Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    UMK Tertinggi se-Kalsel, Kotabaru Jadi Raja Upah

    14/01/2026

    Botol Miras hingga Alat Kontrasepsi Ditemukan, Satpol PP Tanbu Pantau Ketat Warung Remang-Remang

    14/01/2026

    Ancaman Trump Soal Greenland Picu Eropa Siaga Total! NATO Bisa Berubah?

    14/01/2026

    ULM Perluas Akses Jurnal Internasional, Mahasiswa & Dosen Makin Mudah Riset

    14/01/2026

    Bupati Tanah Laut: Guru Itu Orang Pilihan, Masa Depan Tanah Laut Ada di Tangan Guru

    14/01/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Asli Sumatera, Mekar di Australia: Titan Arum Tarik 2.000 Pengunjung

      10/01/2026

      Pecinta Travelling Wajib Tahu! Jelajah Semua Pulau di Indonesia Bisa Habiskan Separuh Hidupmu

      06/10/2025

      Duta Mall Soft Opening, Wakil Wali Kota: Duta Mall Bukan Cuma Tempat Belanja, Tapi Peluang Emas Warga Palangka Raya

      04/10/2025

      Aroya Cruise, Kapal Pesiar Halal Pertama di Dunia Hadirkan Pengalaman Haji dan Umrah Lewat Laut

      03/10/2025

      Balangan Health Run 4K, Cara Seru Warga Balangan Jaga Kesehatan

      15/12/2025

      Indonesia Siap Cetak Sejarah, Tim Muhammadiyah Dilirik WHO Jadi Pasukan Medis Dunia

      27/10/2025

      Workshop Nasional Kefarmasian 2025: Apoteker Didorong Jadi Garda Terdepan Atasi Hipertensi

      09/10/2025

      Sayur MBG di Tala Ditemukan Ada Ulat, Murid Ogah Makan, Ini Respon Pengawas

      06/10/2025

      Era Baru Energi Nasional, Indonesia Siap Lepas dari Solar Impor

      14/01/2026

      Grok Diblokir, Pemerintah Indonesia Sebut Grok Sebagai AI ‘Nakal’

      13/01/2026

      Kapur Barus Disebut Al-Qur’an, Ternyata Asalnya dari Indonesia

      07/01/2026

      Nokia Comeback! X2 2026 Siap Gempur Pasar HP Murah Indonesia

      07/01/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Potret Nyata Neraka Banjir Akhir Tahun 2025, 5 Hari Makan Satu Sendok Nasi

    Potret Nyata Neraka Banjir Akhir Tahun 2025, 5 Hari Makan Satu Sendok Nasi

    Tim PublikaTim Publika11/12/2025

    PUBLIKAINDONESIA.COM – Banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat meninggalkan luka mendalam. Di balik angka-angka korban, tersimpan kisah perjuangan warga yang bertahan hidup dengan cara apa pun mulai dari mengungsi ke hutan, tidur di atap bangunan, hingga berjalan kaki lintas provinsi.

    Bencana yang dipicu hujan ekstrem akibat siklon tropis Senyar pada 25–27 November 2025 itu membawa gelondongan kayu, batu, dan lumpur menghantam permukiman. Dampaknya begitu masif.

    Berdasarkan data BNPB hingga Kamis (11/12/2025), lebih dari 900 orang meninggal dunia, 390 orang masih hilang, serta 5.000 warga luka-luka. Ratusan ribu lainnya terpaksa mengungsi.

    Pelukan Terakhir Rina di Gelapnya Arus Banjir

    Di Palembayan, Sumatera Barat, Rina Sitati memeluk erat anaknya saat arus bandang menyeret tubuh mereka. Dalam video yang beredar, Rina mengingat kembali detik-detik mencekam tersebut.

    “Anak saya terasa berat, dipeluknya saya,” ujarnya sambil menahan tangis.

    Rina sempat mengira ajal datang menjemput.

    “Kalau mati ikhlas… Allah, Allah, Allah,” lanjutnya.

    Dia dan anaknya sempat berlari sekitar 10 meter dari rumah sebelum tiba-tiba semuanya gelap. Arus deras memaksa mereka berpelukan agar tidak terpisah.

    50 Warga Bertahan 5 Hari di Atap Bangunan: ‘Satu Sendok Nasi untuk Anak-Anak’

    Di Aceh Tamiang, Wahyu Putra Pratama menceritakan bagaimana ia dan sekitar 50 warga lainnya terjebak di atas bangunan selama lima hari lima malam.

    Banjir mulai masuk setelah Magrib. Mereka bergegas naik ke bangunan terdekat, berdesakan bersama anak-anak dan orang dewasa.

    “Rumah sudah hancur semua. Kami bertahan hidup melawan arus, nyari apa pun yang bisa dimakan,” kata Wahyu.

    Kelapa yang hanyut, beras sisa, atau apa saja yang ditemukan itu yang dimasak. Mereka menghemat makanan ekstrem: satu sendok nasi untuk satu orang, dan sebagian besar diberikan untuk anak-anak.

    Terdampar di Hutan Dua Hari: Hidup dari Nangka Muda Berukuran Kelereng

    Tak jauh dari sana, 50 warga Tapanuli Tengah terjebak di hutan selama dua hari tanpa logistik. Rosmawati Zebua menceritakan kondisi adiknya yang berada dalam kelompok itu.

    “Dari Selasa sampai Rabu nggak makan sama sekali,” katanya.

    Di hari kedua, rasa lapar tak tertahankan. Mereka akhirnya memetik nangka muda sebesar biji kelereng, memanggangnya, dan memakannya untuk bertahan hidup. Minumnya? Air hujan.

    Warga baru berhasil mengevakuasi diri pada Kamis (27/11).

    Guru PPPK Jalan Kaki 130 Km dari Aceh Tamiang ke Medan

    Kisah lain datang dari Adi Guenea Isman (26), guru PPPK Bahasa Jepang asal Sumedang yang bertugas di SMK Negeri 2 Karang Baru, Aceh Tamiang.

    Saat banjir setinggi dua meter merendam permukiman, Adi mengungsi di lantai dua sebuah kos bersama empat keluarga lain. Mereka hidup tanpa listrik, tanpa sinyal, dan hanya mengandalkan makanan sisa dari minimarket yang sudah tergenang.

    “Saya sudah tidak tahu harus bagaimana. Tidak ada bantuan,” ujarnya.

    Ketika air surut pada 1 Desember, Adi memutuskan keluar mencari sinyal. Niat awalnya menuju Kota Langsa dengan sepeda gagal karena jalur rusak berat. Akhirnya ia memilih berjalan kaki menuju Medan pada 4 Desember.

    Perjalanan sejauh 130 kilometer ditempuhnya dalam dua hari melawan rasa lapar, kelelahan, dan cuaca buruk. Beberapa truk yang coba ia hentikan menolak memberi tumpangan karena maraknya isu penjarahan.

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    UMK Tertinggi se-Kalsel, Kotabaru Jadi Raja Upah

    14/01/2026

    Botol Miras hingga Alat Kontrasepsi Ditemukan, Satpol PP Tanbu Pantau Ketat Warung Remang-Remang

    14/01/2026

    Ancaman Trump Soal Greenland Picu Eropa Siaga Total! NATO Bisa Berubah?

    14/01/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    UMK Tertinggi se-Kalsel, Kotabaru Jadi Raja Upah

    14/01/2026

    Botol Miras hingga Alat Kontrasepsi Ditemukan, Satpol PP Tanbu Pantau Ketat Warung Remang-Remang

    14/01/2026

    Ancaman Trump Soal Greenland Picu Eropa Siaga Total! NATO Bisa Berubah?

    14/01/2026

    ULM Perluas Akses Jurnal Internasional, Mahasiswa & Dosen Makin Mudah Riset

    14/01/2026
    Berita Pilihan
    Kotabaru

    UMK Tertinggi se-Kalsel, Kotabaru Jadi Raja Upah

    14/01/2026 Kotabaru

    PUBLIKAINDONESIA.COM, KOTABARU – Pemerintah Kabupaten Kotabaru resmi menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2026 sebesar Rp3.904.645.…

    Botol Miras hingga Alat Kontrasepsi Ditemukan, Satpol PP Tanbu Pantau Ketat Warung Remang-Remang

    14/01/2026

    Ancaman Trump Soal Greenland Picu Eropa Siaga Total! NATO Bisa Berubah?

    14/01/2026

    ULM Perluas Akses Jurnal Internasional, Mahasiswa & Dosen Makin Mudah Riset

    14/01/2026

    Recent Posts

    • UMK Tertinggi se-Kalsel, Kotabaru Jadi Raja Upah
    • Botol Miras hingga Alat Kontrasepsi Ditemukan, Satpol PP Tanbu Pantau Ketat Warung Remang-Remang
    • Ancaman Trump Soal Greenland Picu Eropa Siaga Total! NATO Bisa Berubah?
    • ULM Perluas Akses Jurnal Internasional, Mahasiswa & Dosen Makin Mudah Riset
    • Bupati Tanah Laut: Guru Itu Orang Pilihan, Masa Depan Tanah Laut Ada di Tangan Guru

    Recent Comments

    1. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    2. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    3. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    4. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    5. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    Januari 2026
    S S R K J S M
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
    « Des    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.