PUBLIKAINDONESIA.COM, PONTIANAK – Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat semakin memanas dan terus menjadi sorotan publik. Setelah video perdebatan terkait objektivitas penilaian juri viral di media sosial, kini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar akhirnya buka suara.
Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie mengungkapkan adanya dugaan kendala teknis yang disebut menjadi pemicu kontroversi dalam babak final LCC tersebut.
Menurut Faisal, speaker yang mengarah ke meja dewan juri diduga mengalami gangguan saat perlombaan berlangsung.
“Informasi yang saya terima, speaker yang mengarah ke juri mengalami gangguan sehingga jawaban peserta kurang terdengar jelas. Sementara di live YouTube dan ke audiens, suara terdengar jelas,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Pernyataan itu langsung memantik perhatian publik. Pasalnya, dalam video yang beredar luas di media sosial, jawaban peserta terdengar cukup jelas oleh penonton di lokasi maupun pemirsa siaran langsung YouTube.
Namun ironisnya, jawaban tersebut justru dianggap tidak jelas oleh dewan juri hingga memicu pengurangan nilai dan protes dari peserta.
Polemik ini bermula saat final LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Kalbar yang digelar di Pontianak, Sabtu (9/5/2026). Dalam sesi rebutan, peserta dari SMAN 1 Pontianak memberikan jawaban terkait proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Meski jawaban peserta dinilai sesuai oleh banyak pihak, dewan juri tetap memberikan pengurangan poin. Situasi itu kemudian memicu perdebatan dan menjadi viral di berbagai platform media sosial.
Meski mengakui adanya ketidaksinkronan akibat faktor teknis, pihak Disdikbud Kalbar tetap meminta sekolah yang merasa dirugikan untuk menempuh jalur resmi dengan mengajukan peninjauan ulang.
Pernyataan soal “speaker bermasalah” pun menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang mempertanyakan bagaimana aspek teknis mendasar dalam lomba tingkat provinsi bisa luput dari perhatian panitia hingga berdampak besar terhadap hasil perlombaan.
Tak sedikit pula yang menilai kejadian ini menjadi pelajaran penting agar pelaksanaan kompetisi pendidikan ke depan lebih profesional, transparan, dan memiliki sistem evaluasi yang jelas ketika terjadi sengketa penilaian.
#LCC4Pilar #MPRRI #Kalbar #Pontianak #DisdikbudKalbar #Viral #SMAN1Pontianak #CerdasCermat #PendidikanIndonesia #KontroversiLCC #BeritaNasional #InfoKalbar #PelajarIndonesia #ViralIndonesia #MPRRI2026

