PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARMASIN– Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mulai memperkuat gerakan peduli lingkungan dengan melibatkan generasi muda secara langsung. Melalui kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), berbagai organisasi kepemudaan diajak turun tangan dalam pengelolaan sampah hingga edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Langkah ini dinilai menjadi momentum penting untuk membangun gerakan lingkungan yang lebih masif, nyata, dan berkelanjutan.
Kepala DLH Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah positif dalam memperkuat peran anak muda menjaga lingkungan.
“Ini momennya sangat pas. Dispora mengumpulkan organisasi kepemudaan dan mengajak DLH melakukan kegiatan terkait lingkungan, terutama pendekatan pengolahan sampah,” ujarnya di Banjarmasin, Kamis (7/5/2026).
Menurut Rahmat, persoalan sampah tidak bisa hanya dipandang sebagai masalah akhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Penanganannya harus dimulai dari hulu, yakni pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, hingga pengembangan ekonomi sirkular yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Ia menegaskan, persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah semata.
“Pengolahan sampah harus melibatkan semua pihak. Mulai dari rumah tangga, proses pengelolaan, hingga hilirisasi industri dan TPA, semuanya saling berkaitan,” katanya.
DLH berharap organisasi kepemudaan yang dilibatkan nantinya tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi motor perubahan di tengah masyarakat.
Rahmat menyebut para pemuda diharapkan mampu menjadi agen edukasi lingkungan sekaligus pelaku aksi nyata dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah.
“Output yang diharapkan, organisasi kepemudaan ini bisa turun langsung ke masyarakat dan menjadi agen edukasi lingkungan. Jadi bukan hanya wacana, tetapi ada aksi nyata,” jelasnya.
Keterlibatan generasi muda dinilai menjadi kunci agar gerakan peduli lingkungan terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Rahmat menegaskan, sejak dulu pemuda selalu menjadi kekuatan utama dalam perubahan bangsa, termasuk dalam isu lingkungan.
“Pemuda selalu menjadi penopang bangsa. Karena itu, kami ingin semangat kepedulian lingkungan ini menjadi rutinitas dan gerakan bersama yang terus hidup,” pungkasnya.
Kolaborasi DLH dan Dispora ini diharapkan mampu melahirkan gerakan lingkungan berbasis komunitas yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus menjadi solusi jangka panjang menghadapi persoalan sampah di Kalimantan Selatan.
#Kalsel #DLHKalsel #DisporaKalsel #PeduliLingkungan #PengolahanSampah #PemudaKalsel #Banjarmasin #GerakanLingkungan #Sampah #EdukasiLingkungan #BeritaKalsel #InfoKalsel #AnakMudaBergerak

