Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    Pergub Segera Terbit, Kalsel Siapkan Payung Hukum Masyarakat Adat

    14/04/2026

    Siswi 15 Tahun Jadi Tersangka Usai Bela Ayah, Polisi :“Dia Ikut Gigit dan Mencakar

    14/04/2026

    Didukung Mentri, ULM Resmikan Gerakan Kampus Hijau, Menteri LH : Sampah Kampus, Selesai di Kampus

    14/04/2026

    Wali Kota Lisa Ikut Angkat Sampah, Banjarbaru Bersih-Bersih Total

    14/04/2026

    Persiapan Matang, Kuota Haji Melonjak, Pemkab Banjar Pastikan Layanan Maksimal

    14/04/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Zero Waste di Gunung Kahung! Sampah Tertinggal Bisa Kena Denda & Blacklist

      11/04/2026

      Pengembangan Besar Geopark Meratus, Wisata Loksado Digenjot Lebih Maksimal

      08/04/2026

      Tradisi Unik Banyuwangi! Aura Mistis & Budaya Kental, Seblang Olehsari Sedot Ribuan Wisatawan Pasca Lebaran

      25/03/2026

      Healing Bareng Keluarga Pasca Lebaran, Kebun Raya Banua Resmi Dibuka Lagi

      23/03/2026

      Belum Maksimal? Ini Strategi RSGM Gusti Hasan Aman Tingkatkan Pelayanan

      07/04/2026

      Es Krim Paracetamol Bikin Geger, Ternyata Cuma Hoaks

      02/04/2026

      Kabar Baik! Klinik Vaksin Internasional Pertama Hadir di Puruk Cahu

      20/02/2026

      Balangan Health Run 4K, Cara Seru Warga Balangan Jaga Kesehatan

      15/12/2025

      Dari Bali Sampai Jakarta, Tiket ke Banjarmasin Ludes, Warga Kalsel Terjebak di Luar Daerah

      08/04/2026

      Lebih Irit dari Stylo 160? Kenalan Yuk Sama Honda Giorno!

      28/02/2026

      Kopdes Merah Putih di Konawe Selatan Ekspor 50 Ton Arang ke Tiongkok, Raup Rp734 Juta

      27/02/2026

      Toyota Kijang Super 2026 Resmi Comeback!, Legenda Keluarga Kini Lebih Modern dan Ramah Lingkungan

      27/02/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Badak Kalimantan di Ujung Kepunahan, Tersisa Dua Betina Terakhir

    Badak Kalimantan di Ujung Kepunahan, Tersisa Dua Betina Terakhir

    Tim PublikaTim Publika26/02/2026

    PUBLIKAINDONESIA.COM – Di tengah hutan yang kian tergerus dan suara gergaji yang tak pernah benar-benar berhenti, nasib Badak Kalimantan berada di ujung tanduk.

    Hari ini, hanya dua ekor yang tersisa. Dan tragisnya, keduanya berjenis kelamin betina.

    Mereka adalah Pahu dan Pari dua nama yang kini menjadi simbol harapan terakhir subspesies Bornean Rhinoceros di alam liar.

    Tinggal Dua, Tanpa Pejantan

    Pahu kini berada di Suaka Badak Kelian, Kalimantan Timur. Ia dipindahkan dari habitat aslinya demi keselamatan dan pengawasan ketat.

    Sementara Pari masih bertahan sendirian di hutan Mahakam Ulu. Ia hidup dalam keterasingan, tanpa pasangan, tanpa peluang reproduksi alami.

    Kondisi ini membuat peluang berkembang biak secara natural nyaris mustahil. Tidak ada pejantan tersisa di alam liar.

    Secara biologis, ini adalah “alarm merah” bagi kelangsungan spesies.

    Spesies Terkecil yang Hampir Hilang

    Badak Kalimantan merupakan jenis badak terkecil di dunia. Dahulu mereka menghuni hutan lebat dan rawa-rawa Kalimantan. Kini, habitat itu menyusut drastis akibat pembukaan lahan dan fragmentasi hutan.

    Perburuan cula yang bernilai tinggi di pasar gelap memperparah kondisi. Populasi terus merosot hingga hanya menyisakan dua indiviidu.

    Kehilangan satu saja berarti mempersempit peluang bertahan hidup spesies ini secara permanen.

    Harapan Terakhir: Teknologi Reproduksi

    Sejumlah lembaga konservasi, termasuk World Wide Fund for Nature (WWF), terus memantau Pahu dan Pari melalui patroli rutin dan teknologi pemantauan jarak jauh.

    Kini, harapan terbesar bertumpu pada teknologi reproduksi berbantu:

    * Inseminasi buatan

    * Program bayi tabung

    * Pemanfaatan sperma pejantan yang tersimpan

    Langkah ini bukan tanpa tantangan. Prosesnya rumit, mahal, dan membutuhkan kolaborasi internasional. Namun itulah satu-satunya peluang realistis untuk menyelamatkan garis keturunan Badak Kalimantan.

    Kisah Pahu dan Pari bukan hanya cerita tentang dua hewan yang hampir punah. Ini adalah cermin dari dampak kerusakan lingkungan yang kita ciptakan sendiri.

    Jika Badak Kalimantan benar-benar hilang, maka dunia kehilangan bagian penting dari keanekaragaman hayati Borneo. Ekosistem akan kehilangan salah satu spesies kunci yang berperan dalam menjaga keseimbangan hutan.

    Menyelamatkan mereka berarti menjaga masa depan hutan Kalimantan dan warisan alam untuk generasi berikutnya.

    Waktu terus berjalan. Dan bagi Pahu serta Pari, setiap hari adalah perjuangan terakhir sebuah spesies.

     

    #BadakKalimantan #BorneanRhinoceros #WWF #Konservasi #SatwaLangka #SaveWildlife #HutanKalimantan #LingkunganHidup #StopPerburuan #ClimateAction

     

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    Pergub Segera Terbit, Kalsel Siapkan Payung Hukum Masyarakat Adat

    14/04/2026

    Siswi 15 Tahun Jadi Tersangka Usai Bela Ayah, Polisi :“Dia Ikut Gigit dan Mencakar

    14/04/2026

    Didukung Mentri, ULM Resmikan Gerakan Kampus Hijau, Menteri LH : Sampah Kampus, Selesai di Kampus

    14/04/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Pergub Segera Terbit, Kalsel Siapkan Payung Hukum Masyarakat Adat

    14/04/2026

    Siswi 15 Tahun Jadi Tersangka Usai Bela Ayah, Polisi :“Dia Ikut Gigit dan Mencakar

    14/04/2026

    Didukung Mentri, ULM Resmikan Gerakan Kampus Hijau, Menteri LH : Sampah Kampus, Selesai di Kampus

    14/04/2026

    Wali Kota Lisa Ikut Angkat Sampah, Banjarbaru Bersih-Bersih Total

    14/04/2026
    Berita Pilihan
    Banjarbaru

    Pergub Segera Terbit, Kalsel Siapkan Payung Hukum Masyarakat Adat

    14/04/2026 Banjarbaru

    PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam memperjuangkan hak masyarakat hukum adat (MHA)…

    Siswi 15 Tahun Jadi Tersangka Usai Bela Ayah, Polisi :“Dia Ikut Gigit dan Mencakar

    14/04/2026

    Didukung Mentri, ULM Resmikan Gerakan Kampus Hijau, Menteri LH : Sampah Kampus, Selesai di Kampus

    14/04/2026

    Wali Kota Lisa Ikut Angkat Sampah, Banjarbaru Bersih-Bersih Total

    14/04/2026

    Recent Posts

    • Pergub Segera Terbit, Kalsel Siapkan Payung Hukum Masyarakat Adat
    • Siswi 15 Tahun Jadi Tersangka Usai Bela Ayah, Polisi :“Dia Ikut Gigit dan Mencakar
    • Didukung Mentri, ULM Resmikan Gerakan Kampus Hijau, Menteri LH : Sampah Kampus, Selesai di Kampus
    • Wali Kota Lisa Ikut Angkat Sampah, Banjarbaru Bersih-Bersih Total
    • Persiapan Matang, Kuota Haji Melonjak, Pemkab Banjar Pastikan Layanan Maksimal

    Recent Comments

    1. Sheilaspody mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    2. EarnestHeS mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    3. Maf mengenai Waspada Ular di Sekitar Lingkungan Saat Musim Hujan
    4. RandomNameAgers mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    5. RandomNameAgers mengenai Masyarakat Kabupaten Banjar Masih Inginkan H Saidi Mansyur Untuk Memimpin
    April 2026
    SSRKJSM
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930 
    « Mar    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.