PUBLIKAINDONESIA.COM, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar terus memperkuat upaya perlindungan anak dengan melibatkan masyarakat secara langsung hingga ke tingkat desa. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui Sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang digelar Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar di Aula Kecamatan Martapura, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen daerah untuk mewujudkan Kabupaten Banjar sebagai daerah yang benar-benar ramah dan layak bagi anak.
Sosialisasi dibuka oleh Kepala Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Erny Wahdini, yang diwakili Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Merilu Ripner. Turut mendampingi Kepala Seksi Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Anak (PHPPA), Dr Dyah Febria Wardhani.
Dalam sambutannya, Merilu menegaskan bahwa PATBM memiliki peran penting sebagai ujung tombak perlindungan perempuan dan anak di tengah masyarakat.
Menurutnya, kader PATBM tidak bekerja sendiri. Mereka berkolaborasi dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemerintah desa untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.
“PATBM adalah salah satu indikator penting dalam mewujudkan Kabupaten Banjar Layak Anak. Karena keberhasilan perlindungan anak dimulai dari desa dan kecamatan yang ramah terhadap anak,” ujarnya.
Merilu menegaskan bahwa keberadaan PATBM tidak boleh hanya menjadi simbol atau sekadar papan nama yang terpajang di kantor desa.
“PATBM bukan sekadar papan nama. Mereka adalah mata, telinga, dan tangan kita di tingkat akar rumput untuk melakukan deteksi dini, pencegahan, serta penanganan awal terhadap berbagai kasus yang menimpa anak,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para peserta agar mengikuti kegiatan dengan serius sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata di lingkungan masing-masing.
“Mari rapatkan barisan demi mewujudkan Kabupaten Banjar yang benar-benar layak anak, di mana setiap anak merasa aman, nyaman, terlindungi, dan bahagia dalam mengejar cita-citanya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Dr Dyah Febria Wardhani, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan mengaktifkan kembali peran kader PATBM sekaligus memperkuat kapasitas mereka dalam menghadapi tantangan perlindungan anak yang semakin kompleks.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan media sosial menghadirkan tantangan baru yang membutuhkan respons cepat dari seluruh elemen masyarakat.
“Penguatan kapasitas masyarakat menjadi sangat penting agar mereka mampu melakukan pencegahan serta memberikan respons awal terhadap berbagai bentuk kekerasan dan pelanggaran hak anak,” jelasnya.
Selain meningkatkan pemahaman masyarakat dan aparatur desa mengenai pentingnya perlindungan anak berbasis komunitas, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan fungsi PATBM semakin optimal dalam mendeteksi potensi masalah sejak dini, mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak, hingga memberikan penanganan awal secara cepat dan tepat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Martapura Fahrian Rahman, narasumber dari DP3AKB Provinsi Kalimantan Selatan yakni Kasi Perlindungan Khusus Anak EM Indriani Dwi Warastuti Pongoh, para kader PATBM dari berbagai kecamatan dan desa, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Melalui penguatan peran PATBM, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat demi menciptakan generasi masa depan yang sehat, aman, dan berkualitas.
#KabupatenBanjar #PATBM #PerlindunganAnak #BanjarLayakAnak #DinsosP3AP2KB #Martapura #KalimantanSelatan #BeritaBanjar #AnakIndonesia #StopKekerasanAnak #PerlindunganPerempuanDanAnak #BanjarMaju #PemkabBanjar #LiterasiAnak #GenerasiMasaDepan #InfoBanjar #BeritaKalsel #KecamatanMartapura #HakAnak #KabupatenLayakAnak

