PUBLIKAINDONESIA.COM, MARTAPURA – Isu merebaknya penyakit yang disebut “super flu” belakangan ramai diperbincangkan. Namun, Pemerintah Kabupaten Banjar memastikan hingga kini belum ditemukan kasus tersebut di wilayahnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, menegaskan belum ada laporan maupun temuan resmi terkait super flu di Kabupaten Banjar.
“Untuk Kabupaten Banjar, sampai saat ini belum ada kasus super flu yang terdeteksi,” ujar Noripansyah saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Banjar, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan, gejala super flu sekilas mirip dengan flu biasa, namun intensitasnya lebih berat. Penderitanya umumnya mengalami demam tinggi disertai nyeri badan.
Menurut Noripansyah, potensi keterlambatan deteksi bisa saja terjadi karena sebagian masyarakat menganggap gejala yang dirasakan hanya batuk dan pilek biasa.
“Banyak warga tidak melapor karena merasa hanya flu ringan, sehingga kasusnya tidak terlihat secara data,” jelasnya.
Dalam upaya antisipasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan untuk pemantauan dan penanganan. Hingga saat ini, data detail terkait jumlah warga yang terpapar masih mengacu pada data tingkat provinsi.
Noripansyah pun mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang baru melakukan perjalanan dari luar daerah maupun luar negeri.
“Gunakan masker saat berada di kerumunan, jaga kebugaran tubuh, dan konsumsi multivitamin. Itu langkah sederhana tapi sangat efektif,” katanya.
Meski disebut memiliki gejala lebih berat dibanding flu biasa, Noripansyah menegaskan super flu bukan penyakit mematikan jika ditangani dengan benar. Hingga saat ini, belum ada laporan kematian yang terkonfirmasi akibat penyakit tersebut.

