PUBLIKAINDONESIA.COM, RANTAU– Sebanyak 39 kepala desa hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kabupaten Tapin 2026 resmi dilantik dan diambil sumpah janjinya oleh Bupati Tapin, H. Yamani, S.Ak., M.M., di halaman Kantor Bupati Tapin, Senin (12/10/2026).
Dalam momentum pelantikan tersebut, Bupati Yamani mengingatkan para kepala desa yang baru dilantik agar tidak sekadar menjalankan jabatan, tetapi benar-benar menghadirkan pelayanan dan pembangunan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurutnya, jabatan kepala desa merupakan amanah besar karena mereka berada di garis terdepan pemerintahan yang berhadapan langsung dengan kebutuhan dan persoalan warga.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapin, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada para kepala desa yang hari ini dilantik. Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pesannya.
Yamani menegaskan, setelah pelantikan, para kepala desa harus segera membangun komunikasi dan merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik saat Pilkades.
Ia juga meminta para kepala desa memperkuat sinergi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pemerintah kecamatan, pemerintah kabupaten, serta seluruh unsur masyarakat.
Menurutnya, kerja sama dan semangat gotong royong menjadi fondasi penting untuk membangun pemerintahan desa yang solid.
Tak hanya soal kepemimpinan, Bupati Tapin juga menyoroti pentingnya perencanaan pembangunan desa yang berbasis kebutuhan nyata masyarakat.
Ia meminta kepala desa tidak terburu-buru membuat banyak program baru. Sebaliknya, program yang sudah berjalan perlu dievaluasi dan dilanjutkan apabila terbukti memberikan manfaat bagi warga.
“Jangan terlalu banyak membuat program baru, tetapi pastikan program yang ada benar-benar berdasarkan data dan kebutuhan masyarakat,” demikian pesan Yamani dalam arahannya.
Menurutnya, program pembangunan desa harus mampu meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kepala desa yang baru dilantik juga diminta segera beradaptasi, melanjutkan program yang telah berjalan baik, sekaligus mengidentifikasi pekerjaan rumah yang masih membutuhkan perhatian.
Dengan demikian, pembangunan desa diharapkan tidak hanya berorientasi pada banyaknya program, tetapi juga pada hasil nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
Salah satu kepala desa yang dilantik dalam kesempatan tersebut adalah Ahmad Shaufi, yang kini mengemban amanah sebagai Kepala Desa Lok Paikat, Kabupaten Tapin.
Ahmad Shaufi berharap dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.
“Saya berkomitmen untuk membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat, tokoh desa, serta pemerintah daerah untuk mewujudkan pemerintahan desa yang transparan, terbuka, dan mampu melayani seluruh warga tanpa membeda-bedakan,” ujarnya.
Baginya, kemajuan desa membutuhkan kerja sama dan keterlibatan masyarakat, bukan hanya bergantung pada kepala desa maupun perangkat pemerintahan.
” Desa Lok Paikat semakin maju, sejahtera, dan berkembang melalui pembangunan yang tepat sasaran serta pemberdayaan masyarakat,” tutupnya.
Pelantikan ini pun menjadi awal tanggung jawab baru bagi para kepala desa di Kabupaten Tapin. Tantangannya bukan hanya menjalankan roda pemerintahan, melainkan membuktikan bahwa amanah yang diberikan masyarakat dapat diwujudkan melalui pelayanan yang baik, pembangunan yang terukur, dan hasil yang benar-benar dirasakan warga.
#Tapin #KabupatenTapin #BupatiTapin #HYamani #PilkadesTapin2026 #PelantikanKepalaDesa #AhmadShaufi #DesaLokPaikat #KepalaDesaLokPaikat #PemerintahanDesa #BeritaTapin #BeritaKalsel #KalimantanSelatan

