PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Kabar cukup melegakan datang dari pasar bahan pokok di Kota Banjarmasin. Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap pergerakan harga pangan, mayoritas kebutuhan pokok terpantau masih stabil.
Bahkan, sejumlah komoditas yang kerap menjadi perhatian masyarakat justru mengalami penurunan harga.
Kondisi tersebut berdasarkan pemantauan Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan pada 6 Agustus 2026.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan, mengatakan stabilnya harga menunjukkan distribusi bahan kebutuhan pokok masih berjalan dengan baik.
“Hasil pemantauan kami menunjukkan mayoritas harga bahan pokok masih stabil. Bahkan beberapa komoditas hortikultura mengalami penurunan harga yang cukup baik sehingga memberikan dampak positif bagi daya beli masyarakat,” ujar Ahmad Bagiawan di Banjarmasin, Jumat (7/8/2026).
Dari sejumlah komoditas yang mengalami penurunan, cabai rawit merah mencatat koreksi paling besar.
Harganya turun sekitar 14,46 persen menjadi rata-rata Rp69.167 per kilogram.
Penurunan juga terjadi pada cabai merah besar yang turun 6,15 persen menjadi sekitar Rp54.167 per kilogram.
Sementara cabai merah keriting turun **4,55 persen menjadi rata-rata Rp55.000 per kilogram.
Tak hanya cabai, harga bawang merah juga turun menjadi sekitar Rp34.333 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di kisaran Rp34.500 per kilogram.
Beras premium merek Lopo Ijo juga mengalami penurunan harga menjadi rata-rata Rp17.500 per kilogram.
Di luar komoditas tersebut, sejumlah bahan pokok strategis masih bergerak stabil.
Harga beras SPHP, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, daging ayam ras, daging sapi dan berbagai kebutuhan pangan lainnya belum mengalami perubahan signifikan.
Meski demikian, bukan berarti seluruh harga komoditas mengalami penurunan.
Telur ayam ras tercatat naik tipis 0,61 persen menjadi rata-rata Rp27.333 per kilogram. Kenaikan kecil juga terjadi pada ikan bandeng dan ikan tongkol.
Namun, kenaikan tersebut masih dinilai dalam batas wajar sehingga belum memberikan tekanan berarti terhadap kondisi pasar secara keseluruhan.
Dinas Perdagangan Kalsel memastikan pemantauan harga akan terus dilakukan, baik di pasar tradisional maupun pasar modern.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi gejolak harga sekaligus memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia.
Ahmad Bagiawan mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, distributor dan pelaku usaha untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, distributor, serta pelaku usaha untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Menurutnya, stok kebutuhan pokok di Kalimantan Selatan saat ini masih dalam kondisi aman.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pun berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan sebagai bagian dari upaya mempertahankan daya beli masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.
Dengan kondisi harga yang relatif stabil dan beberapa komoditas mulai turun, masyarakat Banjarmasin kini memiliki sedikit ruang bernapas untuk memenuhi kebutuhan dapur tanpa harus terlalu khawatir terhadap lonjakan harga.
#HargaSembako #HargaCabai #Banjarmasin #KalimantanSelatan #SembakoBanjarmasin #HargaPangan #CabaiRawit #EkonomiKalsel #InflasiKalsel #BeritaBanjarmasin #InfoKalsel #PublikaIndonesia

