PUBLIKAINDONESIA.COM, PASURUAN – Langkah transparan dilakukan Persekabpas Pasuruan usai menggelar laga uji coba melawan Pasuruan United pada Sabtu, 25 April 2026 lalu. Klub yang kini berlaga di Liga Nusantara itu merilis laporan lengkap pendapatan dan pengeluaran pertandingan melalui akun Instagram resmi mereka.
Langkah tersebut langsung mendapat perhatian publik dan suporter karena jarang dilakukan klub sepak bola tanah air, terutama di level kompetisi bawah.
Dalam laporan yang dipublikasikan, Persekabpas menyebut total pemasukan dari pertandingan tersebut mencapai lebih dari Rp85 juta. Pendapatan itu berasal dari penjualan tiket reguler, tiket VIP tribun, hingga tribun Barat.
Namun di balik tingginya pemasukan tersebut, biaya operasional pertandingan ternyata juga cukup besar. Manajemen klub mengungkapkan bahwa total pengeluaran mencapai Rp82.535.925.
Biaya tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan pertandingan, mulai dari pengamanan, honor panitia dan steward, konsumsi, hingga pencetakan tiket.
Setelah dikurangi seluruh biaya operasional, Persekabpas hanya mencatat keuntungan bersih sebesar Rp2.499.075 dari satu kali laga uji coba.
Meski margin keuntungan terbilang tipis, langkah keterbukaan yang dilakukan manajemen justru mendapat apresiasi dari banyak pihak. Transparansi laporan keuangan itu dinilai menjadi bentuk penghormatan kepada suporter sekaligus upaya membangun tata kelola klub yang lebih profesional.
Dalam keterangannya, manajemen Persekabpas menyebut laporan tersebut sengaja dipublikasikan sebagai bentuk apresiasi kepada Laskar Sakera dan masyarakat Pasuruan yang terus memberikan dukungan terhadap klub kebanggaan daerah mereka.
Selain itu, keterbukaan ini juga bertujuan menjaga kepercayaan publik agar pengelolaan klub semakin sehat dan profesional di masa depan.
Di tengah dunia sepak bola Indonesia yang kerap diselimuti isu transparansi finansial, langkah Persekabpas ini dianggap menjadi angin segar sekaligus contoh positif bagi klub-klub lain.
Kini, publik menanti apakah transparansi semacam ini bisa menjadi budaya baru dalam pengelolaan sepak bola nasional, khususnya di level Liga Nusantara dan kompetisi daerah.
#Persekabpas #PasuruanUnited #LigaNusantara #SepakbolaIndonesia #LaskarSakera #Viral #Trending #FYP #FootballIndonesia #TransparansiKlub #SepakbolaNasional #InfoBola #BolaIndonesia #SupporterIndonesia #C17

