PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Perjalanan tim sepak bola putra Gala Siswa Indonesia (GSI) Kabupaten Kotabaru di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2026 berakhir dengan torehan manis.
Bukan juara pertama, tetapi runner-up atau juara II berhasil diamankan. Capaian ini sekaligus menunjukkan adanya peningkatan dibanding tahun sebelumnya, ketika GSI Kotabaru harus puas berada di posisi ketiga.

Yang membuat pencapaian ini terasa spesial, perjalanan menuju final dilakukan dengan persiapan yang sangat terbatas. Tim hanya memiliki waktu sekitar tiga hari untuk mematangkan skuad sebelum bertolak mengikuti pertandingan di tingkat provinsi.
Pelatih GSI Kotabaru, Iqbal Samad, S.Pd, menyebut perjuangan anak asuhnya luar biasa. Bahkan, sejumlah pemain belum sempat menjalani latihan bersama karena berasal dari sekolah berbeda dan masih harus mengikuti ulangan.
“Dengan persiapan hanya tiga hari, anak-anak sudah menunjukkan kerja sama tim yang sangat bagus. Saya bangga dengan perjuangan mereka,” ujar Iqbal.

Drama paling menegangkan terjadi pada partai final.
GSI Kotabaru harus berhadapan dengan GSI Kabupaten Banjar, tim yang sebelumnya juga berada satu grup dengan Kotabaru pada fase penyisihan.
Kotabaru sempat tampil menjanjikan dan berhasil mencetak keunggulan hingga 3-0.
Namun, pertandingan berubah menjadi dramatis. Kabupaten Banjar mampu bangkit dan mengejar ketertinggalan hingga skor berubah menjadi 3-3.
Pertandingan pun harus ditentukan melalui drama adu penalti.
Dalam babak tos-tosan tersebut, keberuntungan belum berpihak kepada Kotabaru. GSI Kabupaten Banjar menang dengan skor 4-2.
Hasil itu sekaligus memastikan GSI Putra Kotabaru finis sebagai juara II GSI tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2026.
Meski gagal mengangkat trofi juara pertama, Iqbal meminta para pemain tidak larut dalam kekecewaan.

Menurutnya, posisi runner-up justru harus menjadi bahan bakar untuk berkembang dan mempersiapkan diri lebih baik pada kompetisi berikutnya.
“Anak-anak tetap semangat dan banyak bersyukur. Ini hasil dari perjuangan kita bersama. Setidaknya tahun ini ada peningkatan, dari juara 3 menjadi juara 2,” katanya.
Ada fakta menarik di balik perjalanan GSI Putra Kotabaru.
Sekitar 80 persen pemain dalam skuad berasal dari SMPN 1 Kelumpang Hilir, Desa Tegalrejo, Kecamatan Kelumpang Hilir.
Sekolah tersebut bukan pendatang baru dalam kompetisi GSI. Sebelumnya, SMPN 1 Kelumpang Hilir telah empat kali berturut-turut menjadi juara GSI tingkat Kabupaten Kotabaru.
Konsistensi tersebut menjadi salah satu modal penting dalam membangun kekuatan tim Kotabaru di tingkat provinsi.

Meski mayoritas pemain berasal dari satu sekolah, skuad GSI Kotabaru tetap diperkuat pelajar dari sejumlah sekolah lainnya.
Iqbal menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut mendukung perjuangan tim hingga mampu menembus final tingkat provinsi.
Dukungan tersebut datang dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kotabaru, Kabid Pembinaan SMP Fahrur Rozi, SE., MM beserta tim, Kepala SMPN 1 Kelumpang Hilir Novi Gusti, S.Pd, serta sejumlah sekolah yang turut mendukung.

Di antaranya SMPN 2 Kotabaru, SMPN 1 Pulau Laut Barat, SMPN 2 Pulau Laut Barat, SMP Indocement Tarjun, serta Manager Garuda Academy Kotabaru.
Bagi GSI Putra Kotabaru, perjalanan tahun ini menjadi bukti bahwa keterbatasan waktu persiapan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
Dari juara III pada tahun sebelumnya, mereka mampu naik satu tingkat menjadi juara II Provinsi Kalsel 2026.
Kini, pekerjaan berikutnya bukan sekadar mempertahankan prestasi, tetapi meningkatkan kualitas pembinaan agar tahun depan Kotabaru bisa kembali melangkah dan membawa pulang gelar juara pertama.
#GSIKotabaru #GSIPutraKotabaru #GSI2026 #GalaSiswaIndonesia #GSIKalsel #SepakBolaPelajar #SepakBolaKotabaru #Kotabaru #KalimantanSelatan #Kalsel #Juara2 #RunnerUp #GSIProvinsi #OlahragaKotabaru #PrestasiPelajar #SMPKotabaru #KelumpangHilir #GarudaAcademyKotabaru #BeritaKotabaru #BeritaKalsel #PublikaIndonesia

