Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    IndiHome Down Massal, Warganet Heboh: Internet Down Se-Indonesia?

    22/01/2026

    Klasemen Liga 4 Kalsel: Siapa yang Ikut Barabai FC ke Babak Selanjutnya?

    22/01/2026

    Deal Tinggal Tanda Tangan? Paulo Ricardo Segera Resmi ke Persija

    22/01/2026

    Buntut Banjir dan Longsor, 28 Perusahaan Dicabut Izin Lingkungannya

    22/01/2026

    Balangan Panaskan Mesin, Siapkan Atlet Pelajar Menuju POPDA 2026

    22/01/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Asli Sumatera, Mekar di Australia: Titan Arum Tarik 2.000 Pengunjung

      10/01/2026

      Pecinta Travelling Wajib Tahu! Jelajah Semua Pulau di Indonesia Bisa Habiskan Separuh Hidupmu

      06/10/2025

      Duta Mall Soft Opening, Wakil Wali Kota: Duta Mall Bukan Cuma Tempat Belanja, Tapi Peluang Emas Warga Palangka Raya

      04/10/2025

      Aroya Cruise, Kapal Pesiar Halal Pertama di Dunia Hadirkan Pengalaman Haji dan Umrah Lewat Laut

      03/10/2025

      Balangan Health Run 4K, Cara Seru Warga Balangan Jaga Kesehatan

      15/12/2025

      Indonesia Siap Cetak Sejarah, Tim Muhammadiyah Dilirik WHO Jadi Pasukan Medis Dunia

      27/10/2025

      Workshop Nasional Kefarmasian 2025: Apoteker Didorong Jadi Garda Terdepan Atasi Hipertensi

      09/10/2025

      Sayur MBG di Tala Ditemukan Ada Ulat, Murid Ogah Makan, Ini Respon Pengawas

      06/10/2025

      IndiHome Down Massal, Warganet Heboh: Internet Down Se-Indonesia?

      22/01/2026

      Era Baru Energi Nasional, Indonesia Siap Lepas dari Solar Impor

      14/01/2026

      Grok Diblokir, Pemerintah Indonesia Sebut Grok Sebagai AI ‘Nakal’

      13/01/2026

      Kapur Barus Disebut Al-Qur’an, Ternyata Asalnya dari Indonesia

      07/01/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Nyaris Sentuh Rp 16.800

    Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Nyaris Sentuh Rp 16.800

    Tim PublikaTim Publika26/09/2025

    PUBLIKAINDONESIA.COM, JAKARTA – Nilai tukar Rupiah kembali terpukul terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan Kamis (25/9/2025). Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS menguat 53 poin atau 0,32% ke level Rp 16.737 per dolar AS mendekati level psikologis Rp 16.800 yang dikhawatirkan pasar.

    Kondisi ini memicu kekhawatiran berbagai pihak, termasuk para pengamat ekonomi dan pelaku pasar, yang menyebut bahwa level Rp 17.000 bukan lagi sekadar spekulasi.

    “Kalau level Rp 16.800 tembus, sangat mungkin dalam bulan Oktober kita melihat dolar di atas Rp 17.000,” ungkap Ibrahim Assuaibi, Pengamat Ekonomi dan Komoditas, dalam keterangannya, Kamis (25/9/2025).

    🌍 Faktor Global: Retorika Trump & Ketegangan Eropa

    Ibrahim menjelaskan bahwa tekanan terhadap Rupiah dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama memanasnya situasi geopolitik di Eropa. Pidato Presiden AS Donald Trump di Sidang Umum PBB baru-baru ini turut memicu kegelisahan pasar.

    Trump secara tegas meminta negara-negara Eropa untuk menghentikan pembelian minyak dari Rusia. Meski belum ada sanksi resmi, retorika ini dianggap meningkatkan risiko geopolitik.

    “Serangan drone Ukraina ke kilang dan terminal ekspor Rusia juga membuat ketegangan meningkat, yang akhirnya mendorong penguatan dolar AS sebagai aset safe haven,” jelas Ibrahim.

    🏛️ Faktor Domestik: Pasar Tak Yakin dengan Kebijakan Pemerintah

    Dari dalam negeri, komentar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dinilai memberikan sinyal negatif ke pasar. Penolakannya terhadap program tax amnesty yang sebelumnya dinilai sukses di era Jokowi membuat investor mempertanyakan arah kebijakan fiskal pemerintah.

    “Pasar kecewa. Tax amnesty dulu jadi stimulus kuat arus modal masuk. Sekarang ditolak karena dinilai ‘kongkalikong’, dan itu berdampak langsung ke kepercayaan investor,” ujar Ibrahim.

    💹 Bank Indonesia (BI) Kewalahan Intervensi?

    Meskipun Bank Indonesia sudah beberapa kali melakukan intervensi di pasar spot dan DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward), tekanan dari pasar internasional disebut terlalu kuat.

    “Spekulasi di pasar NDF internasional sangat besar. BI terpaksa terus intervensi, tapi itu menggerus cadangan devisa kita,” kata Ibrahim.

    Pengamat dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menambahkan bahwa pemangkasan suku bunga oleh BI serta pergantian Menkeu ke arah kebijakan yang lebih longgar juga memicu tekanan pada Rupiah.

    “Revisi UU P2SK dan stimulus besar-besaran, termasuk program makan bergizi gratis, memicu kekhawatiran akan inflasi dan defisit anggaran,” katanya.

    Lukman menyebut, anggaran jumbo seperti Rp 500 triliun per tahun untuk program makan bergizi gratis lebih baik dikaji ulang.

    “Kalau dikalkulasikan 4 tahun, itu Rp 2.000 triliun. Bisa jadi dana abadi untuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur strategis,” tambahnya.

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    IndiHome Down Massal, Warganet Heboh: Internet Down Se-Indonesia?

    22/01/2026

    Klasemen Liga 4 Kalsel: Siapa yang Ikut Barabai FC ke Babak Selanjutnya?

    22/01/2026

    Deal Tinggal Tanda Tangan? Paulo Ricardo Segera Resmi ke Persija

    22/01/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    IndiHome Down Massal, Warganet Heboh: Internet Down Se-Indonesia?

    22/01/2026

    Klasemen Liga 4 Kalsel: Siapa yang Ikut Barabai FC ke Babak Selanjutnya?

    22/01/2026

    Deal Tinggal Tanda Tangan? Paulo Ricardo Segera Resmi ke Persija

    22/01/2026

    Buntut Banjir dan Longsor, 28 Perusahaan Dicabut Izin Lingkungannya

    22/01/2026
    Berita Pilihan
    Ekonomi

    IndiHome Down Massal, Warganet Heboh: Internet Down Se-Indonesia?

    22/01/2026 Ekonomi

    PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU– Layanan internet IndiHome dikeluhkan mengalami gangguan massal pada Kamis (22/1/2026) siang. Keluhan pengguna…

    Klasemen Liga 4 Kalsel: Siapa yang Ikut Barabai FC ke Babak Selanjutnya?

    22/01/2026

    Deal Tinggal Tanda Tangan? Paulo Ricardo Segera Resmi ke Persija

    22/01/2026

    Buntut Banjir dan Longsor, 28 Perusahaan Dicabut Izin Lingkungannya

    22/01/2026

    Recent Posts

    • IndiHome Down Massal, Warganet Heboh: Internet Down Se-Indonesia?
    • Klasemen Liga 4 Kalsel: Siapa yang Ikut Barabai FC ke Babak Selanjutnya?
    • Deal Tinggal Tanda Tangan? Paulo Ricardo Segera Resmi ke Persija
    • Buntut Banjir dan Longsor, 28 Perusahaan Dicabut Izin Lingkungannya
    • Balangan Panaskan Mesin, Siapkan Atlet Pelajar Menuju POPDA 2026

    Recent Comments

    1. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    2. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    3. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    4. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    5. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    Januari 2026
    S S R K J S M
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
    « Des    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.