PUBLIKAINDONESIA.COM, TANAH LAUT – Event lari lintas alam bertajuk Biome Trail Run yang digagas Mapala Piranha dari Universitas Lambung Mangkurat sukses mencuri perhatian. Bukan sekadar lomba, ajang ini dinilai punya potensi besar menjadi agenda tahunan sekaligus etalase wisata unggulan Tanah Laut.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Tanah Laut, Rudi Imtihansyah, menyebut event ini sebagai gebrakan baru di Kalimantan Selatan. Pasalnya, *Biome Trail Run* menjadi lomba lari pertama yang mengusung konsep unik menggabungkan lintasan pantai dan pegunungan dalam satu rute.
“Ini trail run pertama di Tanah Laut. Selain mendorong olahraga, juga memperkenalkan potensi wisata kita,” ujarnya.
Ia pun berharap event serupa bisa terus dikembangkan, bahkan menembus skala nasional di masa mendatang.
Daya tarik lintasan ekstrem ini juga dirasakan langsung para peserta. Salah satunya Iren, pelari asal Kalimantan Timur, yang mencoba tantangan baru di kategori 25 kilometer.
“Saya penasaran dan ingin mencoba kemampuan, karena biasanya hanya ikut jarak 7 sampai 8 kilometer,” ungkapnya.
Di balik adrenalin lomba, terselip pesan penting soal lingkungan. Dekan FPIK ULM, Untung Bijaksana, menilai event ini menjadi media edukasi yang efektif.
“Ini bukan hanya olahraga, tapi juga mengingatkan kita pentingnya menjaga lingkungan, terutama mengurangi sampah plastik,” tegasnya.
Ketua pelaksana, Rizky Ardiana, menjelaskan bahwa istilah “biome” diambil dari keberagaman ekosistem yang dilalui peserta.
“Lintasan meliputi dua ekosistem, pegunungan dan pantai. Itu yang jadi ciri khas event ini,” jelasnya.
Event ini diikuti sekitar 194 peserta, termasuk dari luar daerah seperti Balikpapan dan Malang. Kategori yang diperlombakan meliputi:
* 25 kilometer (umum putra-putri)
* Kategori pecinta alam
* 7 kilometer
Panitia juga menyiapkan hadiah berupa piala, piagam, uang pembinaan, hingga doorprize menarik.
Mapala Piranha sendiri bukan pemain baru. Sejak era 80-an, mereka aktif menggelar lomba lintas alam ekstrem melalui event legendaris Piranha Adrenaline Challenge yang digelar lima tahunan.
Namun mengikuti perkembangan zaman, konsep kini diubah menjadi lebih modern dari lomba tim menjadi lomba individu, menyesuaikan tren trail run yang tengah naik daun.
Tak hanya di bidang olahraga, Mapala Piranha juga aktif dalam riset lingkungan, seperti terumbu karang, kegiatan sosial, hingga aksi tanggap bencana.
Dengan konsep unik dan pesan lingkungan yang kuat, Biome Trail Run dinilai berpotensi menjadi magnet baru sport tourism di Kalimantan Selatan.
Jika dikelola konsisten, bukan tidak mungkin Tanah Laut akan menjadi destinasi favorit bagi pelari trail dari seluruh Indonesia.
#BiomeTrailRun #TanahLaut #ULM #SportTourism #TrailRunIndonesia #WisataKalsel #MapalaPiranha #LariAlam #ExploreKalsel #EventKalimantan

