Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    Rumor Berakhir!, Adhyaksa FC Resmi Ajukan Nama Isenmulang FC, Tegaskan Tak Ada Transaksi Jual Beli Klub

    29/07/2026

    Karhutla Mengancam Lagi, WALHI Desak Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Bermasalah

    29/07/2026

    Pemadaman Bergilir Bikin Resah, Wali Kota Banjarbaru Desak PLN Bertindak Cepat

    29/07/2026

    Belanja Pakai Koin Kayu? Ada di Festival Lembutan Bansari, Tradisi Tembakau Hingga Ajak Wisatawan Tinggalkan Plastik

    29/07/2026

    Pelayanan Publik dan Program Prioritas Jadi Fokus, Pemkab-DPRD Balangan Sepakati Perubahan Anggaran 2026

    29/07/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Sport Tourism di Banjarbaru Makin Hidup, Aeris Boxing Buka Arena untuk Lahirkan Petinju Hebat

      05/06/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Dispar Kalsel Gandeng 50 Influencer Promosikan Wisata

      28/04/2026

      Seru dan Menantang, Event Lari Pantai-Gunung Biome Trail Run Mapala Piranha Siap Jadi Ikon Baru Kalsel

      28/04/2026

      Rayakan HUT ke-76 Kalsel, RSGM Gusti Hasan Aman Perkuat Edukasi Kesehatan Gigi Lewat Baksos hingga Lomba Kreatif

      20/07/2026

      Kalteng Tancap Gas Kembangkan Industri Obat Herbal, Bajakah hingga Pasak Bumi Disiapkan Tembus Pasar Nasional

      16/07/2026

      Donor Darah Berbonus Beras, Pakar Perlindungan Konsumen Ingatkan Potensi Celah Tata Kelola

      27/06/2026

      Senyum Ceria Anak Panti Jadi Bukti Kepedulian RSGM Gusti Hasan Aman

      30/04/2026

      Spek Gahar Polytron Fox 500 Fitur Premium, Desain Futuristis, Kecepatan 130 Km/Jam, Siap Tantang Skutik Premium

      21/07/2026

      Usai SHU Kopdes Rp78 Ribu, Pemerintah Justru Siapkan Koperasi Masuk Bisnis Tambang

      14/07/2026

      Mulai Besok B50 Resmi Berlaku, Ini Catatan Penting LPKSM untuk Pengguna Kendaraan Diesel

      30/06/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Macet Tak Hilang, Cuma Pindah? Penutupan Bundaran Simpang Empat Bukan Solusi Final

    Macet Tak Hilang, Cuma Pindah? Penutupan Bundaran Simpang Empat Bukan Solusi Final

    Tim PublikaTim Publika24/01/2026
    Pakar kota ULM Dr. Eng. Akbar Rahman, ST., MT.

    PUBLIKAINDONESIA.COM – OPINI 

    Dalam perspektif tata ruang, Bundaran Simpang Empat Banjarbaru bukan sekadar simpul lalu lintas, melainkan bagian dari struktur ruang kota yang berfungsi sebagai node utama pergerakan, landmark kota, sekaligus titik temu beberapa koridor.

    Penutupan bundaran melalui rekayasa lalu lintas menunjukkan bahwa fungsi simpul tersebut telah melampaui kapasitas yang menyebabkan seringnya kemacetan dan terjadinya kecelakaan. Ini menandakan adanya ketidakseimbangan antara intensitas aktivitas kawasan dengan daya dukung jaringan jalan perkotaan.

    Kondisi ini mencerminkan fenomena umum kota berkembang akibat pertumbuhan kegiatan ekonomi, perdagangan, dan mobilitas di sekitar kawasan yang meningkat cepat. Namun penataan ruang belum berkembang sesuai yang diharapkan. Dampaknya Bundaran yang awalnya dirancang untuk arus melingkar dengan konflik rendah, berubah menjadi titik konflik tinggi.

    Rekayasa lalu lintas menjadi respon jangka pendek terhadap masalah yang bersifat struktural. Dari sudut pandang tata ruang, Rekayasa lalu lintas bundaran banjarbaru bukan solusi final, melainkan indikasi bahwa struktur jaringan jalan kota tidak lagi proporsional terhadap pola pergerakan, terjadi ketergantungan berlebih pada satu simpul.

    Masalah utamanya tidak hanya arus kendaraan, tetapi konsentrasi fungsi perkotaan di satu titik, lemahnya distribusi pusat kegiatan sekunder,dan belum optimalnya sistem jalan kolektor dan lokal sebagai penyangga.

    Dampak yang langsung dirasakan pengguna lalu lintas adalah menggeser beban ruang ke pengguna tertentu seperti angkutan umum, pekerja harian. Dimana rute memutar menambah biaya ekonomi dan waktu, yang secara tata ruang mencerminkan ketimpangan aksesibilitas.

    Dalam konteks urban planning, rekayasa lalu lintas idealnya terintegrasi dengan tata guna lahan, adanya pengendalian parkir, PKL disekitar kawasan serta didukung desain ruang jalan (street design) yang jelas. Maka untuk mengurangi dampak lalu lintas yang padat, diperlukan penataan ruang di sekitarnya.

    Jika pola ini berlanjut tanpa intervensi tata ruang yang lebih mendasar, maka kota berpotensi mengalami pemindahan kemacetan, bukan pengurangan, degradasi kualitas ruang publik di koridor alternatif, dan fragmentasi struktur pergerakan kota.

    Sebaliknya, kasus ini dapat menjadi momentum untuk evaluasi peran bundaran dalam struktur kota, penataan ulang simpul transportasi berbasis hirarki jalan, penguatan pusat-pusat kegiatan baru agar beban tidak menumpuk di satu titik.

    Solusi Bundaran Simpang Empat tidak cukup diselesaikan melalui penutupan atau pengalihan arus semata. Diperlukan pendekatan berlapis yang mengintegrasikan rekayasa lalu lintas, penataan ruang, pengendalian tata guna lahan, dan keadilan aksesibilitas. Dengan demikian, bundaran tidak lagi menjadi titik konflik, melainkan kembali berfungsi sebagai simpul kota yang efisien, aman, dan berkelanjutan.

    Secara makro, penanganan Bundaran Simpang Empat perlu diimbangi dengan percepatan pembangunan jaringan jalan baru dan penguatan koridor alternatif di kawasan lain, agar pola pergerakan kota tidak seluruhnya bertumpu pada satu simpul.

    Pengembangan jalan penghubung antar-kawasan dan kabupaten kota serta peningkatan fungsi jalan kolektor harus diarahkan untuk mendistribusikan arus lalu lintas secara lebih merata, sekaligus mendukung tumbuhnya pusat-pusat pertumbuhan baru.

    Pendekatan ini menegaskan bahwa solusi kemacetan tidak cukup dilakukan di tingkat simpul, melainkan memerlukan penataan sistem jaringan jalan kota secara menyeluruh agar struktur ruang kota menjadi lebih seimbang dan resilien dimasa yang akan datang.

     

    #BundaranSimpangEmpat #Banjarbaru #TataRuangKot #RekayasaLaluLintas #Kemacetan #UrbanPlanning #TransportasiPerkotaan #BeritaBanjarbaru #KotaBerkelanjutan

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    Pemadaman Bergilir Bikin Resah, Wali Kota Banjarbaru Desak PLN Bertindak Cepat

    29/07/2026

    Pemkot Banjarbaru Mulai Tertibkan Kabel Semrawut, Provider Diminta Segera Pindah ke Bawah Tanah

    24/07/2026

    Beras Makin Mahal, Pemko Banjarbaru Gandeng Bulog Jaga Pasokan dan Stabilkan Harga

    20/07/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Rumor Berakhir!, Adhyaksa FC Resmi Ajukan Nama Isenmulang FC, Tegaskan Tak Ada Transaksi Jual Beli Klub

    29/07/2026

    Karhutla Mengancam Lagi, WALHI Desak Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Bermasalah

    29/07/2026

    Pemadaman Bergilir Bikin Resah, Wali Kota Banjarbaru Desak PLN Bertindak Cepat

    29/07/2026

    Belanja Pakai Koin Kayu? Ada di Festival Lembutan Bansari, Tradisi Tembakau Hingga Ajak Wisatawan Tinggalkan Plastik

    29/07/2026
    Berita Pilihan
    Olahraga

    Rumor Berakhir!, Adhyaksa FC Resmi Ajukan Nama Isenmulang FC, Tegaskan Tak Ada Transaksi Jual Beli Klub

    29/07/2026 Olahraga

    PUBLIKAINDONESIA.COM, JAKARTA – Spekulasi mengenai masa depan Adhyaksa FC akhirnya mulai menemukan titik terang. Setelah…

    Karhutla Mengancam Lagi, WALHI Desak Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Bermasalah

    29/07/2026

    Pemadaman Bergilir Bikin Resah, Wali Kota Banjarbaru Desak PLN Bertindak Cepat

    29/07/2026

    Belanja Pakai Koin Kayu? Ada di Festival Lembutan Bansari, Tradisi Tembakau Hingga Ajak Wisatawan Tinggalkan Plastik

    29/07/2026

    Recent Posts

    • Rumor Berakhir!, Adhyaksa FC Resmi Ajukan Nama Isenmulang FC, Tegaskan Tak Ada Transaksi Jual Beli Klub
    • Karhutla Mengancam Lagi, WALHI Desak Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Bermasalah
    • Pemadaman Bergilir Bikin Resah, Wali Kota Banjarbaru Desak PLN Bertindak Cepat
    • Belanja Pakai Koin Kayu? Ada di Festival Lembutan Bansari, Tradisi Tembakau Hingga Ajak Wisatawan Tinggalkan Plastik
    • Pelayanan Publik dan Program Prioritas Jadi Fokus, Pemkab-DPRD Balangan Sepakati Perubahan Anggaran 2026

    Recent Comments

    1. Stephengrent mengenai 73 Peserta Ikuti Audisi Nanang Galuh Banjar Bernuansa Islami 2025
    2. Sheilaspody mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    3. EarnestHeS mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    4. Maf mengenai Waspada Ular di Sekitar Lingkungan Saat Musim Hujan
    5. RandomNameAgers mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    Juli 2026
    SSRKJSM
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031 
    « Jun    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.