PUBLIKAINDONESIA.COM, YOGYAKARTA – Derasnya arus Sungai Progo tak membuat atlet arung jeram asal Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, gentar.
Sebaliknya, mereka justru tampil agresif dan konsisten hingga membawa pulang tiga medali sekaligus dari ajang Festival Arung Progo 2026 di Yogyakarta.

Kontingen Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Tanah Bumbu sukses mengamankan 1 medali emas dan 2 medali perak dalam festival yang berlangsung pada 27–30 Agustus 2026 tersebut.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa atlet arung jeram Tanah Bumbu mampu berbicara banyak di tengah persaingan nasional yang diikuti tim-tim kuat dari berbagai daerah.
Emas Datang dari Nomor H2H Putri
Momen paling gemilang FAJI Tanah Bumbu terjadi pada nomor Head to Head (H2H) Nasional Putri.
Tim Tanah Bumbu tampil sebagai yang tercepat dan berhasil merebut medali emas.
Mereka mengungguli Sidoarjo, Jawa Timur, yang harus puas membawa pulang medali perak. Sementara posisi ketiga atau medali perunggu ditempati Cianjur, Jawa Barat.
Hasil tersebut menjadi suntikan kepercayaan diri bagi skuad Tanah Bumbu untuk menghadapi nomor lainnya.
Namun, perjuangan belum selesai.

Dua Perak Jadi Bukti Konsistensi
Pada nomor Sprint Putri, FAJI Tanah Bumbu kembali menunjukkan performa kompetitif.
Kali ini, mereka finis di posisi kedua dan membawa pulang medali perak.
Medali emas menjadi milik Sidoarjo, Jawa Timur. Sementara Cianjur, Jawa Barat, meraih perunggu dan DIY menempati posisi keempat.
Tak berhenti di situ, konsistensi atlet Tanah Bumbu kembali terlihat pada nomor Down River Race (DRR) Putri.
FAJI Tanah Bumbu kembali naik podium dengan meraih medali perak.
Pada nomor ini, Cianjur, Jawa Barat, merebut emas, disusul Tanah Bumbu dengan perak dan Sidoarjo dengan perunggu.
Tiga Nomor, Tiga Kali Naik Podium
Jika ditarik secara keseluruhan, FAJI Tanah Bumbu tampil sangat solid di tiga nomor pertandingan nasional kategori putri.
Hasil akhirnya:
* 🥇 Emas – H2H Nasional Putri
* 🥈 Perak – Sprint Putri
* 🥈 Perak – Down River Race (DRR) Putri
Catatan satu emas dan dua perak tersebut menjadi pencapaian penting bagi FAJI Tanah Bumbu dalam persaingan arung jeram tingkat nasional.
Ketua FAJI Tanah Bumbu, Syamsisar, menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa atlet daerah memiliki kemampuan untuk bersaing dengan tim-tim terbaik dari berbagai penjuru Indonesia.
Menurutnya, hasil di Festival Arung Progo 2026 tidak boleh berhenti sebagai sekadar raihan medali. Prestasi tersebut harus menjadi pemicu bagi atlet untuk terus mengasah kemampuan dan memperbanyak pengalaman bertanding.
“Kami berharap prestasi di Festival Arung Progo 2026 ini semakin memotivasi atlet FAJI Tanah Bumbu untuk meningkatkan kemampuan, pengalaman dan prestasi pada kejuaraan-kejuaraan tingkat nasional berikutnya,” ujar Syamsisar, Senin (31/8/2026).
Di balik perjuangan para atlet mengarungi derasnya Sungai Progo, dukungan dari berbagai pihak juga menjadi bagian penting.
Syamsisar menyampaikan apresiasi kepada KONI Tanah Bumbu, pemerintah daerah, serta sejumlah sponsor yang telah memberikan dukungan kepada kontingen FAJI Tanah Bumbu.
“Kepada semua yang telah berkontribusi, kami sangat berterima kasih. Mohon doa dan dukungan untuk kejuaraan atau event selanjutnya,” tutupnya.
Kini, tiga medali dari Yogyakarta menjadi modal berharga bagi FAJI Tanah Bumbu. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi, meningkatkan kualitas latihan, dan kembali memburu podium di kompetisi nasional selanjutnya.
#FAJITanahBumbu #TanahBumbu #ArungJeram #FAJIIndonesia #FestivalArungProgo2026 #ArungProgo2026 #AtletTanahBumbu #OlahragaTanahBumbu #OlahragaKalsel #KalimantanSelatan #PrestasiOlahraga #ArungJeramIndonesia #BeritaTanahBumbu #BeritaKalsel #Yogyakarta

