritas, profesionalisme, solidaritas serta nilai-nilai keagamaan. Nilai tersebut penting karena aparatur pemerintah bukan hanya dituntut mampu menyelesaikan pekerjaan administratif, tetapi juga diharapkan memiliki karakter yang kuat ketika berhadapan langsung dengan masyarakat.
Dukungan Pemerintah Kabupaten Banjar kepada para utusan daerah menjadi bentuk apresiasi atas keberanian dan komitmen mereka mengembangkan potensi sekaligus membawa nama Banjar ke level nasional.
Syahruddin telah berhasil mencatatkan prestasi. Sementara Pahriannor dan Zainuddin Zuhri telah menjadi bagian dari perjuangan Kalsel di arena nasional. Ketiganya menunjukkan bahwa kiprah ASN tidak terbatas pada ruang kantor dan tugas pemerintahan.
Ada ruang lain untuk menunjukkan kompetensi, membangun keteladanan, sekaligus membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sebagai aparatur.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang ASN bukan hanya penghargaan yang terpajang atau posisi yang diraih dalam sebuah kompetisi. Nilai yang jauh lebih penting adalah ketika semangat, integritas dan nilai kebaikan yang dibawa dari arena MTQ dapat diterapkan kembali dalam pekerjaan.
Sebab setelah panggung perlombaan selesai, tantangan berikutnya justru menunggu di tempat masing-masing: memberikan pelayanan terbaik dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Banjar.
#KabupatenBanjar #Martapura #MTQKORPRI2026 #MTQNasional2026 #MTQKORPRI #Kalsel #SulawesiSelatan #Makassar #ASN #ASNBanjar #Syahruddin #Pahriannor #ZainuddinZuhri #AlQuran #KhatDigital #KabarBanjar #BeritaBanjar

