PUBLIKAINDONESIA.COM, MARTAPURA – Kabar gembira datang bagi keluarga jemaah haji asal Kabupaten Banjar. Setelah menunaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, sebanyak 354 jemaah yang tergabung dalam Kloter 2 dijadwalkan tiba kembali di tanah air pada Jumat (5/6/2026).
Pemerintah Kabupaten Banjar bersama Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banjar memastikan seluruh persiapan penyambutan jemaah telah dilakukan secara maksimal agar proses kepulangan berjalan aman, nyaman, dan lancar.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banjar, H Erfan Maulana, mengungkapkan bahwa musim haji tahun 2026 menjadi momen istimewa karena jumlah jemaah asal Kabupaten Banjar mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Jika pada tahun 2025 jumlah jemaah yang berangkat sekitar 400 orang, maka pada musim haji tahun ini meningkat menjadi 672 jemaah.
“Alhamdulillah tahun ini jumlah jemaah haji Kabupaten Banjar meningkat cukup signifikan. Berbagai persiapan sudah dilakukan sejak jauh hari, mulai dari pembinaan hingga pelaksanaan manasik haji secara terintegrasi,” ujar Erfan, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, luasnya wilayah Kabupaten Banjar menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pembinaan calon jemaah. Karena itu, kegiatan manasik haji dibagi ke beberapa wilayah agar lebih efektif dan mudah dijangkau masyarakat.
Pelaksanaan manasik dilakukan di sejumlah titik, di antaranya Kecamatan Gambut, Sungai Tabuk, Martapura, Karang Intan, hingga kawasan Sambung Makmur dan Simpang Empat.
Selain pembinaan, perhatian terhadap kondisi kesehatan calon jemaah juga menjadi fokus utama. Erfan menjelaskan, sejak tahun 2024 pemerintah menerapkan kebijakan baru yang mewajibkan calon jemaah memenuhi standar kesehatan sebelum melakukan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji.
“Calon jemaah harus menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu di puskesmas. Jika dinyatakan memenuhi standar kesehatan haji, baru bisa mendapatkan surat keterangan kesehatan untuk proses pelunasan,” jelasnya.
Kebijakan tersebut diterapkan sebagai upaya menekan risiko gangguan kesehatan hingga angka kematian jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Di sisi lain, pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia (lansia). Tahun ini, Kalimantan Selatan mendapatkan kuota prioritas lansia sebanyak 259 orang atau sekitar 5 persen dari total 5.100 kuota haji provinsi.
Menariknya, sistem prioritas lansia kini tidak lagi berdasarkan nomor urut pendaftaran, melainkan usia tertua dengan syarat telah terdaftar minimal lima tahun.
“Usia menjadi pertimbangan utama. Jadi yang diprioritaskan adalah jemaah tertua yang sudah terdaftar sekurang-kurangnya lima tahun,” kata Erfan.
Sementara itu, Kepala Seksi Bina Haji dan Umrah Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banjar, H Akhmad Nisfuani, mengatakan Kabupaten Banjar memiliki 27 jemaah lansia yang masuk kategori prioritas tahun ini.
Menurutnya, usia jemaah lansia prioritas di Kalimantan Selatan berkisar antara 81 hingga 86 tahun.
Nisfuani juga menjelaskan adanya perubahan sistem pembagian kuota haji yang kini mengacu pada masa tunggu (waiting list) masing-masing provinsi. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menciptakan pemerataan kesempatan keberangkatan bagi seluruh calon jemaah di Indonesia.
“Dengan sistem baru ini, masa tunggu antarprovinsi diharapkan menjadi lebih seimbang sehingga peluang keberangkatan lebih merata secara nasional,” ujarnya.
Di tengah proses pemulangan jemaah tahun ini, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banjar juga mulai melakukan persiapan untuk musim haji 2027.
Menariknya, jemaah yang berangkat pada musim haji 2026 merupakan calon jemaah yang telah mendaftar sejak tahun 2012 atau menunggu sekitar 14 tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, pihaknya kini menerapkan sistem digital melalui metode prepare list. Melalui sistem tersebut, jemaah cukup membawa dokumen persyaratan untuk dipindai dan disimpan secara digital sehingga proses pelayanan menjadi lebih cepat dan efisien.
“Seluruh layanan seperti pendaftaran, pelimpahan maupun pembatalan keberangkatan tidak dipungut biaya. Dalam beberapa minggu ke depan kami juga mulai memanggil calon jemaah haji yang akan berangkat pada tahun 2027,” pungkas Nisfuani.
Dengan berbagai inovasi layanan dan peningkatan kuota jemaah, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap penyelenggaraan ibadah haji dapat terus berjalan lebih baik, sekaligus memberikan pelayanan prima bagi masyarakat yang telah menanti bertahun-tahun untuk menunaikan rukun Islam kelima.
#Haji2026 #JemaahHajiBanjar #KabupatenBanjar #Martapura #KementerianHaji #HajiIndonesia #HajiKalsel #JemaahHaji #InfoBanjar #BanjarReligi #BeritaBanjar #CalonJemaahHaji #HajiLansia #WaitingListHaji #Kalsel #MusimHaji2026 #PelayananHaji #BanjarMaju #TanahSuci #HajiMartapura

