PUBLIKAINDONESIA.COM, MARTAPURA – Lapangan Gateball Indrasari, Martapura, berubah menjadi arena adu strategi dan kekompakan, Sabtu (1/8/2026) pagi.
Sebanyak tujuh tim dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan berkumpul untuk ambil bagian dalam Festival Olahraga Masyarakat se-Kalsel Induk Olahraga Gateball Piala Ketua KORMI Kabupaten Banjar Tahun 2026.
Festival ini bukan sekadar pertandingan untuk mengejar kemenangan. Di balik kompetisi, terselip misi penting: mendorong gateball semakin dikenal sekaligus menyiapkan regenerasi atlet sejak usia dini.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar dan dibuka Bupati Banjar H Saidi Mansyur yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar, H Irwan Jaya.
Sejumlah tokoh dan pegiat olahraga turut hadir, di antaranya Ketua KORMI Provinsi Kalimantan Selatan beserta jajaran, Ketua PERGATSI Kalsel, para ketua PERGATSI kabupaten/kota, wasit, juri, pegiat gateball serta undangan lainnya.
Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar H Irwan Jaya mengapresiasi antusiasme peserta yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Kalsel.
Menurutnya, kehadiran para peserta menunjukkan bahwa olahraga masyarakat memiliki potensi besar untuk menjadi ruang mempererat silaturahmi sekaligus membangun semangat kompetisi yang sehat.
“Festival ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar. Kami berharap olahraga gateball semakin dikenal, diminati dan berkembang sebagai olahraga masyarakat yang dapat dimainkan oleh berbagai kalangan dan kelompok usia,” ujar Irwan.
Ia berharap festival tersebut tidak berhenti sebagai ajang perebutan prestasi. Lebih jauh, kompetisi ini diharapkan mampu memperkuat pembinaan olahraga masyarakat dan melahirkan atlet-atlet potensial yang nantinya dapat membawa nama Kalimantan Selatan ke level yang lebih tinggi.
Irwan juga memberikan apresiasi kepada PERGATSI Kabupaten Banjar, PERGATSI Kalsel, panitia, sponsor, relawan dan seluruh pihak yang ikut berkontribusi hingga festival dapat terlaksana.
Ada hal menarik dalam gelaran kali ini. Kompetisi menggunakan kategori beregu bebas, tetapi setiap tim diwajibkan memadukan pemain senior dengan atlet usia muda.
Aturan tersebut sengaja diterapkan sebagai bagian dari strategi regenerasi atlet gateball.
Ketua Pelaksana Nurul Hidayah mengatakan peserta berasal dari dua kelompok usia, yakni di atas 50 tahun dan di bawah 15 tahun.
Yang paling menarik, setiap tim wajib menurunkan setidaknya satu pemain berusia di bawah 15 tahun saat pertandingan berlangsung.
“Ketentuan ini menjadi bagian dari strategi pembinaan atlet sejak usia dini,” kata Nurul.
Format tersebut membuat pertandingan tidak hanya soal strategi dan pengalaman pemain senior, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar langsung dari para pegiat yang lebih berpengalaman.
Dengan pola seperti ini, regenerasi atlet diharapkan tidak sekadar menjadi wacana, tetapi benar-benar dimulai dari lapangan pertandingan.
Festival Gateball Piala Ketua KORMI Kabupaten Banjar 2026 diikuti tujuh tim dari sejumlah daerah di Kalimantan Selatan.
Mereka adalah:
* Tim Bahalap – Barito Kuala
* Tim Banjarbaru Emas – Banjarbaru
* Tim Saraba Kawa Smart – Tabalong
* PERGATSI Kabupaten Banjar – Martapura
* PERGATSI KORMI – Banjarmasin
* Tim HSU Bangkit – Hulu Sungai Utara
* IPPU Family Gateball Kalsel
Kehadiran tujuh tim tersebut menjadi bukti bahwa gateball mulai memiliki ruang tersendiri di tengah perkembangan olahraga masyarakat di Banua.
Selain memburu kemenangan, festival ini membawa pesan yang lebih besar: olahraga bisa menjadi jembatan antargenerasi, mempererat hubungan antar daerah, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya atlet-atlet muda baru di Kalimantan Selatan.
#GateballKalsel #GateballBanjar #FestivalGateball2026 #KORMIBanjar #KORMIKalsel #PERGATSI #OlahragaMasyarakat #OlahragaBanjar #KabupatenBanjar #Martapura #HariJadiKabupatenBanjar #HariJadiBanjar #GateballIndonesia #AtletMuda #RegenerasiAtlet #OlahragaKalsel #KalimantanSelatan #BeritaBanjar #BeritaMartapura #InfoBanjar

