PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menunjukkan taringnya sebagai kampus berdampak. Kali ini, lewat kolaborasi strategis bersama pemerintah di bidang lingkungan hidup yang langsung dihadiri Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq.


Momentum ini berlangsung dalam rangkaian Wisuda ke-129 ULM, yang sekaligus menjadi ajang peluncuran program “Sampah Kampus, Selesai di Kampus” serta pengukuhan 275 Mahasiswa Penggerak Pilah Sampah.
Rektor ULM, Ahmad Alim Bachri, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah awal membangun budaya baru di lingkungan kampus.
“Sebanyak 275 mahasiswa dari seluruh fakultas kami kukuhkan sebagai penggerak pilah sampah. Ini menjadi modal awal untuk membangun budaya pengelolaan sampah berkelanjutan,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, ULM juga berkomitmen memperluas gerakan ini hingga ke tingkat program studi agar dampaknya semakin terasa, baik di dalam kampus maupun di masyarakat luas.

Usai pencanangan, Menteri Lingkungan Hidup bersama rombongan langsung meninjau inovasi unggulan ULM di Fakultas Teknik sebuah reaktor pelelehan sampah plastik residu hasil riset kampus.
Kepala LPPM ULM, Sunardi, menjelaskan bahwa teknologi ini mampu mengubah sampah plastik yang tak bernilai menjadi material komposit bernama ecowood.
“Melalui proses pelelehan dengan suhu terkontrol, satu ton sampah plastik bisa menghasilkan hingga satu meter kubik ecowood dengan nilai jual yang kompetitif,” jelasnya.
Inovasi ini telah dikembangkan selama empat tahun, dipatenkan atas nama ULM, dan kini mulai diproduksi secara massal bersama mitra industri.
Menteri Lingkungan Hidup pun memberikan apresiasi atas langkah progresif tersebut. Menurutnya, gerakan “Sampah Kampus, Selesai di Kampus” merupakan strategi penting dalam membangun kesadaran lingkungan dari sumbernya.
“Kampus punya peran besar dalam membentuk budaya sadar lingkungan. Ini langkah nyata dan harus terus didorong,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan komitmen jangka panjang serta kepemimpinan yang kuat agar bisa berjalan berkelanjutan.
Lewat kolaborasi ini, ULM tak hanya menjadi institusi pendidikan, tetapi juga tampil sebagai pusat inovasi dan solusi lingkungan mengukuhkan diri sebagai pelopor green campus di Indonesia.
#ULM #GreenCampus #SampahKampus #LingkunganHidup #HanifFaisolNurofiq #Banjarbaru #Kalsel #Inovasi #Ecowood #BeritaKampus #IndonesiaHijau

