PUBLIKAINDONESIA.COM, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar mulai tancap gas memperkuat transformasi digital dan pembangunan berbasis teknologi di kawasan metropolitan Banjarbakula.
Keseriusan itu terlihat saat Pemkab Banjar mengikuti kegiatan wawancara pendampingan Smart City yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (4/5/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Barakat Martapura tersebut diikuti berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bentuk komitmen bersama membangun konsep kota cerdas yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Jalannya diskusi dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Banjar, Rakhmat Dhany didampingi Plt Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP), Faisal.
Dalam forum tersebut, Rakhmat Dhany menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Banjar untuk mendukung program pendampingan Smart City, khususnya dalam pengembangan dimensi smart environment dan smart living.
“Bupati Banjar siap mendukung melalui perangkat daerah dan stakeholder terkait lainnya untuk pelaksanaan wawancara pendampingan smart city secara tematik,” ujarnya.
Pendampingan Smart City kali ini tak sekadar formalitas. Pemerintah pusat menggali langsung berbagai persoalan strategis yang dihadapi kawasan metropolitan Banjarbakula, mulai dari pengelolaan lingkungan, layanan dasar masyarakat, hingga tantangan urbanisasi.
Sejumlah OPD ikut aktif menyampaikan kondisi di lapangan, di antaranya DKISP, Dinas PUPRP, Dinas Perhubungan, BPBD, Dinas Kesehatan, Bapperida, DPRKPLH, Satpol PP, PT Air Minum Intan Banjar hingga PLN ULP Martapura.
Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai penting agar solusi yang dihasilkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dalam satu sistem kawasan metropolitan modern.
Direktorat Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah menekankan pentingnya sinergi antarwilayah dalam kawasan Banjarbakula yang meliputi Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, dan Tanah Laut.
Pendekatan kolaboratif ini dianggap menjadi kunci untuk menciptakan sistem layanan publik yang lebih cepat, efisien, dan berbasis teknologi digital.
Selain sesi wawancara, kegiatan juga diisi diskusi mendalam bersama narasumber guna memetakan berbagai persoalan sekaligus mencari solusi digital yang aplikatif.
Hasil pendampingan tersebut nantinya akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan serta strategi pembangunan kawasan metropolitan yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Melalui langkah ini, Pemkab Banjar berharap transformasi digital yang dijalankan tidak hanya berhenti pada sistem pemerintahan, tetapi benar-benar berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.
#SmartCity #Banjarbakula #KabupatenBanjar #Martapura #Digitalisasi #PemkabBanjar #KotaCerdas #TransformasiDigital #Banjarbaru #Banjarmasin #Kalsel #Teknologi #PelayananPublik #BeritaBanjar #IndonesiaDigital

