PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru tancap gas memperkuat pendidikan inklusif. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 43 Guru Pendamping Khusus (GPK) bakal direkrut untuk menjawab kebutuhan layanan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang terus meningkat.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Data Dinas Pendidikan melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) mencatat, saat ini ada 629 ABK yang tersebar di 43 sekolah. Sementara jumlah GPK yang tersedia baru 77 orang, jauh dari kebutuhan ideal yang mencapai 120 tenaga pendamping.
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menegaskan bahwa proses rekrutmen tengah disiapkan dan akan dilakukan melalui skema Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLOP).
“Dinas Pendidikan saat ini sedang menyiapkan rekrutmen untuk menutup kekurangan GPK melalui skema PJLOP,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Pengumuman resmi rekrutmen GPK dijadwalkan akan dirilis dalam waktu dekat melalui kanal resmi pemerintah daerah. Sementara itu, hasil seleksi yang meliputi uji kompetensi dan wawancara ditargetkan diumumkan pada 7 Mei 2026.
Tak hanya fokus pada penambahan tenaga pendamping, Pemkot Banjarbaru juga memperkuat sistem pendidikan inklusif melalui asesmen komprehensif terhadap ABK.
Asesmen ini difokuskan pada siswa yang akan naik jenjang, seperti dari TK ke SD hingga dari SD ke SMP. Hasilnya akan menjadi dasar rekomendasi penempatan sekolah yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.
Menariknya, untuk memastikan kualitas dan akurasi asesmen, Pemkot menggandeng Universitas Lambung Mangkurat sebagai mitra akademik.
Langkah ini menjadi bukti bahwa Banjarbaru tidak hanya mengejar pemerataan akses pendidikan, tetapi juga kualitas layanan yang benar-benar menyesuaikan kebutuhan individu setiap anak.
Pemerintah berharap, kebijakan ini mampu memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi orang tua ABK bahwa anak-anak mereka mendapatkan pendidikan yang layak, inklusif, dan berkelanjutan.
#Banjarbaru #PendidikanInklusif #GuruPendampingKhusus #ABK #DinasPendidikan #KalimantanSelatan #ULM #BeritaBanua #InfoBanjarbaru #PendidikanIndonesia

