Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    Pembangunan RS Tipe D Gambut Bersiap Dilanjutkan, Dinkes Banjar Kembali Gandeng Kejari untuk Kawal Proyek Rp120 Miliar

    25/07/2026

    Pelantikan Pengurus Baru Pramuka Kalsel, Budi Waseso Titip Pesan Penting Jelang Hari Pramuka dan Jamnas 2026

    25/07/2026

    Pemkot Pontianak Tambah Armada dan Kontainer Sampah, Wali Kota Tegaskan Tak Ada Alasan Fasilitas Dibiarkan Rusak

    25/07/2026

    Pemkab Tanah Bumbu Perkuat PPID, Siap Terapkan Aturan Baru Demi Layanan Informasi Publik yang Lebih Cepat dan Transparan

    25/07/2026

    Api Gambut Masih Membara, Bupati Pulang Pisau dan Gubernur Kalteng Turun Langsung Cek Penanganan di Tumbang Nusa

    25/07/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Sport Tourism di Banjarbaru Makin Hidup, Aeris Boxing Buka Arena untuk Lahirkan Petinju Hebat

      05/06/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Dispar Kalsel Gandeng 50 Influencer Promosikan Wisata

      28/04/2026

      Seru dan Menantang, Event Lari Pantai-Gunung Biome Trail Run Mapala Piranha Siap Jadi Ikon Baru Kalsel

      28/04/2026

      Rayakan HUT ke-76 Kalsel, RSGM Gusti Hasan Aman Perkuat Edukasi Kesehatan Gigi Lewat Baksos hingga Lomba Kreatif

      20/07/2026

      Kalteng Tancap Gas Kembangkan Industri Obat Herbal, Bajakah hingga Pasak Bumi Disiapkan Tembus Pasar Nasional

      16/07/2026

      Donor Darah Berbonus Beras, Pakar Perlindungan Konsumen Ingatkan Potensi Celah Tata Kelola

      27/06/2026

      Senyum Ceria Anak Panti Jadi Bukti Kepedulian RSGM Gusti Hasan Aman

      30/04/2026

      Spek Gahar Polytron Fox 500 Fitur Premium, Desain Futuristis, Kecepatan 130 Km/Jam, Siap Tantang Skutik Premium

      21/07/2026

      Usai SHU Kopdes Rp78 Ribu, Pemerintah Justru Siapkan Koperasi Masuk Bisnis Tambang

      14/07/2026

      Mulai Besok B50 Resmi Berlaku, Ini Catatan Penting LPKSM untuk Pengguna Kendaraan Diesel

      30/06/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Menepis Isu Krisis ’98: Membedah Fakta Nilai Tukar, Perang Melawan Penjahat Ekonomi, dan Dinamika Regional

    Menepis Isu Krisis ’98: Membedah Fakta Nilai Tukar, Perang Melawan Penjahat Ekonomi, dan Dinamika Regional

    Tim PublikaTim Publika10/06/2026

    ANALISIS EKONOMI STRATEGIS & KEDAULATAN NASIONAL

    Oleh:M. Irfan Fajrianur, SE., SH., CPM

    Mencermati perkembangan pasar keuangan domestik dan regional belakangan ini, publik disuguhkan oleh dua fenomena besar yang saling berkaitan.

    Pertama, munculnya narasi negatif media asing (seperti Bloomberg) yang sempat menghembungkan sentimen “Sell Indonesia” di awal pengetatan kebijakan era Presiden Prabowo Subianto, yang kemudian dibalas oleh netizen dengan tagar #SellSingapore. Kedua, adanya penggiringan opini publik melalui benturan prediksi Artificial Intelligence (AI) dengan Bank Indonesia (BI) yang berspekulasi bahwa Dolar AS akan menembus Rp19.000 hingga Rp22.000 di akhir tahun akibat beban Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Sebagai praktisi di bidang Ekonomi, Hukum, dan Manajemen Konflik, saya memandang situasi ini secara jernih: Indonesia tidak sedang menuju krisis moneter seperti tahun 1998. Sebaliknya, fluktuasi yang terjadi saat ini adalah dampak dari “perang total” melawan penjahat ekonomi demi menegakkan kedaulatan nasional.

    Berikut adalah bedah analisis komprehensif berbasis data dan fakta empiris:

    1.Menepis Isu ’98: Fundamental Makro Kita Jauh Lebih Kokoh

    Masyarakat harus diedukasi agar tidak terjebak dalam perang psikologis (psywar) yang menyamakan situasi hari ini dengan Krisis Moneter 1998. Pada tahun 1998, Indonesia hancur karena rapuhnya sistem perbankan, utang swasta jangka pendek yang tidak terlindungi (unhedged), dan cadangan devisa yang tiris.

    Hari ini, kondisi kita jauh berbeda. Bank Indonesia (BI) memiliki fondasi yang sangat kuat dengan cadangan devisa yang mumpuni serta instrumen moneter yang responsif (seperti SRBI) untuk melakukan intervensi pasar. Kenaikan dolar saat ini bersifat global akibat kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat (Higher for Longer), bukan karena pembusukan ekonomi domestik.

    2.”Collateral Damage” dari Perang Melawan Penjahat Ekonomi

    Mengapa pasar keuangan kita mengalami tekanan jangka pendek?

    Dari kacamata Hukum Bisnis , pemerintahan saat ini sedang melakukan pembersihan besar-besaran terhadap kebocoran anggaran, mafia komoditas, penyelundup, dan pelaku capital flight (pelarian modal secara ilegal ke luar negeri).

    Ketika ruang gerak para penjahat ekonomi ini dipersempit oleh instrumen hukum yang agresif, mereka melakukan perlawanan balik (counter-attack) dengan cara menarik likuiditas mereka dari pasar domestik dan menggoreng sentimen negatif untuk menciptakan kepanikan pasar (market panic). Jadi, fluktuasi dolar saat ini adalah biaya ekonomi yang harus dibayar (collateral damage) dalam proses pembersihan benalu bangsa.

    3.Fenomena SellSingapore: Momentum Pembalikan Arus Modal

    Berdasarkan laporan media, media asing sempat menyoroti pengetatan ekonomi di Indonesia. Namun, arah angin berbalik seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi Singapura saat ini. Selama berpuluh-puluh tahun, Singapura menikmati limpahan dana dari Indonesia baik yang legal maupun yang grey area.

    Ketika Indonesia memperketat regulasi fiskal dan menegakkan kepatuhan hukum (*compliance*), dampaknya langsung memukul perekonomian Singapura yang sangat bergantung pada arus modal regional.

    Gerakan SellSingapore yang digaungkan oleh netizen Indonesia bukan sekadar luapan emosi, melainkan sebuah refleksi dari meningkatnya kepercayaan diri (*market confidence*) bahwa episentrum kekuatan ekonomi harus berada di Jakarta, bukan didikte dari luar negeri.

    4.Meluruskan Distorsi Isu: BI vs AI & Rasionalisasi Program MBG

    Baru-baru ini berkembang rilis yang membenturkan prediksi AI bahwa dolar akan menyentuh Rp19.000 hingga Rp22.000 karena beban Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini adalah bentuk simplifikasi yang keliru dan menyesatkan:

    Fakta Moneter : AI bekerja berdasarkan algoritma sentimen internet dan data historis tanpa memperhitungkan variabel intervensi kebijakan. Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) adalah otoritas riil yang memiliki kuasa penuh untuk menstabilkan nilai tukar melalui instrumen moneter riil di lapangan.

    Fakta Fiskal & Stimulus Domestik

    (Dari kacamata ekonomi) Menuduh program MBG akan merusak nilai tukar adalah kekeliruan besar. Anggaran MBG adalah bentuk investasi SDM jangka panjang yang sifatnya sirkular. Uang tersebut berputar 100% di dalam negeri untuk membeli hasil tani, peternak, dan UMKM lokal. Program ini justru menjadi stimulus konsumsi domestik yang memperkuat benteng ekonomi kita dari ancaman resesi global, bukan untuk impor yang menghabiskan cadangan dolar.

    Manajemen Risiko (Kacamata CPM):Pemerintah tetap menjaga koridor defisit fiskal di bawah 3% sesuai undang-undang. Narasi dolar Rp22.000 sengaja diembuskan oleh pihak-pihak yang kepentingannya terganggu untuk mendelegitimasi program strategis nasional.

    Kesimpulan

    Indonesia hari ini sedang bertransisi menjadi negara maju yang bersih, tegas, dan berwibawa. Proses “bersih-bersih” dari mafia ekonomi dan restrukturisasi kebijakan fiskal pasti melahirkan riak-riak kecil di pasar keuangan.

    Target dolar belasan hingga puluhan ribu yang bernada provokatif adalah angka psikologis yang sengaja diciptakan untuk menakut-nakuti publik. Sebagai bangsa yang besar, kita harus rasional dan bersatu mengawal kedaulatan ekonomi ini. Indonesia sedang bergerak ke arah yang benar: Mandiri, Bersih, dan Berdaulat!

     

    Referensi & Landasan Berita Berdasarkan Fakta:

    1. *Dinamika Pasar & Sentimen Regional:* [Tonton di TikTok Investoria](https://www.google.com/search?q=https://vt.tiktok.com/ZSQSR8FTN/)

    2. *Respon Bank Indonesia Terhadap Spekulasi Pasar & Isu MBG:* [Baca Artikel Duta.co – BI vs AI Soal Dolar](https://duta.co/bi-vs-ai-soal-dolar-minggu-ini-tembus-19-ribu-akhir-tahun-22-ribu-gegara-mbg/)

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    Tanggapan LPKSM Borneo Kalimantan perwakilan Kaltim Terhadap Kebijakan Layanan 10 Hari Sertifikat BPN

    16/07/2026

    Sinergi Kebangsaan Perlindungan Konsumen: Menguatkan Peran LPKSM dan 29 Kementerian/Lembaga Lewat Inovasi Digital Berdaya Guna Tinggi

    11/07/2026

    Menahan Napas di Tengah Inflasi: Mengapa Kelas Menengah Kita Paling Rentan Frustrasi Sosial?

    10/07/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Pembangunan RS Tipe D Gambut Bersiap Dilanjutkan, Dinkes Banjar Kembali Gandeng Kejari untuk Kawal Proyek Rp120 Miliar

    25/07/2026

    Pelantikan Pengurus Baru Pramuka Kalsel, Budi Waseso Titip Pesan Penting Jelang Hari Pramuka dan Jamnas 2026

    25/07/2026

    Pemkot Pontianak Tambah Armada dan Kontainer Sampah, Wali Kota Tegaskan Tak Ada Alasan Fasilitas Dibiarkan Rusak

    25/07/2026

    Pemkab Tanah Bumbu Perkuat PPID, Siap Terapkan Aturan Baru Demi Layanan Informasi Publik yang Lebih Cepat dan Transparan

    25/07/2026
    Berita Pilihan
    Kabupaten Banjar

    Pembangunan RS Tipe D Gambut Bersiap Dilanjutkan, Dinkes Banjar Kembali Gandeng Kejari untuk Kawal Proyek Rp120 Miliar

    25/07/2026 Kabupaten Banjar

    PUBLIKAINDONESIA.COM, MARTAPURA– Pemerintah Kabupaten Banjar menunjukkan keseriusannya melanjutkan pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe D Gambut.…

    Pelantikan Pengurus Baru Pramuka Kalsel, Budi Waseso Titip Pesan Penting Jelang Hari Pramuka dan Jamnas 2026

    25/07/2026

    Pemkot Pontianak Tambah Armada dan Kontainer Sampah, Wali Kota Tegaskan Tak Ada Alasan Fasilitas Dibiarkan Rusak

    25/07/2026

    Pemkab Tanah Bumbu Perkuat PPID, Siap Terapkan Aturan Baru Demi Layanan Informasi Publik yang Lebih Cepat dan Transparan

    25/07/2026

    Recent Posts

    • Pembangunan RS Tipe D Gambut Bersiap Dilanjutkan, Dinkes Banjar Kembali Gandeng Kejari untuk Kawal Proyek Rp120 Miliar
    • Pelantikan Pengurus Baru Pramuka Kalsel, Budi Waseso Titip Pesan Penting Jelang Hari Pramuka dan Jamnas 2026
    • Pemkot Pontianak Tambah Armada dan Kontainer Sampah, Wali Kota Tegaskan Tak Ada Alasan Fasilitas Dibiarkan Rusak
    • Pemkab Tanah Bumbu Perkuat PPID, Siap Terapkan Aturan Baru Demi Layanan Informasi Publik yang Lebih Cepat dan Transparan
    • Api Gambut Masih Membara, Bupati Pulang Pisau dan Gubernur Kalteng Turun Langsung Cek Penanganan di Tumbang Nusa

    Recent Comments

    1. Stephengrent mengenai 73 Peserta Ikuti Audisi Nanang Galuh Banjar Bernuansa Islami 2025
    2. Sheilaspody mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    3. EarnestHeS mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    4. Maf mengenai Waspada Ular di Sekitar Lingkungan Saat Musim Hujan
    5. RandomNameAgers mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    Juli 2026
    SSRKJSM
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031 
    « Jun    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.