PUBLIKAINDONESIA.COM, PARINGIN – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada fasilitas sekolah, tetapi juga pada kemampuan guru dalam menghadirkan pembelajaran yang efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Hal inilah yang menjadi perhatian SMP Negeri 2 Juai, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Sebanyak 12 guru dari sekolah tersebut mengikuti kegiatan In House Training (IHT) melalui program BGTK Berbagi di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Kalimantan Selatan, Banjarbaru, pada 22–23 Oktober 2026.

Pelatihan selama dua hari tersebut difokuskan pada penguatan literasi, numerasi, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Ketiga aspek ini dinilai penting untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih interaktif sekaligus membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah.
Bagi para guru, kegiatan ini bukan sekadar menambah wawasan. Lebih dari itu, pelatihan menjadi kesempatan untuk menggali strategi pembelajaran yang dapat diterapkan secara langsung di ruang kelas.
Kepala SMP Negeri 2 Juai, Sugiarti, menyampaikan apresiasi kepada BGTK Kalimantan Selatan atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan kepada para guru.
Ia mendorong seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta menggali pengalaman dari para fasilitator.
Menurutnya, keterlibatan aktif peserta menjadi bagian penting agar materi yang disampaikan selama pelatihan tidak berhenti sebagai pengetahuan baru, tetapi benar-benar dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.
“Keterlibatan aktif peserta penting agar materi yang diperoleh tidak sekadar menjadi pengetahuan baru, tetapi juga dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).
Sebelumnya, rombongan guru SMP Negeri 2 Juai disambut oleh perwakilan BGTK Kalimantan Selatan, Zaina Radiana. Sambutan tersebut sekaligus mengawali rangkaian kegiatan pengembangan kompetensi guru yang berlangsung selama dua hari.
Berangkat dari Kebutuhan Peningkatan Mutu Pendidikan
Ketua panitia pelaksana yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 2 Juai, Muhammad Nashir, menjelaskan bahwa pelaksanaan IHT merupakan bagian dari upaya sekolah meningkatkan kompetensi tenaga pendidik.
Kegiatan tersebut juga menjadi tindak lanjut perencanaan peningkatan mutu pendidikan yang disusun berdasarkan hasil analisis Rapor Pendidikan.
Melalui pendekatan tersebut, sekolah berupaya memastikan program peningkatan kualitas pembelajaran tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan dan tantangan yang dihadapi dalam proses pendidikan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kompetensi guru semakin meningkat sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran di sekolah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut perencanaan berbasis data berdasarkan hasil analisis Rapor Pendidikan, agar program peningkatan mutu yang dilaksanakan sekolah lebih terarah sesuai kebutuhan,” kata Muhammad Nashir.
Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan pendampingan dari empat fasilitator BGTK Kalimantan Selatan.
Materi penguatan literasi dan numerasi disampaikan oleh Rini Fitriani dan Desy Damayanti. Sementara itu, materi digitalisasi pembelajaran dibawakan oleh Zaina Radiana bersama Wahyuni Tri Lestari.
Selama pelatihan, para guru mengikuti pendalaman materi, bertukar pengalaman, serta mendiskusikan strategi penerapannya sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan kebutuhan siswa.
Penguatan literasi diharapkan membantu peserta didik memahami serta mengolah informasi secara lebih baik. Adapun numerasi mendukung kemampuan menggunakan konsep matematika untuk menganalisis situasi dan menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, pemanfaatan teknologi digital membuka peluang bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih variatif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Tantangan Berikutnya, Menerapkan Hasil Pelatihan di Kelas
Meski pelatihan memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan, keberhasilan program ini pada akhirnya akan ditentukan oleh penerapannya di lingkungan sekolah.
Para guru diharapkan mampu menyesuaikan materi yang diperoleh dengan kebutuhan pembelajaran masing-masing, sehingga hasil pelatihan dapat dirasakan langsung oleh peserta didik.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya SMP Negeri 2 Juai dalam menjalankan program peningkatan mutu pendidikan secara lebih terarah, sesuai hasil analisis Rapor Pendidikan.
Melalui kegiatan IHT ini, SMP Negeri 2 Juai berupaya memperkuat kapasitas guru sebagai salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Harapannya, penguatan literasi, numerasi, dan digitalisasi pembelajaran tidak hanya menjadi materi pelatihan, tetapi berkembang menjadi praktik nyata di ruang kelas demi menciptakan proses belajar yang lebih bermakna bagi siswa.
#SMPN2Juai #PendidikanBalangan #BeritaBalangan #BGTKKalimantanSelatan #GuruBalangan #LiterasiNumerasi #DigitalisasiPendidikan #PeningkatanMutuPendidikan #PendidikanKalsel #PUBLIKAINDONESIACOM

