PUBLIKAINDONESIA.COM, AMUNTAI – Suasana tenang di Kompleks CPS, Kelurahan Sungai Malang, Kota Amuntai, mendadak geger setelah terjadi insiden pengeroyokan yang melibatkan satu keluarga. Peristiwa yang terjadi pada Minggu sore (10/5/2026) itu kini menjadi perhatian warga karena salah satu terduga pelaku diketahui merupakan oknum pegawai pemerintah di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Kasus tersebut kini ditangani serius oleh Satreskrim Polres HSU. Penyidik bahkan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengamankan rekaman CCTV guna mendalami kronologi kejadian.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi kekerasan itu diduga dilakukan oleh tiga orang yang masih satu keluarga, yakni seorang ayah bersama dua anaknya. Salah satu terduga pelaku berinisial MFS diketahui berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Status MFS dibenarkan oleh perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten HSU, Santi.
“Benar bahwa yang bersangkutan (MFS) adalah karyawan di dinas kami dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K),” ungkapnya.
Tak sendiri, MFS diduga melakukan penyerangan bersama ayah dan adiknya yang diketahui masih berstatus pelajar. Korban dalam kejadian tersebut merupakan pasangan suami istri yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan para terduga pelaku.
Ketua RT 20 Kelurahan Sungai Malang, H. Fakhrurazi menjelaskan, insiden bermula dari cekcok yang memanas hingga berujung aksi kekerasan fisik secara bersama-sama.
“Benar telah terjadi cekcok yang berakibat pada pengeroyokan oleh ketiga terduga pelaku terhadap korban,” ujarnya saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Akibat pengeroyokan tersebut, korban bernama Gusti Jaya dan Rahmawati mengalami luka-luka. Gusti Jaya disebut mengalami luka lebam dan harus mendapatkan perawatan medis secara intensif.
Pihak keluarga korban mengaku terpukul atas kejadian tersebut. Mereka juga menyayangkan dugaan keterlibatan oknum aparatur pemerintah dalam aksi kekerasan itu.
“Kami hanya berharap keadilan yang seadil-adilnya. Kasus ini sudah kami serahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang,” ujar salah satu perwakilan keluarga korban.
Hingga Senin (11/5/2026), personel Polres HSU masih terus melakukan identifikasi dan pengumpulan bahan keterangan di lapangan. Para terduga pelaku juga dikabarkan masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres HSU.
Kasus ini pun menjadi sorotan masyarakat karena melibatkan aparatur pemerintah, sekaligus memunculkan harapan agar proses hukum berjalan transparan dan tanpa pandang bulu.
#Amuntai #HSU #PolresHSU #Pengeroyokan #KalimantanSelatan #SungaiMalang #OknumP3K #BeritaHSU #InfoBanua #KriminalKalsel #Polisi #Hukum #Banua #ViralAmuntai #KabarKalsel

