PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Bakula Water milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) memasuki fase akhir sebelum resmi dipasarkan kepada masyarakat.
Melalui Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula, Pemprov Kalsel kini tak lagi berfokus pada pembangunan fasilitas produksi. Infrastruktur utama untuk memproduksi Bakula Water disebut telah rampung dan siap digunakan.

Kini, pekerjaan bergeser ke tahap yang tak kalah penting: merampungkan seluruh perizinan dan sertifikasi sebelum produk tersebut resmi beredar.
Kepala BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas, mengatakan seluruh fasilitas utama produksi telah selesai dibangun.
“Seluruh fasilitas utama produksi telah rampung. Saat ini kami fokus menyelesaikan proses perizinan dan sertifikasi agar seluruh persyaratan legal maupun teknis terpenuhi sebelum Bakula Water resmi diluncurkan,” ujar Siddiq, Rabu (5/8/2026).
Bakula Water dipersiapkan bukan hanya sebagai produk AMDK baru. Pemprov Kalsel menempatkannya sebagai salah satu inovasi daerah yang memanfaatkan infrastruktur air minum yang telah dimiliki BPAM Banjarbakula.
Sejumlah persyaratan penting juga telah dikantongi.
Di antaranya Sertifikasi Halal, ISO 9001:2015, yang berkaitan dengan penerapan sistem manajemen mutu, serta Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai standar kualitas produk.
Siddiq menyebut berbagai sertifikasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan Bakula Water memenuhi standar keamanan, mutu, serta ketentuan yang berlaku sebelum dikonsumsi masyarakat.
“Capaian tersebut menjadi bukti komitmen BPAM Banjarbakula dalam menghadirkan produk air minum dalam kemasan yang aman, berkualitas, dan sesuai dengan seluruh ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Meski sejumlah sertifikasi telah berhasil dipenuhi, Bakula Water masih harus melewati tahapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).
Sertifikasi CPPOB menjadi salah satu persyaratan penting dalam proses memperoleh izin edar.
BPAM Banjarbakula menargetkan proses tersebut rampung pada Agustus 2026. Setelah seluruh persyaratan administrasi dan teknis terpenuhi, Bakula Water diharapkan bisa segera masuk ke tahap peluncuran dan pemasaran.
“Kami optimistis seluruh proses sertifikasi dapat selesai sesuai target sehingga Bakula Water dapat segera hadir sebagai produk unggulan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” kata Siddiq.
Kehadiran Bakula Water juga membawa misi yang lebih besar. Produk tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari upaya Pemprov Kalsel mendorong kemandirian daerah melalui pemanfaatan aset dan infrastruktur air minum yang telah tersedia.
Selain menyediakan pilihan air minum dalam kemasan bagi masyarakat, Bakula Water diharapkan memperkuat posisi BPAM Banjarbakula sebagai badan layanan yang inovatif, profesional, dan mampu berdaya saing.
Tak berhenti di sana, produk tersebut juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah.
“Kehadiran produk tersebut juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah sekaligus mendukung optimalisasi pelayanan publik di Kalimantan Selatan,” pungkas Siddiq.
Jika seluruh proses berjalan sesuai target, masyarakat Kalsel tak lama lagi akan melihat satu nama baru di rak-rak AMDK: Bakula Water, produk air minum yang lahir dari inovasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
#BakulaWater #BakulaWaterKalsel #AMDKKalsel #AirMinumDalamKemasan #PemprovKalsel #KalimantanSelatan #BPAMBanjarbakula #AirMinumKalsel #ProdukLokalKalsel #InovasiDaerah #EkonomiKalsel #PendapatanDaerah #Banjarbakula #BeritaKalsel #BeritaBanjarbaru #KalselTerkini #BeritaTerkini #InfoKalsel #AMDK #NewsKalsel

