PUBLIKAINDONESIA.COM, SURAKARTA – Peta kepemimpinan mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) Indonesia memasuki babak baru. Asrul Haruna, perwakilan Universitas Muhammadiyah Tangerang, resmi terpilih sebagai Koordinator Presiden Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah Indonesia (BEM PTMAI) dalam agenda Silaturahmi Nasional (Silatnas) 2026 di Surakarta, Jawa Tengah.
Dalam forum yang melibatkan 117 kampus PTMA dari seluruh Indonesia tersebut, Asrul berhasil memperoleh dukungan dari 67 kampus. Raihan suara itu mengantarkannya menduduki posisi strategis sebagai koordinator kepemimpinan mahasiswa Muhammadiyah dan ’Aisyiyah di tingkat nasional.

Terpilihnya Asrul bukan sekadar hasil dari proses pemilihan organisasi. Lebih dari itu, momentum ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat konsolidasi gerakan mahasiswa PTMA agar semakin solid, progresif, dan memiliki arah perjuangan yang jelas.
Dukungan mayoritas kampus yang diperolehnya sekaligus menjadi mandat besar. Sebab, memimpin organisasi berskala nasional bukan hanya tentang merangkul pihak yang memberikan dukungan, tetapi juga membangun komunikasi dengan seluruh elemen mahasiswa, termasuk kampus yang memiliki pilihan berbeda dalam kontestasi.
Tantangan tersebut menjadi pekerjaan penting bagi kepemimpinan baru BEM PTMAI. Persatuan mahasiswa tidak boleh berhenti setelah proses pemilihan selesai, melainkan harus diwujudkan melalui kerja bersama, komunikasi terbuka, dan agenda perjuangan yang menyentuh kepentingan seluruh mahasiswa.
Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi bangsa, mulai dari tantangan pendidikan tinggi, kondisi ekonomi masyarakat, dinamika demokrasi hingga persoalan sosial, mahasiswa dituntut tetap hadir sebagai kekuatan intelektual yang kritis dan memiliki keberpihakan terhadap rakyat.
BEM PTMAI diharapkan mampu mengambil peran lebih luas, bukan hanya menjadi wadah koordinasi antarlembaga eksekutif mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang artikulasi gagasan, advokasi kebijakan, serta penggerak perubahan di tengah masyarakat.
Ke depan, kepemimpinan Asrul Haruna diharapkan mampu memperkuat jejaring antarkampus, membangun gerakan yang inklusif, serta menghadirkan kolaborasi mahasiswa yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.
Dengan dukungan 67 dari 117 kampus, Asrul kini memikul tanggung jawab untuk membuktikan bahwa kekuatan gerakan mahasiswa tidak semata-mata diukur dari jumlah dukungan dalam pemilihan, tetapi juga dari kemampuan menyatukan perbedaan dan menghadirkan kontribusi nyata.
Silatnas 2026 pun menjadi titik awal bagi kepemimpinan baru BEM PTMAI untuk memperkuat solidaritas mahasiswa Muhammadiyah dan ’Aisyiyah di seluruh Indonesia.
67 kampus memberikan mandat, 117 kampus menjadi bagian dari konsolidasi gerakan. Kini, tantangan sesungguhnya adalah menyatukan kekuatan mahasiswa untuk menghadirkan perubahan.
#AsrulHaruna #BEMPTMAI #BEMPTMAINasional #Silatnas2026 #UniversitasMuhammadiyahTangerang #PerguruanTinggiMuhammadiyah #MahasiswaMuhammadiyah #MuhammadiyahIndonesia #OrganisasiMahasiswa #GerakanMahasiswaNasional #Surakarta #PUBLIKAINDONESIA

