Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    Dugaan Pelecehan Anak, Sopir Taksi Trans Saijaan Dilaporkan ke Polres Kotabaru

    14/09/2026

    Sempat Unggul 3-0, GSI Putra Kotabaru Harus Takluk di Babak Adu Penalti Final Kalsel 2026

    14/09/2026

    Bukan Minta Gratis, Relawan Karhutla Banjarbaru Cuma Minta Prioritas Isi BBM di SPBU

    13/09/2026

    KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak, Bawa 243 Orang: Sempat Laporkan Kapal Miring

    13/09/2026

    Cetak Sejarah, GSI Putri Kotabaru Sabet Juara Kalsel 2026, Bantai Banjarbaru 4-0 di Final

    12/09/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Sport Tourism di Banjarbaru Makin Hidup, Aeris Boxing Buka Arena untuk Lahirkan Petinju Hebat

      05/06/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Dispar Kalsel Gandeng 50 Influencer Promosikan Wisata

      28/04/2026

      Seru dan Menantang, Event Lari Pantai-Gunung Biome Trail Run Mapala Piranha Siap Jadi Ikon Baru Kalsel

      28/04/2026

      Rayakan HUT ke-76 Kalsel, RSGM Gusti Hasan Aman Perkuat Edukasi Kesehatan Gigi Lewat Baksos hingga Lomba Kreatif

      20/07/2026

      Kalteng Tancap Gas Kembangkan Industri Obat Herbal, Bajakah hingga Pasak Bumi Disiapkan Tembus Pasar Nasional

      16/07/2026

      Donor Darah Berbonus Beras, Pakar Perlindungan Konsumen Ingatkan Potensi Celah Tata Kelola

      27/06/2026

      Senyum Ceria Anak Panti Jadi Bukti Kepedulian RSGM Gusti Hasan Aman

      30/04/2026

      Teknologi Hidrogen Mulai Diuji di Indonesia, ESDM : Emisi Bus Bakalan Turun Drastis

      16/08/2026

      Bibit Tanaman dari Taniran Kubah HSS Tembus Kaltim dan Kalteng, Dewan Dorong Pemasaran Lewat Digital

      14/08/2026

      WhatsApp Rilis 3 Fitur Baru untuk Grup, Ada @All hingga Polling Bisa Disembunyikan

      09/08/2026

      Berani Lawan Perusahaan Prancis, Burkina Faso Jatuhkan Denda Rp5 Miliar ke Canal+

      08/08/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Potret Nyata Neraka Banjir Akhir Tahun 2025, 5 Hari Makan Satu Sendok Nasi

    Potret Nyata Neraka Banjir Akhir Tahun 2025, 5 Hari Makan Satu Sendok Nasi

    Tim PublikaTim Publika11/12/2025

    PUBLIKAINDONESIA.COM – Banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat meninggalkan luka mendalam. Di balik angka-angka korban, tersimpan kisah perjuangan warga yang bertahan hidup dengan cara apa pun mulai dari mengungsi ke hutan, tidur di atap bangunan, hingga berjalan kaki lintas provinsi.

    Bencana yang dipicu hujan ekstrem akibat siklon tropis Senyar pada 25–27 November 2025 itu membawa gelondongan kayu, batu, dan lumpur menghantam permukiman. Dampaknya begitu masif.

    Berdasarkan data BNPB hingga Kamis (11/12/2025), lebih dari 900 orang meninggal dunia, 390 orang masih hilang, serta 5.000 warga luka-luka. Ratusan ribu lainnya terpaksa mengungsi.

    Pelukan Terakhir Rina di Gelapnya Arus Banjir

    Di Palembayan, Sumatera Barat, Rina Sitati memeluk erat anaknya saat arus bandang menyeret tubuh mereka. Dalam video yang beredar, Rina mengingat kembali detik-detik mencekam tersebut.

    “Anak saya terasa berat, dipeluknya saya,” ujarnya sambil menahan tangis.

    Rina sempat mengira ajal datang menjemput.

    “Kalau mati ikhlas… Allah, Allah, Allah,” lanjutnya.

    Dia dan anaknya sempat berlari sekitar 10 meter dari rumah sebelum tiba-tiba semuanya gelap. Arus deras memaksa mereka berpelukan agar tidak terpisah.

    50 Warga Bertahan 5 Hari di Atap Bangunan: ‘Satu Sendok Nasi untuk Anak-Anak’

    Di Aceh Tamiang, Wahyu Putra Pratama menceritakan bagaimana ia dan sekitar 50 warga lainnya terjebak di atas bangunan selama lima hari lima malam.

    Banjir mulai masuk setelah Magrib. Mereka bergegas naik ke bangunan terdekat, berdesakan bersama anak-anak dan orang dewasa.

    “Rumah sudah hancur semua. Kami bertahan hidup melawan arus, nyari apa pun yang bisa dimakan,” kata Wahyu.

    Kelapa yang hanyut, beras sisa, atau apa saja yang ditemukan itu yang dimasak. Mereka menghemat makanan ekstrem: satu sendok nasi untuk satu orang, dan sebagian besar diberikan untuk anak-anak.

    Terdampar di Hutan Dua Hari: Hidup dari Nangka Muda Berukuran Kelereng

    Tak jauh dari sana, 50 warga Tapanuli Tengah terjebak di hutan selama dua hari tanpa logistik. Rosmawati Zebua menceritakan kondisi adiknya yang berada dalam kelompok itu.

    “Dari Selasa sampai Rabu nggak makan sama sekali,” katanya.

    Di hari kedua, rasa lapar tak tertahankan. Mereka akhirnya memetik nangka muda sebesar biji kelereng, memanggangnya, dan memakannya untuk bertahan hidup. Minumnya? Air hujan.

    Warga baru berhasil mengevakuasi diri pada Kamis (27/11).

    Guru PPPK Jalan Kaki 130 Km dari Aceh Tamiang ke Medan

    Kisah lain datang dari Adi Guenea Isman (26), guru PPPK Bahasa Jepang asal Sumedang yang bertugas di SMK Negeri 2 Karang Baru, Aceh Tamiang.

    Saat banjir setinggi dua meter merendam permukiman, Adi mengungsi di lantai dua sebuah kos bersama empat keluarga lain. Mereka hidup tanpa listrik, tanpa sinyal, dan hanya mengandalkan makanan sisa dari minimarket yang sudah tergenang.

    “Saya sudah tidak tahu harus bagaimana. Tidak ada bantuan,” ujarnya.

    Ketika air surut pada 1 Desember, Adi memutuskan keluar mencari sinyal. Niat awalnya menuju Kota Langsa dengan sepeda gagal karena jalur rusak berat. Akhirnya ia memilih berjalan kaki menuju Medan pada 4 Desember.

    Perjalanan sejauh 130 kilometer ditempuhnya dalam dua hari melawan rasa lapar, kelelahan, dan cuaca buruk. Beberapa truk yang coba ia hentikan menolak memberi tumpangan karena maraknya isu penjarahan.

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    Dugaan Tambang Emas Ilegal , Siapa di Balik Excavator di Hutan Pa’au?, Warga Sebut Sudah Beroperasi Sejak Akhir Agustus

    09/09/2026

    Garuda Muda Bungkam Juara Bertahan Australia 2-0, Indonesia Juara Grup dan Terbang ke Piala Asia U-20 2027!

    06/09/2026

    Baru Bantu Pemadam, Izin PT Mayawana Persada Dibekukan, Diduga Bakar Lahan di Ketapang

    06/09/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Dugaan Pelecehan Anak, Sopir Taksi Trans Saijaan Dilaporkan ke Polres Kotabaru

    14/09/2026

    Sempat Unggul 3-0, GSI Putra Kotabaru Harus Takluk di Babak Adu Penalti Final Kalsel 2026

    14/09/2026

    Bukan Minta Gratis, Relawan Karhutla Banjarbaru Cuma Minta Prioritas Isi BBM di SPBU

    13/09/2026

    KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak, Bawa 243 Orang: Sempat Laporkan Kapal Miring

    13/09/2026
    Berita Pilihan
    Kotabaru

    Dugaan Pelecehan Anak, Sopir Taksi Trans Saijaan Dilaporkan ke Polres Kotabaru

    14/09/2026 Kotabaru

    PUBLIKAINDONESIA.COM, KOTABARU – Dugaan tindak pelecehan seksual terhadap seorang anak di Kabupaten Kotabaru mencuat setelah…

    Sempat Unggul 3-0, GSI Putra Kotabaru Harus Takluk di Babak Adu Penalti Final Kalsel 2026

    14/09/2026

    Bukan Minta Gratis, Relawan Karhutla Banjarbaru Cuma Minta Prioritas Isi BBM di SPBU

    13/09/2026

    KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak, Bawa 243 Orang: Sempat Laporkan Kapal Miring

    13/09/2026

    Recent Posts

    • Dugaan Pelecehan Anak, Sopir Taksi Trans Saijaan Dilaporkan ke Polres Kotabaru
    • Sempat Unggul 3-0, GSI Putra Kotabaru Harus Takluk di Babak Adu Penalti Final Kalsel 2026
    • Bukan Minta Gratis, Relawan Karhutla Banjarbaru Cuma Minta Prioritas Isi BBM di SPBU
    • KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak, Bawa 243 Orang: Sempat Laporkan Kapal Miring
    • Cetak Sejarah, GSI Putri Kotabaru Sabet Juara Kalsel 2026, Bantai Banjarbaru 4-0 di Final

    Recent Comments

    1. lanacurvaf mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    2. lanacurvaf mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    3. lanacurvaf mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    4. lanacurvaf mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    5. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    September 2026
    SSRKJSM
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930 
    « Agu    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.