Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    Detik-Detik Mencekam, Helikopter Water Bombing Jatuh di Sungai Barito, 3 Kru Selamat

    08/11/2026

    Sehari Jadi Guru, Orang Tua Murid PAUDIT Melati Ar-Rasyid Rasakan Serunya Mengajar Anak Sendiri!

    07/11/2026

    Pernah Dijuluki Los Galacticos Indonesia! PSPS Pekanbaru, dari Era Bertabur Bintang hingga Misi Kebangkitan

    07/11/2026

    Sempat Muntah-Muntah Sebelum Hilang, ABK Putra Bugis Ditemukan Tewas di Laut Jawa

    06/11/2026

    Bukan Cuma Padamkan Api! Relawan Karhutla Banjarbaru Juga Turun Bantu Warga Kekeringan, Lisa Halaby Beri Apresiasi

    06/11/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Sport Tourism di Banjarbaru Makin Hidup, Aeris Boxing Buka Arena untuk Lahirkan Petinju Hebat

      05/06/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Dispar Kalsel Gandeng 50 Influencer Promosikan Wisata

      28/04/2026

      Seru dan Menantang, Event Lari Pantai-Gunung Biome Trail Run Mapala Piranha Siap Jadi Ikon Baru Kalsel

      28/04/2026

      Menkes Minta Masyarakat yang Terdampak Kabut Asap Beradaptasi!

      19/10/2026

      Rayakan HUT ke-76 Kalsel, RSGM Gusti Hasan Aman Perkuat Edukasi Kesehatan Gigi Lewat Baksos hingga Lomba Kreatif

      20/07/2026

      Kalteng Tancap Gas Kembangkan Industri Obat Herbal, Bajakah hingga Pasak Bumi Disiapkan Tembus Pasar Nasional

      16/07/2026

      Donor Darah Berbonus Beras, Pakar Perlindungan Konsumen Ingatkan Potensi Celah Tata Kelola

      27/06/2026

      Teknologi Hidrogen Mulai Diuji di Indonesia, ESDM : Emisi Bus Bakalan Turun Drastis

      16/08/2026

      Bibit Tanaman dari Taniran Kubah HSS Tembus Kaltim dan Kalteng, Dewan Dorong Pemasaran Lewat Digital

      14/08/2026

      WhatsApp Rilis 3 Fitur Baru untuk Grup, Ada @All hingga Polling Bisa Disembunyikan

      09/08/2026

      Berani Lawan Perusahaan Prancis, Burkina Faso Jatuhkan Denda Rp5 Miliar ke Canal+

      08/08/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Pernah Dijuluki Los Galacticos Indonesia! PSPS Pekanbaru, dari Era Bertabur Bintang hingga Misi Kebangkitan

    Pernah Dijuluki Los Galacticos Indonesia! PSPS Pekanbaru, dari Era Bertabur Bintang hingga Misi Kebangkitan

    Tim PublikaTim Publika07/11/2026
    PSPS Pekanbaru: Dari Era Los Galacticos hingga Berjuang Menjaga Nama Besar Askar Bertuah / publika indonesia.com

    Pernah diperkuat deretan pemain bintang Timnas Indonesia dan dijuluki Dream Team, PSPS Pekanbaru menyimpan cerita panjang di sepak bola nasional. Stadion Rumbai pernah menjadi tempat yang membuat lawan berpikir dua kali sebelum datang. Kini, sejarah besar itu menjadi bagian dari perjalanan Askar Bertuah untuk kembali menegaskan eksistensinya.

    Ada masa ketika nama PSPS Pekanbaru begitu diperhitungkan dalam peta persaingan sepak bola Indonesia. Bukan sekadar klub kebanggaan masyarakat Riau, PSPS pernah menjadi magnet bagi sejumlah pemain papan atas Tanah Air hingga melahirkan julukan yang cukup fenomenal: Dream Team atau bahkan Los Galacticos Indonesia.

    Jauh sebelum sepak bola Indonesia memasuki era modern seperti sekarang, PSPS sudah pernah merasakan bagaimana rasanya memiliki skuad bertabur bintang.

    Nama-nama besar seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Hendro Kartiko, Bima Sakti, Aji Santoso, hingga Eko Purdjianto pernah dikaitkan dengan perjalanan klub berjuluk Askar Bertuah tersebut.

    Tak hanya mengandalkan pemain lokal berpengalaman, PSPS juga pernah mendatangkan legiun asing yang memiliki reputasi tersendiri, di antaranya Joe Nagbe asal Liberia dan sejumlah pemain asing lainnya.

    Kehadiran para pemain tersebut membuat PSPS menjadi salah satu kekuatan yang menarik perhatian publik sepak bola nasional pada awal dekade 2000-an.

    Bagi masyarakat Pekanbaru, masa itu bukan sekadar cerita tentang sepak bola. Ada kebanggaan tersendiri ketika klub kebanggaan daerah mampu bersaing dan menghadirkan pemain-pemain berlabel nasional.

    Rumbai Pernah Menjadi Mimpi Buruk Tim Tamu

    Memasuki era Liga Djarum Indonesia 2005, persaingan kompetisi sepak bola nasional semakin menarik.

    PSPS Pekanbaru tergabung di Wilayah Barat, bersaing dengan sejumlah klub besar seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, dan PSMS Medan.

    Persaingan di wilayah tersebut tidak pernah mudah. Setiap pertandingan menjadi pertarungan gengsi, terlebih ketika menghadapi sesama klub asal Sumatra.

    Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, menjadi salah satu bagian paling berkesan dari perjalanan PSPS pada periode tersebut.

    Dukungan suporter, atmosfer pertandingan, serta karakter permainan yang ditampilkan membuat kandang PSPS dikenal sebagai tempat yang tidak mudah ditaklukkan tim lawan.

    Pertemuan melawan PSMS Medan dan Semen Padang juga menjadi pertandingan yang selalu memiliki daya tarik tersendiri. Rivalitas antarklub Sumatra menghadirkan cerita berbeda, bukan hanya soal perebutan poin, tetapi juga harga diri dan kebanggaan daerah.

    Bagi para pendukungnya, jersey biru PSPS bukan sekadar seragam pertandingan. Warna tersebut menjadi simbol identitas dan kecintaan terhadap klub.

    Ketika Masa Kejayaan Mulai Meredup

    Namun, perjalanan sebuah klub besar tidak selalu berjalan mulus.

    Setelah sempat menjadi perhatian di kompetisi nasional, PSPS mulai menghadapi masa sulit. Persaingan yang semakin ketat dan perubahan peta kekuatan sepak bola Indonesia membuat perjalanan Askar Bertuah tidak lagi semulus sebelumnya.

    Musim 2004 menjadi salah satu titik penting dalam sejarah klub. PSPS harus mengakhiri kompetisi di posisi ke-16 dan terdegradasi. Pada Liga Indonesia 2005, PSPS kembali mengalami nasib serupa setelah finis di peringkat ke-14 Wilayah Barat dan turun ke Divisi I.

    Artinya, periode 2005 bukanlah masa ketika PSPS masih bertahan di kasta tertinggi, melainkan awal fase perjuangan untuk kembali ke level teratas.

    PSPS kemudian menjalani kompetisi Divisi I pada 2006 dan 2007. Setelah melalui perjuangan tersebut, mereka berhasil kembali promosi ke Divisi Utama pada 2008.

    Perjalanan itu menjadi bukti bahwa nama besar klub tidak selalu menjamin perjalanan yang mudah. Ada masa ketika PSPS harus membangun kembali kekuatan, merangkak dari kompetisi bawah, dan berusaha mendapatkan tempatnya di sepak bola nasional.

    Meski demikian, kenangan tentang era pemain bintang, jersey biru, serta atmosfer Stadion Kaharuddin Nasution tetap menjadi bagian penting dari identitas klub.

    Bagi suporter setianya, Askar The king, PSPS bukan hanya tentang hasil pertandingan. Ada sejarah, kebanggaan, dan ikatan emosional yang membuat klub ini tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Riau.

    Dari Kenangan Masa Lalu, Kini Menatap Kebangkitan

    Setelah melewati berbagai fase pasang surut, PSPS Pekanbaru kembali memperlihatkan geliatnya di kompetisi sepak bola nasional.

    Pada musim 2026/2027, Askar Bertuah berlaga di Pegadaian Championship atau kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia.

    Di bawah arahan pelatih Akhyar Ilyas, PSPS menunjukkan perkembangan yang menarik perhatian. Hasil positif dalam sejumlah pertandingan membuat mereka kembali terlibat dalam persaingan papan atas Grup A.

    Bahkan, pada Oktober 2026, PSPS sempat mencatatkan enam kemenangan beruntun dan menguasai posisi puncak klasemen sementara Grup A.

    Namun, persaingan belum selesai. Berdasarkan klasemen yang tersedia pada 8 November 2026, PSPS mengoleksi 19 poin dari delapan pertandingan dan berada di posisi kedua. PSMS Medan menempati posisi pertama dengan 20 poin dari sembilan pertandingan.

    Situasi tersebut memperlihatkan bahwa PSPS masih memiliki peluang untuk kembali bersaing di jalur teratas. Konsistensi menjadi pekerjaan penting bagi Akhyar Ilyas dan anak asuhnya dalam menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.

    Kini, publik Pekanbaru tentu berharap perjalanan positif tersebut bukan sekadar euforia sesaat.

    Sebab, bagi klub yang pernah memiliki reputasi sebagai salah satu kekuatan sepak bola Sumatra, bertahan di papan atas saja mungkin belum cukup. Ada harapan yang lebih besar: melihat kembali PSPS menjadi klub yang disegani di panggung sepak bola nasional.

    Dari era Los Galacticos hingga perjuangan di Pegadaian Championship, satu hal yang tetap sama: PSPS Pekanbaru memiliki sejarah panjang yang belum selesai ditulis.

    Dan mungkin, kebangkitan Askar Bertuah saat ini adalah awal dari babak baru perjalanan mereka.

    #PSPSPekanbaru #AskarBertuah #AsykarTheking #SejarahPSPS #LosGalacticosIndonesia #DreamTeamPSPS #LigaIndonesia #LigaDjarum #PegadaianChampionship #Liga2Indonesia #AkhyarIlyas #SepakBolaIndonesia #SepakBolaRiau #StadionKaharuddinNasution #BeritaOlahraga #PUBLIKAINDONESIA

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    GARUDA CUP SEASON V 2026 Sukses Digelar, SDN INTI 1 TARJUN dan SMPN 2 KOTABARU Keluar Sebagai Juara

    05/11/2026

    Sempat Vakum 9 Tahun, Kini Fisipioneer Bouldering Competition Bangkit, Tahun Depan Bidik Level Nasional!

    30/10/2026

    Fisipioneer Bouldering Competition 2026, Jalur Berstandar Nasional Menanti! Atlet Bouldering Kalsel Siap Siap

    29/10/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Detik-Detik Mencekam, Helikopter Water Bombing Jatuh di Sungai Barito, 3 Kru Selamat

    08/11/2026

    Sehari Jadi Guru, Orang Tua Murid PAUDIT Melati Ar-Rasyid Rasakan Serunya Mengajar Anak Sendiri!

    07/11/2026

    Pernah Dijuluki Los Galacticos Indonesia! PSPS Pekanbaru, dari Era Bertabur Bintang hingga Misi Kebangkitan

    07/11/2026

    Sempat Muntah-Muntah Sebelum Hilang, ABK Putra Bugis Ditemukan Tewas di Laut Jawa

    06/11/2026
    Berita Pilihan
    Batola

    Detik-Detik Mencekam, Helikopter Water Bombing Jatuh di Sungai Barito, 3 Kru Selamat

    08/11/2026 Batola

    PUBLIKAINDONESIA.COM, BARITO KUALA – Misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui jalur udara di…

    Sehari Jadi Guru, Orang Tua Murid PAUDIT Melati Ar-Rasyid Rasakan Serunya Mengajar Anak Sendiri!

    07/11/2026

    Pernah Dijuluki Los Galacticos Indonesia! PSPS Pekanbaru, dari Era Bertabur Bintang hingga Misi Kebangkitan

    07/11/2026

    Sempat Muntah-Muntah Sebelum Hilang, ABK Putra Bugis Ditemukan Tewas di Laut Jawa

    06/11/2026

    Recent Posts

    • Detik-Detik Mencekam, Helikopter Water Bombing Jatuh di Sungai Barito, 3 Kru Selamat
    • Sehari Jadi Guru, Orang Tua Murid PAUDIT Melati Ar-Rasyid Rasakan Serunya Mengajar Anak Sendiri!
    • Pernah Dijuluki Los Galacticos Indonesia! PSPS Pekanbaru, dari Era Bertabur Bintang hingga Misi Kebangkitan
    • Sempat Muntah-Muntah Sebelum Hilang, ABK Putra Bugis Ditemukan Tewas di Laut Jawa
    • Bukan Cuma Padamkan Api! Relawan Karhutla Banjarbaru Juga Turun Bantu Warga Kekeringan, Lisa Halaby Beri Apresiasi

    Recent Comments

    1. lanacurvaf mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    2. lanacurvaf mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    3. lanacurvaf mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    4. lanacurvaf mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    5. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    November 2026
    SSRKJSM
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30 
    « Okt    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.